fbpx
Suara Peternakan

Tradisi Peternakan Adat di Poso, Sulawesi Tengah

Suarapeternakan.com – Poso adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah, dengan beragam potensi wisata dan warisan budaya yang menarik. Salah satu destinasi kearifan lokal di Kabupaten Poso adalah  Dataran Lore.

Kearifan lokal yang sudah ada di Desa Winomanga, Kecamatan Lore Timur, Kota Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), yaitu terdapat  Peternakan Adat Winomanga, nyaris hilang akibat bencana tsunami dan gempa bumi yang menghantam Poso dan Donggala 2018 silam.

Peternakan Adat yang telah berlangsung sejak 1818 itu memang masih dipertahankan hingga kini, dimana penjualannya hanya memenuhi permintaan ternak untuk kebutuhan prosesi adat. Namun pembelinya sedikit menurun akibat penduduk kota maupun kabupaten sekitar yang masih berkutat dengan pemulihan pasca bencana gempa disusul  tsunami maha dahsyat tahun lalu.

Walau pembelinya agak menurun pasca bencana, tapi para tetua adat setempat tak patah arang. Mereka tetap mempertahankan tadisi peternakan adat di desanya.

Poso juga memiliki sisa peninggalan bersejarah berupa situs megalitikum, seperti yang terdapat di situs Pakasele di Desa Watumadue, Lore Timur Terdapat ribuan patung dari zaman batu yang ada di wilayah tersebut dan bahkan menjadi pusat penelitian bagi mahasiswa, dari dalam hingga luar negeri.

Dilansir dari kompas.com, Tahun ini juga digelar untuk pertama kalinya acara bertajuk Festival Lembah Lore yang dipusatkan di Desa Wanga, Kecamatan Lore, Kabupaten Poso. Festival yang berlangsung selama 20-22 September 2019 itu digelar untuk mengangkat kearifan lokal masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) dalam menjaga kelestarian hutan dan alam di wilayah itu.

Untuk diketahui, pada 2019 ini, pemda setempat telah mengalokasikan sebagian dana desanya untuk mengembangkan obyek wisata alam di wilayahnya yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Sejumlah tetua adat Desa Winomanga masih terus menjalankan kearifan lokal turun temurun itu. Mereka masih telaten merawat dan mengawasi kawanan ternak sapi yang berkeliaran secara bebas di areal peternakan adat Desa Winomanga, Lore Timur, Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (21/9/2019) melansir dari rri.co.id.

Para tetua pemilik ternak adat juga masih mempekerjakan penggembala sapi yang setia merawat ternak. Bahkan ada cara penggembala yang cukup unik, yakni mengelus-elus sapi, karena dipercaya dapat membuatnya jinak lantas menuruti semua perintah si penggembala maupun tetua adat pemiliknya.  Cara beternak dengan metode mengembalakan di padang rumput yang luas.

Bedanya dengan Sapi, kerbau ketika dipanggil pemiliknya akan datang untuk  minum. Seorang perempuan tetua adat memberi minum kawanan kerbau miliknya menggunakan bambu. Caranya, bambu diisi dengan air, kemudian lewat ujung bambu yang diruncingkan, air akan dialirkan ke mulut kerbau satu persatu dari atas rumah panggung di tengah padang rumput.


(Visited 30 times, 1 visits today)

Related Articles