fbpx
Suara Peternakan

VIV Asia 2019, Pameran Teknologi Peternakan Terbesar di Asia

SUARAPETERNAKAN.COM – VIV Asia 2019 yang kembali digelar di Bangkok International Trade and Exhibiton Centre (BITEC), dengan mengusung tema “Menuju Masa Depan Food Engineering”. Hal itu merupakan respons dari peningkatan pertumbuhan ekonomi dan gaya hidup masyarakat Asia yang secara perlahan mulai mengarah pada produk makanan siap saji.

Sebagai penyelenggara, yaitu VNU Exhibition Asia Pasific CO., Ltd. And VNU Exhibition Europe, terdapat pameran berkala besar dengan luas area pameran hingga 30.000 meter persegi.

Para pengunjung pun disuguhkan dengan beragam pameran produk peternakan dari 1250 perusahaan dari 60 negara. Fokus dari penyelenggaraan VIV Asia 2019 adalah bagaimana seluk beluk dari bisnis rantai produksi makanan.

Namun, bukan berarti sektor hulu seperti industri pakan tidak ditampilkan dalam pergelaran akbar ini. Sektor tersebut akan tetap muncul beriringan dengan sektor lainnya seperti obat-obatan hewan, peralatan budi daya, dan tentu produk-produk yang erat kaitannya dengan pascapanen.

Charoen Pokphand Indonesia (CPI) ikut andil dalam pameran ini dengan mengajak mahasiswa terpilih dari 10 perguruan tinggi, yang tergabung dalam Program Charoen Pokphand Best Student Appreciation (CPBSA) batch 3. Sekitar 23 mahasiswa yang terpilih untuk mengunjungi pameran VIV 2019. Selain bisa melihat bermacam teknologi di bidang peternakan, para mahasiswa juga mengikuti berbagai seminar.

Pengolahan dan budidaya industri unggas, babi, susu, serta akuakultur Asia yang dari tahun ke tahunnya menampilkan inovasi dan teknologi terbarukan.

Dilansir dari Poultry Indonesia, Pada 2015 juga digelar pameran VIV ini, yang diikuti oleh oleh 38.425 orang dengan jumlah peserta pameran sebanyak 874. Zhenja Antochin selaku Show Manager berharap, kunjungan di tahun 2017 dapat mencapai jumlah 40.000 orang, dengan berkaca pada upaya yang telah digalakan dan dukungan dari stakeholder yang telah terlibat dalam berbagai penyelenggaraan VIV sebelumnya yakni dari Tiongkok, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

Adapun pesertanya dari perusahaan animal health dan nutrition. Negara-negara seperti Tiongkok, Belanda, Thailand, Amerika Serikat, dan Perancis serta unit VIV Asia Pet Health & Nutrition diperkirakan akan kembali mengisi paviliun-paviliun utama di dalam hall pameran.

Pada pameran ini, industri unggas menjadi fokus utama yang ditonjolkan. Melihat bahwa unggas merupakan bisnis inti pameran yang sejauh ini mampu menarik minat stakeholder untuk terlibat dalam pameran VIV Asia, meski begitu babi dan susu juga telah mampu menetapkan bisnisnya sendiri dalam pameran ini.

VIV Asia bukan hanya menjadi tolok ukur industri peternakan Asia-Pasifik, tetapi juga industri peternakan secara global. Pameran ini telah menarik minat pelaku bisnis peternakan dunia, baik sebagai exhibitor maupun sebagai pengunjung. Sebuah hal yang wajar mengingat pameran dwitahunan ini merupakan ruang temu ideal bagi insan peternakan untuk memperoleh informasi dan produk-produk terbaru.

2017 silam. Saat itu, VIV Asia berhasil menarik minat 45.952 pengunjung dari 127 negara. Dengan jumlah tersebut berarti terdapat kenaikan kunjungan dari VIV Asia 2015 sebesar 20%. Sementara itu, taun ini, pihak penyelenggara menargetkan jumlah kunjungan sebanyak lebih dari 50.000. Zhenja Antochin selaku Event Manager pun optimis dengan target tersebut, apalagi sejauh ini sudah tercatat 1.250 exhibitor yang berpartisipasi memamerkan produk unggulannya masing-masing.

September 2018, diadakan juga pameran VIV di China. VIV Asia 2019 akan semakin memerhatikan setiap sektor peternakan, terutama pada sektor hilir karena erat kaitannya dengan produk olahan dan konsumen global.

Project Manager of VIV Asia, Panadda Kongma, memberi penegasan tentang sifat multispesies dari acara tersebut. Berdasarkan pengalaman pameran sebelumnya, maka kali ini terdapat fokus lebih yang diberikan pada komoditas daging dan telur unggas, peternakan babi, budi daya air dan produk susu.

Menurutnya, berdasarkan perspektif peserta, sektor unggas adalah sektor paling digandrungi. Oleh karena itu pihaknya siap menyajikan pameran yang semakin lengkap dan proporsional pada sektor unggas. “Semua ini merupakan kombinasi isi VIV Asia yang luar biasa untuk semua pengunjung profesional,” ujarnya, seperti yang dilansir pada Poultry Indonesia.

Sumber: Poultry Indonesia

(Visited 65 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *