fbpx
Suara Peternakan

Tahun 2019, Kementan Akan Distribusikan 20 Juta Ayam dan Itik Kepada 400.000 RTM

SUARAPETERNAKAN.COM – Kementrian Pertanian (Kementan) akan distribusikan 20 Juta ayam atau itik kepada 400.000 Rumah Tangga Miskin Pertanian (RTMP) tahun 2019. Kemantan juga akan memfokuskan kegiatan percepatan peningkatan populasi dan produksi sapi atau kerbau melalui Upsus Siwab dan pengentasan kemiskinan melalui program bedah kemiskinan rakyat sejahtera.

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di IPB International Covention Center (IICC) Botani Square, Bogor, Rabu (16/1/2019).

Pada kesempatan Rakernas dilakukan penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2019 oleh masing-masing pimpinan baik dari instansi pusat maupun daerah dengan Dirjen PKH. Dalam Perjanjian tersebut masing-masing pinpinan unit kerja berkomitmen untuk mewujudkan tercapainya target kinerja yang telah ditetapkan sesuai dengan alokasi anggaran yang diterima.

Rakernas ‎tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas`yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan provinsi se-Indonesia dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), serta Eselon 2 lingkup Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Prioritas tahun 2019 yaitu peningkatan produksi peternakan dan pengentasan kemiskinan. Kegiatan upaya khusus sapi indukan wajib bunting tetap dilanjutkan dengan target 3 juta akseptor.

I Ketut Diarmita menjelaskan bahwa Kementan pada tahun ini menargetkan bantuan unggas lokal (ayam atau itik) sebanyak 20 juta, naik 100% dari target 2018 yang hanya 10 juta ekor. “Target ini naik 100%, dari 200.000 rumah tangga miskin pertanian tahun 2018 naik menjadi, 400.000 RTMP ‎tahun 2019,” ungkapnya.

Tahun 2018, Ditjen PKH telah mendistribusikan ayam atau itik sebanyak 6 juta ekor beserta paket bantuan pakan dan obat-obatan terhadap 120.000 RTMP. Sedangkan pada tahun 2019, Ditjen PKH akan mendistribusikan bantuan ayam atau itik sebanyak 12 juta ekor beserta paket bantuan pakan, obat-obatan, dan kandang terhadap 240.000 RTMP.

Ditjen PKH tetap fokus pada peningkatan produksi pakan ternak, pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan, penyediaan benih dan bibit, produksi ternak, serta peningkatan pemenuhan persyaratan produk hewan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Tahun ini, kementan fokus dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian, pengentasan kemiskinan melalui program BEKERJA, pengembangan lahan rawa (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani/SERASI), Obor Pangan Lestari (OPAL), dan mengembalikan kejayaan rempah-rempah.

Skema bantuan ternak dalam program BEKERJA ‎dilakukan dengan memberikan bantuan ternak berupa unggas lokal (ayam atau itik), kambing atau domba beserta kandang dan pakan, serta obat-obatan, dan bimbingan teknis yang ditujukan kepada RTMP.

Pada kesempatan tersebut, I Ketut Diarmita berharap agar seluruh kegiatan yang menggunakan DIPA Ditjen PKH, baik di pusat maupun daerah, harus mempertimbangkan aspek efisiensi dan akuntabilitas.

“Saya akan melakukan pengecekan terhadap alokasi penggunaan anggaran untuk pembangunan peternakan dan kesehatan hewan,” ujarnya.

Dalam 10 tahun Meksiko mampu mengembangkan sapi potong di UPT perbibitannya, sehingga saat ini Meksiko menjadi negara pengekspor. Demikian juga halnya dalam pengembangan pakan juga harus diperkuat data potensi lokasi dan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pakan.

Sumber: http://ditjenpkh.pertanian.go.id

(Visited 33 times, 1 visits today)

Related Articles