fbpx
Suara Peternakan

Waspada Penyakit Leptospirosis Pada Sapi Saat Musim Hujan

SUARAPETERNAKAN.COM – Bakeri leptospira interrogans family leptospiraceae merupakan penyebab utama dari penyakit Leptospirosis pada sapi. Penyakit ini muncul akibat musim hujan. Pada musim hujan kondisi lembab menyebabkan perkembangbiakan kuman secara meningkat. Selain ternak sapi umumnya penyakit Leptospira juga bisa menyerang semua hewan ruminansia.

Bakteri Leptospira bertahan hidup di dalam air tawar selama kurang lebih satu bulan dengan kondisi lembab dan bersuhu hangat. Kondisi ini dialami pada daerah yang memiliki iklim tropis khususnya di Indonesia.

Saat musim hujan sangat mudah bakteri menyerang dengan menginfeksi hewan dan manusia akibat kondisi lingkungan yang telah terkontaminasi bakteri. Akibat kontaminasi urin tikus yang terinfeksi bakteri ini.

Adapun gejala yang dimiliki sapi akibat bakteri Leptospirosis adalah demam, terlihat menggigil, lesu, sering muntah, warna urin kadang berwarna merah dan kuning, penurunan produksi susu, abortus pada sapi bunting dan kematian pedet.

Pada sapi dewasa, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Berbeda pada sapi muda hingga bisa menyebabkan kematian. Hal yang perlu dilakukan adalah dengan pengobatan untuk memutus siklus penularan bakteri tersebut.

Pemberian antibiotik untuk mengurangi infeksi persistensi dan antibiotik termasuk streptomycin, chlortetracycline, dan oxytetraxycline. Yang paling penting adalah pemberian vaksin terhadap sapi yang sehat untuk peningkatan daya tahan tubuh dari serangan penyakit. Memberikan vaksinasi yang tepat pada ternak sapi saat beberapa tahap mulai enam bulan sekali atau satu tahun sekali. Jangan lupa rutin melakukan sanitasi terhadap kandang dan peralatan makan dan minuman.

Paling penting dengan melakukan pembasmian terhadap sumber bakteri Leptospira yaitu tikus.

diolah dari berbagai sumber

(Visited 65 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *