fbpx
Suara Peternakan

Thylacine, Hewan Endemik Tasmania Disinyalir Muncul dari Kepunahan 80 Tahun Lalu

Suarapeternakan.com- Hewan yang bernama thylacine merupakan Tasmanian Tiger atau harimau Tasmania merupakan marsupialia karnivor. Memiliki ciri-cici yaitu punggung bercorak belang, membuatnya dijuluki sebagai harimau. Namun ada juga yang menjulukinya serigala karena bentuk tubuhnya dan sifatnya yang mirip dengan family Canidae. perpaduan dari kucing besar, rubah dan serigala. Hal ini dikutip dari The Independent, Minggu (9/11/2019). Hewan ini memiliki bulu berwarna cokelat sedikit kekuningan, rahang kuat, dan kantung untuk anak mereka seperti kanguru.

Harimau Tasmania disinyalir telah punah 80 tahun lalu. Macan ini, terakhir diketahui telah mati pada 1936. Kini eksistensi macan tersebut bak legenda, sama halnya dengan monster di Loch Ness.

Para peneliti mengumpulkan berbagai bukti fisik, penampakan-penampakan yang telah divalidasi para ahli, maupun penampakan lain sejak 1900. Mereka kemudian menjalankan model statistik yang memunculkan probabilitas 1 dibanding 1,6 triliun

Namun baru-baru ini, pemerintah Australia lewat Department of Primary Industries, Parks, Water, and Environment membeberkan data penampakan harimau Tasmania. Tak hanya sekali, melainkan delapan kali penampakan dalam tiga tahun terakhir.

Dari delapan kali penampakan yang terjadi dalam tiga tahun terakhir, salah satunya dialami oleh pasangan dari Australia Barat. Mereka mengunjungi Australia pada Februari lalu. Mereka melihat harimau tersebut menyeberang jalan. Mereka mengisahkan hewan tersebut berputar kemudian melihat ke arah kendaraan beberapa kali. Hewan tersebut tampak jelas selama sekitar 12-15 detik. Mereka yakin bahwa hewan tersebut adalah thylacine.

Harimau Tasmania dulu menjelajahi kawasan Australia, Papua Nugini, dan Tasmania. Beberapa faktor yang menyebabkan kepunahannya di antaranya penyakit, domestikasi anjing liar, permukiman manusia, dan tentu saja perburuan.

Pada 1900-an perburuan terhadap harimau Tasmania dilakukan secara masif karena manusia khawatir binatang itu merusak stok makanan. Sampai kemudian, ia dinyatakan punah. 

Tercatat dalam laporannya hewan itu memiliki garis-garis berwarna hitam di bagian punggungnya. Laporan lainnya menurut pengunjung Pulau Tasmania melihat “binatang sejenis kucing” bergerak di kejauhan.

“Saya terbiasa melihat hewan-hewan karena saya bekerja di peternakan desa terpencil.Tapi tidak ada hewan yang mendekati thylacine saat saya melihatnya.” Tutur seorang saksi.

Laporan lain lagi yang dituliskan adalah bahwa ada seorang pria Tasmania Selatan, dekat dengan ibu kota negara bagian Hobart, melihat jejak kaki yang tampaknya cocok dengan jejak harimau Tasmania. Adanya laporan-laporan seperti ini masih menyimpa teka-teki mengenai keberadaan harimau Tasmania itu sendiri.

Data yang dihimpun dari Australian Museum menyebutkan bahwa thylacine merupakan hewan endemic Tasmania dan Australia. Pada tahun 2002, para ilmuwan di Australia Museum berusaha mereplikasi DNA harimau Tasmania, dan mencoba membuka kesempatan untuk membawa kembali spesies yang dikatakan telah punah tersebut dengan teknologi kloning. 

 (Berbagai sumber)

(Visited 21 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *