fbpx
Suara Peternakan

Tentang Komoditi Hasil Ternak

Tujuan utama beternak adalah mendapatkan manfaat dari hasil pengembangbiakan dan budidaya ternak. Berdasarkan ukuran ternak dibagi atas dua yaitu peternak besar seperti sapi, kerbau dan kuda. Sedangkan yang kedua adalah peternakan hewan kecil seperti ayam kelinci dan lain-lain. Berdasarkan jenisnya, ternak dibagi menjadi ruminansia dan nonruminansia.

Sumber: Ditjen PKH Kementan

Ternak yang dijadikan pilihan untuk diternakkan lalu diambil manfaat dan hasilnya. Jenis ternak tersebut diantaranya sapi potong, kerbau, sapi perah, domba, kambing, babi, kelinci, ayam, itik, mentok, puyuh, ulat sutera, belut, katak hijau dan ternak lebah madu.

Dalam usalah beternak kambing, selain diambil hasil dagingnya, kambing juga bisa dimanfaatkan kulitnya, kotoran, tulang. Pada jenis kambing tertentu dapat diambil hasil susu dan bulunya sebagai kain wol.

Pada usaha beternak lebah (Apis mellifera) untuk polinasi atau penyerbukan tanaman. Lebah ini didatangkan langsung dari Australia. Lebah ini biasanya digunakan untuk penyerbukan tanaman perkebunan utamanya dalam penyerbukan buah apel.

Kelinci juga banyak memiliki manfaat yaitu dagingnya untuk penambahan gizi, kulit dijadikan bahan industri serta kotoran dan air kencingnya dijual untuk dijadikan pupuk tanaman serta bahan bakar biogas.

Domba adalah ruminansia dengan rambut tebal dan dikenal oleh banyak orang. Domba dipelihara untuk dimanfaatkan rambut, daging, dan susunya. Namun, domba berbeda dengan biri-biri. Yang paling dikenal orang adalah domba peliharaan, yang diduga keturunan dari moufflon liar dari Asia Tengah bagian Selatan dan Barat Daya.

Perlu adanya manajemen yang baik agar memberikan keuntungan yang optimal bagi peternak. Manajemen ternak dalam pemeliharaannya yang diperhatikan antara lain, seleksi bibit, pakan, kandang, sistem perkawinan, kesehatan hewan, tata laksana pemeliharaan dan pemasaran.

Pakan yang berkualitas baik atau mengandung gizi yang cukup berpengaruh baik terhadap ternak. Pertumbuhan sehat, cepat gemuk, berkembangbiak dengan baik, jumlah ternak yang mati atau sakit akan berkurang, serta jumlah anak yang lahir dan hidup sampai disapih meningkat.

Pakan dapat menentukan kualitas ternak. Ternak yang diberi makanan bermutu (seperti ternak perah)akan menghasilkan pupuk yang berkualitas baik, sebaliknya ternak yang makanannya kurang baik juga akan menghasilkan pupuk yang kualitasnya rendah.

Sumber: Wikipedia

(Visited 76 times, 1 visits today)

Related Articles