fbpx
Suara Peternakan

Tentang Pakan Hijauan, Manajemen dan Cara Pengembangannya

SUARAPETERNAKAN.COM – Hijauan berasal dari tanaman dalam bentuk daun-daunan yang terdiri dari rumput (graminae) ramban (leguminosa) dan hijauan dari tumbuhan seperti daun nagka, daun aur, daun waru dan sebagainya.

Hijauan memegang peranan penting karena mengandung semua zat yang diperlukan oleh hewan utamanya ternak, selain itu istimewa sebab bahan yang diberikan kepada ternak dalam jumlah yang besar. Ada dua jenis hijauan yaitu segar dan kering.

Hijauan segar terdiri dari rumput segar, leguminosa segar dan silage yang diberikan kepada ternak dalam bentuk segar. Sedangkan hijauan kering sengaja dikeringkan untuk dijadikan fermentasi jerami kering.

Faktor pembawa hijauan yaitu rumput memerlukan nitrogen yang diperoleh dari tahan dengan menghisap nirat atau amonia yang larut dalam air. Leguminosa menambahkan nitrogen ke dalam tanah, sebab ada bakteri pada bintil akar, dengan demikian leguminosa kaya akan sumber protein, Calsium dan Posfor bila dibandingkan graminase dan hijauan lainnya.

Pertumbuhan tanaman hijauan dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti keadaan tanah dipengaruhi oleh iklim yang sangat basah, tak begitu basah dan daerah kering. Perlakuan manusia seperti pemotongan dan pengolahan tanaman hijauan.

Pada ternak pemakan hijauan terdiri dari sistem alat monogastrik  atau perut tunggal seperti ternak babi dan bangsa unggas, makanan hijauan tergolong pada kandungan serat kasarnya tinggi. Sedangkan pada sistem pencernaan hewan ruminansia seprti kerbau, sapi, kambing dan domba sistem pencernaannya sempurna.

Rumen, reticulum, omasum dan abomasum mampu menampung jumlah makanan lebih banyak dan serat kasarnya tinggi. Pada ternak ruminansia standar pakan hijauan yang diberikan 10% dari berat hidupnya dan 1% makanan penguat.

Pengembangan produksi tanaman hijauan diperlukan skil dan pengetahuan khusus agar mendapatkan produksi hijauan yang lebih baik. Peternak wajib mengetahui topografi yang ideal yaitu Tanah datar dengan kelandaian kurang dari 2 derajat, Tanah beralun dengan kelandaian 2-5 derajat, Tanah berombak dengan kelandaian 5-8 derajat, Tanah bergelombang dengan kelandaian 8-12 derajat,  Tanah berbukit dengan lereng2 12-23 derajat dan Tanah curam dengan lereng dari 23 derajat.

Penanaman hijauan yaitu tanaman tunggal (monoculture) dan campuran. Cara penanaman tanaman tunggal hanya ditanam satu jenis tanaman saja. Pada pertanaman campuran merupakan campuran lebih dari satu jenis hijauan yang ditanam bersama-sama, misalnya jenis rumput dicampur denganleguminose.

Pertanaman campuran akan sangat bagus mutunya sebab leguminose dapat mensuplay nitrogen pada tanaman rumput, sehingga produksi bisa lebih baik dan menghemat pupuk. Pertanaman campuran merupakan sumber protein dan mineral yang berkadar tinggi bagi ternak, disamping memperbaiki kesuburan tanah.

Padang penggembalaan adalah penyediaan hijauan yang lebih ekonomis dan murah, seperti dalam pengembalaan pada ternak sapi, baik sapi potong atau sapi perah. Tujuan padang penggembalaan sangat efisien, sehingga perlu dikelola sebaik mungkin untuk memperoleh produksi yang kontinu.

Hal yang dilakukan yaitu pemotongan pakan hijauan pada tahun pertama, pemotongan bergilir (alternate grazing) atau sistem rotasi, pengembalaan (over grazing) harus dihindarkan, dan defoliasi yang terlalu ringan (under grazing) harus dihindari.

Sama halnya seperti pelaku bisnis lainnya, kesuksesan seorang peternak dapat dilihat dari besarnya peternakan yang dimiliki. Besar atau kecilnya peternakan diukur dari jumlah ternak, serta kuantitas dan kualitas produksi. Jika kualitas barang ditentukan oleh bahan bakunya, kualitas hasil ternak ditentukan oleh pakan ternak yang diberikan.

Diolah dari berbagai sumber

(Visited 79 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *