fbpx
Suara Peternakan

Teknologi Melubangi Perut Sapi dengan Fistula Ala Peternak di Eropa

SUARAPETERNAKAN.COM – Teknologi Fistula bertujuan untuk membuat sapi lebih sehat dan dapat memproduksi susu lebih banyak. Fitsula merupakan salah satu cara atau eksperimen yang dilakukan oleh para peternak di Swiss dengan melubangi perut sapi.

Lubang diperut akan diberi selang eksternal untuk dihubungkan kebagian pencernaan sapi. Perut dilubangi sekira 20 cm, untuk mengetahui bagaimana proses pencernaan sapi dan makanan apa yang masuk ke perutnya.

Fistula atau Kanula mampu membantu para peternak untuk mendesai pakan sapi yang lebih baik, dapat meminimalkan untuk emisi gas rumah kaca dari sapi. Sehingga sapi juga akan sehat dan menjadi prima.

Selain pada sapi, Fitsula juga dapat digunakan pada domba dan kambing karena memiliki pencernaan serupa dengan sapi. Proses pembuatan lubang akan kerap dilakukan pada saat sapi berdiri.

Sebelumnya dilakukan pembiusan untuk mencegah rasa sakit yang ditimbulkan dalam pembuatan lubang pada dinding perut sapi. Selanjutnya sebuah tabung plastik tebal dimasukkan untuk menjaga lubang tetap melebar, yang kemudian pada prosesnya plasyik itu memiliki penutup, yang dapat dilepas jika peternak sedang memeriksa isi perut sapi.

Melalui fistula peternak bisa mengecek rumen yang terdapat dalam lambung sapi. Dengan demikian, sapi bisa terjaga nutrisinya, bertambah nafsu makan dan produksi susu bisa lebih besar lagi.

dikutip dari torto.id, “Orang-orang telah melihat umur panjang hewan dengan fistula dan mereka melakukannya dengan sangat baik,” kata Brian Aldridge, profesor klinis dan spesialis kedokteran penyakit dalam hewan di College of Veterinary Medicine di Illinois.

Sapi yang sudah difistulasi yang menjadi contoh saat ini adalah Brooke, sapi yang dirawat di University of Illinois. Brooke sudah bertahan hingga lima tahun dan dia tampak baik-baik saja. Bahkan Brooke membantu sapi-sapi yang lain untuk lebih produktif lagi.

Brooke memproduksi rumen yang baik. Rumen adalah salah satu bagian lambung ternak ruminansia (memamah biak) yang di dalamnya hidup berbagai mikroba seperti bakteri, protozoa, fungi dan yeast. Mikroba ini bertugas sebagai pelancar atau fermentor di dalam rumen tersebut.

Manajemen biosekuriti menjadi perhatian khusus peternakan, sapi fistulasi harus dalam kondisi sehat dan berasal dari kawanan yang sehat secara historis. Penuh hati-hati dalam penanganan penyakit umum seperti Salmonella dapat ditularkan lewat sapi yang sakit melalui isi rumen, serta penyakit lain seperti penyakit Johne dan penyakit bakteri kronis pada usus.

“Penularan penyakit selalu berisiko. Namun, kami belum pernah melihatnya sebagai komplikasi. Kami berusaha menjaga kesehatan hewan donor, dan melakukan tes darah rutin,” jelas Aldridge

Teknologi fistulasi terus berkembang. Penelitian berjudul Congenital nasolacrimal duct fistula in Brown Swiss cattle menjelaskan bahwa fistula secara klinis signifikan pada 12 hewan. Kesehatan yang dimiliki oleh sapi fistula bisa ditularkan ke anak-anak mereka.

Sumber: Tirto.id

(Visited 90 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *