fbpx
Suara Peternakan

Surga Para Kucing

SUARAPETERNAKAN.COM- Kucing merupakan jenis hewan mamalia yang paling banyak peminatnya di dunia. Banyak orang yang menyukai kucing, utamanya kucing peliharaan. Kelebihan kucing peliharaan bisa menemani saat sedang sendirian di rumah dan bisa juga menjadi hiburan tersendiri dikala kita galau, bingung dan sedih.

Ada ratusan kucing yang hidup di muka bumi ini, bagi pecinta kucing tentu tak asing mendengar surga bagi para kucing. Surga para kucing tersebut terdapat di Ainoshima, Jepang. Benua Eropa yang dijuluki sebagai Koshlandia juga memiliki wilayah yang dihuni oleh ribuan kucing. Selain itu surga kucing ada juga di Pulau Dea-dea, Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Selatan. Terdapat juga surga kucing liar di Pekanbaru.

Pulau Ainoshima yang luasnya 3,14 Km disebut surga kucing karena di pulau tersebut telah dihuni oleh ratusan hingga ribuan kucing.

Surga Kucing di Desa Kecil Barat Siberia

Bagi yang ingin melihat ratusan kucing Siberia, bisa mengunjungi channel YouTube  Alla Lebedava dengan nama adventures of  Khoshlandia. Alla Lebedeva selalu mengunggah video kucing-kucingnya di YouTube.

Ada yang unik dengan peternakan milik Alla Lebedeva yang terletak di sebuah desa kecil di barat Siberia. Tempat tersebut dijuluki Khoshlandia yang artinya tanahnya kucing-kucing. Alla dan suaminya Sergey memiliki kucing pertama pada 2003. Seekor kucing Siberia cantik, bulunya setengah panjang dan menamainya Babushka.

Kucing itu terus berkembang biak, yang awalnya kucing Babushka hanya melahirkan lima anak kucing.

Dikutip dari berbagai sumber, Setiap kali ada orang bertanya berapa banyak kucing yang tinggal di Koshlandia, Alla akan menjawab, “Sejuta. Mungkin lebih.”

Surga Kucing di Pulau Polewali Mandar

Anda pecinta binatang khususnya kucing-kucing cantik, bisa jalan-jalan ke pulau di Polewali Mandar, Sulawesi Selatan. Tempat ini hidup ratusan kucing dari berbagai jenis dari sejak puluhan tahun lalu. Meski kucing di pulau tersebut tidak dipelihara oleh pencinta binatang atau pemerintah. Namun kucing-kucing ini terus tumbuh dan berkembang biak.

Pulau yang tak berpenghuni manusia ini disebut pulau kucing karena banyak dijumpai beberapa jenis kucing yang terus berkembang biak secara alamiah.  

Dilansir dari kompas.com, Kepala Dinas Pariwisata Polewali Mandar, Darwin Badaruddin menyebutkan ratusan kucing yang hidup dan berkembang biak secara alamiah menjadikan Pulau Dea-dea makin lekat dengan sebutan Pulau Kucing. Tak heran jika warga yang datang ke lokasi ini bisa menyaksikan aneka kucing cantik dan sehat bertebaran di pulau ini.

Surga Kucing Liar di Pekanbaru

Dikutip dari Antara, di Pekanbaru, Riau, seorang psikolog anak memiliki sebuah rumah penyelamatan kucing. di mana kini dia memiliki 149 ekor kucing, yang telah diselamatkannya sejak tahun 2005.

Zaman Mesir Kuno, Kucing Pembawa Keberuntungan

Ada cerita lain di Mesir, ketika berebutan kucing, orang mesir bisa berperang.  Menurut orang-orang pada zaman Mesir Kuno, kucing membawa keberuntungan bagi orang yang memeliharanya.

Sciencemag.com menyebutkan, ketika mati, kucing akan diperlakukan layaknya manusia. Mayatnya diawetkan menjadi mumi. Keluarga pemilik kucing yang berkabung bakal mencukur habis alisnya. Masa berkabung terus berlanjut hingga alis mereka tumbuh.

Patung dan lukisan kucing peninggalan peradaban Mesir Kuno menjadi bukti kesakralan kucing di masa lalu. Dalam mitos Mesir Kuno, dewa dan dewi punya kekuatan besar bertransformasi menjadi berbagai jenis hewan. Namun hanya ada satu dewi pelindung bernama Bastet yang memiliki kekuatan berubah jadi kucing.

Kucing bukan cuma dianggap berharga oleh rakyat Mesir Kuno. Penguasa Mesir Kuno pun begitu. Kucing dilarang diekspor ke luar negeri. Pelanggar akan dihukum berat. Bahkan, ada beberapa penguasa yang mengirim tentara untuk merebut kembali sejumlah besar kucing yang telah diambil dari Mesir. (*)

Diolah dari berbagai sumber

(Visited 79 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *