fbpx
Suara Peternakan

Tahukah Anda, Berapa Suhu tubuh Normal pada Ternak?

SuaraPeternakan.com – Hewan homeoterm secara terus menerus menghilangkan dan memproduksi panas ke lingkungan, artinya adanya pertukaran panas antara tubuh dan lingkungannya.  Terdapat perbedaan antara bagian permukaan tubuh dengan suhu rendah dan permukaan tubuh dengan suhu tinggi. Termasuk bagian pusat tubuh dan penutup tubuh.

Penutup tubuh terdiri dari rambut pada mamalia dan bulu pada aves bekerja sebagai peredam atau menyangga panas. Pusat tubuh adalah  otak, organ-organ dalam rongga dada, rongga abdomen, dan perototan.

Untuk indikator pengukuran suhu pusat tubuh yaitu dengan mengukur suhu rektal. Selain itu untuk mendapatkan suhu yang mewakili suhu pusat tubuh adalah suhu darah yang meninggalkan jatung, darah yang mengalir meninggalkan hipotalamus dan suhu membran timpani.

Menurut Prof. Dr. Ir. Prawira Rahardja dalam bukunya yang berjudul ilmu lingkungan ternak, bahwa suhu tubuh normal pada mamalia antara 36 dan 40 0C. Tidak adanya kolerasi antara suhu tubuh dengan ukuran tubuh ternak. Suhu tubuh yang normal juga dipengaruhi oleh tubuh.

Fetus memiliki suhu tubuh lebih tinggi dibanding induk yang mengandungnya. Setelah lahir suhu tubuh berkembang sempurna. Suhu tubuh akan menurun seiring bertambahnya umur. Sebagai contoh, ternak babi dari 40,0 menjadi 39,0  0C dan kuda dari 38,7 menjadi 37,8 0C.

Menurut Dawson dan Whittow (2000) bahwa Unggas memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi dibanding spesies mamalia. Rataan suhu tubuh pada kalkun adalah 41,2  0C, burung dara 42,2 0C, ayam 41,5 0C, itik 42,1 0C, pinguin 39 0C, burung unta (ostrch) 38,3 0C, burung emu 38,1 0C.

Spesies tubuh unggas yang bertubuh kecil memiliki suhu tubuh normal lebih tinggi dibandingkan unggas yang bertubuh besar. Karena produksi panas yang tinggi pada unggas yang bertubuh kecil.

Suhu tubuh akan meningkat selama makan, aktivitas fisik (otot), estrus dan akhir masa kebuntingan. Suhu tubuh akan menurun selama puasa, minum banyak air dingin. Mekanisme yang mengontrol tidur dan bangun juga berhubungan terjadinya fluktuasi suhu tubuh harian.

Hewan atau ternak yang aktif pada siang hari dan istirahat pada malam hari memiliki suhu tuguh yang maksimal saat menjelang sore, dan suhu minimum menjelang pagi. Sebaliknya hewan atau ternak yang aktif pada malam hari dan istirahat pada siang hari memiliki suhu yang maksimum.

 Pada domba yang mendapatkan pakan, suhu darah arterinya menunjukkan ritme fluktuasi suhu tubuh yang polifase. Pada saat domba dipuasakan menunjukkan pola monofase. Pembalikan waktu siang dan malam akan mengakibatkan perubahan pengaturan suhu tubuh pada kondisi yang baru. Diperlukan beberapa hari untuk menetapkan ritme suhu tubuh yang baru.

Selama 24 jam adalah ukuran tingkat kestabilan pada mamalia berfluktuasi antara 1 0C dan 3 0C. Suhu tubuh terendah dimiliki unta dan kerbau termasuk hewan poikiloterm dan yang tertinggi adalah domba. Rendah menunjukkan tingkat fluktuasi suhu tubuh yang luas. Fluktuasi suhu tubuh mengikuti fluktuasi musiman suhu lingkungan.

Fluktuasi suhu tubuh terjadi akibat adanya siklus reproduksi. Hasil penelitian pada sapi, pada induk menunjukkan suhu tubuh terendah sesaat sebelum estrus, suhu tubuh tinggi saat estrus dan kembali rendah sewaktu ovulasi, kemudian meningkat lagi selama fase luteal.

 ***

(Visited 56 times, 1 visits today)

Related Articles