fbpx
Suara Peternakan

Sistem Perkandangan dan Cara Budidaya Burung Merpati dalam Kandang

Suarapeternakan.com – Salah satu syarat wajib yang dibutuhkan untuk memelihara burung merpati adalah kandang. Kandang  digunakan untuk tempat tinggal merpati, tempat berkembangbiak, setingan burung saat giring, tempat menjodohkan burung merpati, dll.

Pada prinsipnya, ada 2 macam kandang merpati, yaitu kandang pasangan tunggal (single-pair) dan kandang pasangan ganda (multiple-pair). Sebaiknya kandang diletakkan ditempat-tempat yang tinggi dari permukaan tanah, terlindung angin, hujan serta predator (pemangsa).

Kandang pasangan ganda (multiple pair) digunakan jika ada lebih dari 8 pasang merpati. Kandang merpati potong. Agar pertumbuhan dagingnya optimal, sebaiknya menggunakan kandang baterai.

Kandang seharusnya menghadap ke arah sinar matahari, akan tetapi untuk Indonesia (tropis) tidak masalah karena cahaya matahari tersedia dalam jumlah yang melimpah. Kalau kita memperhatikan di perdesaan atau lingkungan kota, kandang merpati (pegupon) ditempatkan di depan rumah atau di atas rumah akan tetapi tetap mengikuti prinsip-prinsip di atas.

Peralatan untuk beternak burung merpati tidaklah semahal yang kita bayangkan, bahkan peralatan ala kadarnya pun sudah cukup. Peralatan yang diperlukan untuk beternak merpati antara lain tempat pakan, minum, tempat untuk grit, nesting bowl, dan tenggeran.

Tempat pakan, minum dan grit bisa kita beli di pasar-pasar burung atau kalau ingin berhemat kita buat dari bambu pun jadi, sedangkan untuk sarang kalau bisa berbentuk cekung. Bentuk yang cekung akan dapat membuat nyaman merpati untuk mengerami telurnya dan mencegah anaknya yang masih kecil terjatuh.


Produksi susu merpati akan semakin berkurang dengan bertambahnya umur,
Kandang yang kotor atau padat kemungkinan adanya penyakit atau parasit, seperti kutu dan kuman, pakan yang basi dapat menyebabkan burung merpati akan sakit. Untuk tips penangannya agar terhindar dari penyakit yaitu kandang dibersihkan maximal satu minggu sekali. Buatlah kandang baru jika burung merpati sudah terlalu banyak agar terhindar dari kepengapan.

Kandang yang digunakan untuk beternak burung merpati biasanya berukuran panjang 50 cm x lebar 40 cm x tinggi 35 cm. Dalam satu kandang, disarankan hanya memasukkan 4 ekor merpati. Selain itu, letakkan tempat untuk bertengger dan lapisan dalam kandang supaya burung bisa tetap hangat. Pastikan juga kandang tidak lembab dan diberikan alas di bagian dasar kandang sebagai tempat penampungan kotoran. Sanitasi kandang merpati juga harus dijaga.

Menjodohkan Merpati, dilakukan dengan cara menempatkan dua sangkar terpisah untuk jantan dan betina dan letakkan secara berdampingan agar bisa saling mengenal. Ketika kedua indukan sudah terlihat saling menyukai satu sama lain, maka bisa disatukan dalam satu kandang. Tetapi biarkan kedua indukan dalam beda sangkar jika merpati jantan masih terlihat galak.

Mengawinkan Merpati, pada saat kedua merpati memperlihatkan tanda mau kawin, maka kedua indukan bisa dimasukan ke dalam pegupon pada malam hari, dan kemudian dipindahkan ke kandang besoknya. Supaya bisa kawin. Setelah matahari tinggi, merpati bisa dimasukkan ke dalam gupon, diberi makan, dan dikawinkan kembali pada malam hari. Burung merpati akan giring sesudah 2 – 3 hari tergantung dari karakter jantan. Ketika giring sudah mencapai 5 – 7 hari, merpati betina akan mulai menunjukkan ciri-ciri mau bertelur.

Pengeraman Telur, Hal yang penting dalam budidaya burung merpati dalam kandang adalah pengeraman telur. Pengeraman telur biasanya dilakukan selama 19 – 22 hari hingga menetas. Tidak ada perawatan khusus untuk induk pada saat mengerami telur. Hanya saja ketika induk betina sudah mengerami telur lebih dari 10 hari, sebaiknya diberikan pakan bernutrisi seperti kacang tanah, kacang hijau, atau milet. Berikan juga suplemen atau vitamin untuk menjaga kesehatan induk.

Penetasan Telur, untuk penetasan telur, yang perlu dipersiapkan adalah sarang yang terbuat dari jerami dan dimasukkan ke dalam kandang. Sarang juga harus diletakkan di wadah datar supaya tidak jatuh atau menggelinding dan bisa dierami dengan baik. Sarang bisa dibuat dengan bentuk mangkuk dan berdiamter 15 cm.

Bahan Sarang Pengeraman, bahan terbaik untuk membuat sarang pengeraman adalah tembako karena bakteri tidak akan berkembang biak di bahan ini. Cara pembuatannya adalah dengan memotong batang tembakau sepanjang 20 cm, di gepreng, dan disuwir. Setelah disuwir, batang tembakau dijemur hingga kering. Jika kesulitan untuk mendapatkan batang tembakau, bisa diganti dengan daun cemara kering atau ranting kering berukuran kecil.

(Visited 297 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *