fbpx
Suara Peternakan

Tepung Bulu Ayam Pengganti Protein Pada Pakan Ternak Ruminansia

SUARAPETERNAKAN.COM – Pakan ruminansia terdiri dari hijauan dan konsentrat. Ternak ruminansia tidak mendapatkan semua kebutuhan protein dari rumen. Oleh karena itu, untuk mencapai produktivitas yang optimal, ternak ruminansia harus diberi bahan pakan yang merupakan sumber protein yang tidak terdegradasi dalam rumen (by-pass protein).

Kurangnya informasi terkait ketersediaan dan manfaat produk samping pertanian dan agroindustri yang mengandung nutrien cukup tinggi. Karena memiliki nilai biologis yang rendah, Namun bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan. Produk yang dimaksud adalah bulu ayam merupakan produk samping yang berasal dari pemotongan ayam. Bulu ayam dapat digunakan sebagai bahan pakan tambahan untuk ternak ruminansia.

Kandungan nutrisi tepung bulu ayam yang dilaporkan NRC (1996) bahwa kandungan energinya lebih tinggi (3952 kkal/kg) dibandingkan dengan NRC (1996) yaitu sebesar 3000 kkal/kg .  kandungan protein kasar bulu ayam berkisar 83-92%. Nilai tersebut sama dengan yang dilaporkan peneliti terdahulu (WRAY, 1979; HAN dan WARTAZOA Vol. 14 No. 1 Th . 2004 PARSONS, 1991 ; TANDTIYANANT et al., 1993) .

Kandungan protein kasar bulu ayam tersebut lebih tinggi dari kandungan protein kasar bungkil kedelai (42,5 %) dan tepung ikan yang hanya mencapai 66,2%, yang umumnya dipergunakan sebagai komponen utama sumber protein dalam konsentrat/ransum. Namun demikian kandungan protein kasar yang tinggi tersebut belum disertai dengan nilai biologis yang tinggi .

Tingkat kecernaan bahan kering dan bahan organik bulu ayam secara in vitro masing-masing hanya sebesar 5,8% dan 0,7%. Rendahnya nilai kecernaan tersebut disebabkan bulu ayam tergolong dalam protein fibrous/serat. Oleh karena itu, diperlukan sentuhan teknologi, agar kualitas protein tercerna bulu ayam dapat ditingkatkan.

Keunggulan penggunaan tepung bulu ayam untuk ternak ruminansia adalah adanya sejumlah protein yang tahan terhadap perombakan oleh mikroorganisme rumen (rumen undegradable protein/RUP), namun mampu diurai secara enzimatis pada saluran pencernaan pascarumen. Nilai RUP tersebut berkisar antara 53-88%, sementara nilai kecernaan dalam rumen berkisar 12-46%.

Produksi bulu unggas yang dapat dihasilkan adalah 72 .680 ton dan dari jumlah tersebut tersedia protein kasar sejumlah 66.140 ton . Dengan asumsi bahwa setiap 1 satuan ternak (ST) ruminansia (1 ST setara dengan bobot hidup 250 kg) mendapat ransum sebanyak 3% yang tersusun dari 50% hijauan dan 50% pakan konsentrat, sementara kandungan protein kasar pakan konsentrat adalah 18% dan dari jumlah protein kasar pakan konsentrat tersebut, bulu unggas mampu memasok maksimal 40%, maka bulu unggas pada tahun 2003 yang berjumlah 66.140 ton dapat memasok protein kasar untuk 671 .131,3 ST selama satu tahun.

Bulu ayam yang biasanya dibuang sebagai limbah, sekarang dapat dibuat menjadi tepung dan dimanfaatkan sebagai sumber protein pada pakan ternak ruminansia.

Produk ini memiliki kandungan by-pass protein yang sangat tinggi. Pemrosesan terhadap bulu ayam broiler dengan hydrochloric acid konsentrasi 12% bisa menghasilkan tepung bulu ayam dengan 47% by-pass protein.

Protein tepung bulu ayam dapat mensubstitusi sumber protein konvensional (misalnya tepung bungkil kedelai, tepung kelapa, tepung ikan) sebanyak 10%. Rataan kecernaan bahan kering, bahan organik dan NDF secara berurutan adalah 68,7; 69,6 dan 60,9%.

Tepung bulu ayam dapat dijadikan sebagai bahan pakan sumber protein hewani di dalam ransum    pendamping tepung ikan. Guna meningkatkan penggunaannya perlu penelitian berkaitan dengan pengolahan-penggolahan secara enzimatis dengan memanfaatkan berbagai sumber bakteri proteolitik.Pemanfaatan lebih luas merupakan salah satu strategi dalam mengatasi pencemaran lingkungan yang disebabkan produksi limbah bulu ayam yang terus meningkat.s

Berbagai Sumber

(Visited 110 times, 1 visits today)

Related Articles