fbpx
Suara Peternakan

Sistem Perkandangan dalam Beternak Burung Puyuh

Suarapeternakan.com – Kandang digunakan untuk tempat tinggal, tempat beraktivitas burung puyuh setiap hari, yang sekaligus juga tempat bertelur. Kondisi kandang sangat mempengaruhi terhadap produktivitas burung puyuh. Kandang yang nyaman akan membuat burung puyuh lebih sehat dan lebih produktif.

Kandang yang banyak digunakan dalam pemeliharaan burung puyuh yaitu kandang sistem liter dan sistem sangkar (kandang baterai). Letak kandang diatur sedemikian rupa sehingga kendang cukup mendapatkan sinar matahari.

Suhu dan kelembaban kendang perlu diperhatikan. Suhu yang ideal untuk pertumbuhan puyuh yaitu 20-25 derajat celcius dan kelembapan 30-80%. Kondisi kandang sangat mempengaruhi terhadap produktivitas burung puyuh. Kandang yang nyaman akan membuat burung puyuh lebih sehat dan lebih produktif.

Kepadatan kandang juga perlu diperhatikan. Kendang sangat berperan terhadap daya hidup, produksi puyuh, dan biaya produksi. Umur 1-10 hari (anak puyuh) tingkat kepadatan 90-100 ekor/ meter persegi, umur 10 hari (lepas sapih) tingkat kepadatan 60 ekor/meter persegi, puyuh dewasa tingkat kepadatan 40 ekor/meter persegi.

Beberapa persiapan awal untuk syarat yang dibutuhkan untuk pembuatan kandang burung puyuh, yaitu, pertama agar kondisi kandang tersebut tidak terlalu lembab, maka aturlah sepaya letak kandang akan tetap terkena sinar matahari, kedua kelembaban kandang setidaknya hanya berkisar 30 hingga 80%.

Ketiga, burung puyuh memerlukan bantuan penerangan untuk kandang sekitar 25 hingga 40 watt pada waktu siang dan 40 hingga 60 watt pada malam hari. Sedangkan untuk temperatur normal atau idealnya, sekitar 20 hingga 25 derajat C.

Sedangkan persiapan kandang atau tempat pemeliharaan buyung puyuh ini biasanya terdapat 2 pilihan yang biasa di terapkan oleh para perternak burung puyuh, yaitu : sistem sangkar atau baterai dan sistem litter atau lantai sekam seperti yang digunakan pada Cara Budidaya Ayam Petelur. Sedangkan persiapan tempat atau kandang untuk budidaya burung puyuh ini sendiri sebenarnya memerlukan beberapa jenis kandang atau tempat. 

Perlengkapan dan peralatan kandang puyuh yang diperlukan berupa wadah pakan, wadah minum, dan tempat telur. Kendang starter (1 hari – 3 minggu) perlu dilengkapi dengan pemanas (brooder).

Kandang yang digunakan untuk proses pembibitan

Kandang yang akan dipakai untuk proses pembibitan tentunya akan memiliki pengaruh langsung terhadap peforma dan produktifitas dari burung puyuh yang akan menghasilkan telur yang bagus dan juga berkualitas. Ukuran atau besarnya kandang dalam proses ini tentunya di pengaruhi oleh jumlah puyuh yang akan anda ternak nantinya.

Kandang Indukan

Kandang indukan memiliki jenis, ukuran dan bentuk serta kebutuhan – kebutuhan dari segi peralatan yang akan sama tentunya. Sedangkan khusus untuk ukurannya atau lebar kandang, bisa menyesuaikan dengan ukuran kandang pembibitan atau bisa lebih besar.

Kandang untuk Anak Burung Puyuh

Setelah menetas, anak puyuh berumur  satu hari hingga dua atau tiga minggu akan menggunakan jenis kandang khusus anak burung puyuh. Kandang brooder di khususkan untuk memberikan panas yang cukup. Ini sangat dibutuhkan para anakan puyuh.

Dalam kandang brooder di lengkapi dengan alat pemanas ruangan. Untuk memuat 90 hingga 100 ekor anak puyuh anda hanya memerlukan ukuran kandang dengan panjang 100 cm, tinggi 40 cm, lebar 100 cm dan tinggi kaki hingga 50 cm.

Kandang pertumbuhan anak puyuh

Kandang yang digunakan berupa kawat ram atau kandang yang memiliki jenis yang sama dengan kandang yang di gunakan untuk para induk petelur. Anak puyuh yang berumur 3 hingga 6 minggu akan di pindahkan ke kandang ini begitu juga dengan anak puyuh yang berumur lebih dari 6 minggu.

Hal yang perlu diperhatikan dalam membangun kandang puyuh

Lokasi

Letak kandang burung puyuh sangat menentukan keberhasilan usaha di masa depan. Karena burung puyuh merupakan ternak yang sangat sensitif, ada beberapa syarat dalam pembuatan kandangnya, antara lain, letakkan kandang di tempat yang jauh dan sumber kebisingan. Burung puyuh akan stres bila berada di tempat yang bising. 

Lokasi kandang harus jauh dan permukiman penduduk. Kotoran burung puyuh memiliki kadar protein tinggi sehingga bilamana penanganannya kurang disiplin maka akan terjadi penguraian gas amonia di tempat pengumpulan kotoran. Akibatnya, akan muncul bau yang tajam yang tentu sangat mengganggu penduduk di sekitar kandang. 

Memiliki sirkulasi udara yang baik. Burung membutuhkan udara segar untuk hidup sehat dan agar produksi telurnya maksimal. Meski begitu bukan berarti burung puyuh boleh terkena angin keras. 

Jauh dari peternakan ayam ras. Hindari ternak puyuh berada dalam satu lokasi dengan ternak lain. Jangan membangun peternakan burung puyuh di bekas kandang ayam ras yang telah bangkrut. Hal ini untuk mencegah terjadinya serangan penyakit yang dulu pernah menyerang peternakan ayam ras tersebut.

Memiliki sumber air yang berlimpah. Air sangat dibutuhkan oleh burung puyuh setiap hari. Meski tidak berlebihan seperti pada ternak bebek, air tetap harus selalu ada setiap hari. Jaga jangan sampai burung puyuh kekurangan air karena akan dapat menimbulkan kanibalisme di antara mereka.

Cara pembuatan kandang

Buat kandang dengan ukuran yang tepat. Kandang yang ideal bagi burung puyuh petelur yaitu: Panjang maksimal :200 cm

Lebar maksimal : 75 cm

Tinggi maksimal : 32 cm

Kolong kanang terbawah : 30 – 40 cm dari lantai

Isi kandang dengan kepadatan 50 ekor burung per meter persegi atau 100 ekor anak burung per meter persegi. Kandang harus memiliki cukup ventilasi dan sinar matahari yang masuk. Dinding kandang terbuat dari kawat ram atau loket. Tersedia tempat makan dan tempat minum yang cukup.

Sebaiknya lantai kandang terbuat dan kawat berlubang lubang (kawat ram atau kawat loket). Jangan sampai berlantai tanah atau ubin. Di bawah kawat ram ini diletakkan papan penampung kotoran yang terbuat dan triplek yang dilapisi seng tipis agar tahan lebih lama. 

Dinding kandang sebaiknya terbuat dan kawat ram semuanya sehingga udara segar dapat masuk dengan bebas. Karena burung puyuh sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, kandang burung puyuh hendaknya diletakkan di ruangan yang aman, terhindar dan hembusan angin langsung, sehingga tidak kedinginan dan terganggu suara bising.

Sanitasi Kandang

Banyak peternak yang kurang memedulikan sanitasi kandang ternaknya, bahkan menganggap sanitasi kandang tidak penting meski sebetulnya kebersihan kandang sangat penting bagi kesehatan hewan ternak, terutama untuk mencegah serangan penyakit dan gangguan lain.

Sanitasi kandang meliputi hal – hal, pembersihan kandang dan sisa-sisa makanan yang tercecer, pembersihan kotoran di dalam kendang, pembersihan sekitar lokasi kendang, pembersihan tempat minum dan tempat makan, pembersihan alat-alat peternakan yang digunakan.

Untuk menyempurnakan kebersihan kandang burung puyuh. Kandang perlu disemprot menggunakan larutan desinfektan. Pertama-tama harus dilakukan pembersihan terhadap alas kandang dan kotoran. Dengan begitu, burung akan terhindar dan pencemaran kuman dan jamur. 

Tempat minum dan tempat makan juga harus dibersihkan. Kalau perlu rendam dahulu dengan larutan desinfektan kemudian dibilas air bersih, ditiriskan sampai kering baru kemudian dipasang lagi di dalam kandang. Apabila semua itu dilakukan dengan benar, burung puyuh tidak akan mudah terserang penyakit. 

Sebaiknya kotoran burung puyuh dibuang setiap hari. Paling lama dua hari sekali kotoran harus dibersihkan, tidak dibiarkan menumpuk sehingga menjadi sumber penyakit. Cara penanganannya sangat mudah. Setiap kandang dilengkapi alas untuk tempat kotoran yang sewaktu-waktu dapat ditarik keluar. Kotoran di atasnya dibuang ke tempat penampungan. Alas tersebut alu dibersihkan sampai bersih. Kalau perlu dicuci dan disemprot larutan desinfektan, ditiriskan. Setelah kering baru dipasang kembali. Hal ini harus dilakukan secara rutin. 

Lakukan pengontrolan kandang burung puyuh setiap sore atau menjelang malam. Pengontrolan ini merupakan saat penting untuk mengetahui kekurangan atau kelemahan lay out kandang dan berbagai hal lain yang dapat menyebabkan burung puyuh mudah terserang penyakit.

Peralatan dalam Beternak Burung Puyuh

Tempat makan yang cocok adalah yang memiliki tinggi 5 cm dan lebar 5 cm, harus memiliki bibir pada pinggir selebar setengah cm untuk mencegah makanan tercecer keluar. Untuk burung puyuh umur 1 hari sampai 2 minggu sebaiknya tidak diberi tempat makan khusus. Makanan untuk anak burung puyuh itu cukup ditaburkan di atas kertas koran yang diletakkan di dasar kandang.

Setelah umurnya Iebih dan 2 minggu, burung puyuh harus diberi makan dengan tempat makan khusus. Burung puyuh suka mengais-ngais makananny hingga berceceran dan terbuang percuma. Untuk mencegahnya, tempat makan sebaiknya dikotak kotak, hanya cukup untuk memasukkan kepala, tidak termasuk kaki. 

Tempat makan dapat diletakkan di dalam kandan atau menempel di luar kandang agar lebih praktis perawatan dan pengisian pakannya.  Tempat makan harus tersebar di seluruh ruangan kandang, cukup untuk melayani semua. Bila hanya ada satu tempat makan maka burung puyuh akan berebut pada waktu makan. Kadang tempat makan ditempatkan menyatu dengan kandangnya.

Tempat minum anak burung puyuh umur 1 sampai 14 hari sebaiknya diberi batu kecil atau kelereng untuk mencegah anak burung puyuh masuk dan mati karena tertindih yang lain sewaktu berebut minum. 

Di pasar banyak dijual tempat minum (syphon) khusus untuk anak burung puyuh, yang sudah disekat-sekat untuk mencegah anak burung puyuh mati tenggelam di dalam air minumnya sendiri. Kita juga dapat membuat tempat air minum sendiri, yaitu menggunakan jalur pengaman pada piring yang dapat mencegah anak burung puyuh tenggelam. 

Tempat minum masa layer biasanya sudah menyatu dengan kandangnya sehingga ditempatkan di luar kandang, menempel begitu saja. Pada kandang postal, tempat minum dan tempat mkan sudah diatur sedemikian rupa sehingga makanan dan minuman dapat mengalir secara otomotif.

Burung puyuh mempunyai sifat jelek, yaitu kanibalisme. Apabila kandang kurang Puas maka akan menyebabkan penghuninya berdesak-desakan. Hal itu dapat menimbulkan perkelahian di antara mereka. Bila demikian, sifat kanibalismenya akan muncul. Produksi telurnya akan terganggu dan pertumbuhannya akan menjadi jelek. 

(Berbagai sumber)

(Visited 244 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *