fbpx
Suara Peternakan

Sejarah Pacuan Kuda di Belahan Dunia

Suarapeternakan.com – Pacuan kuda adalah olahraga kuda, sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Bentuk utama pacuan kuda yang popular saat ini adalah pacuan kuda Thoroughbred, Herness racing. Ini juga popular di daerah sebelah timur Amerika Serikat. Dan lebih populer lagi dibandingkan pacuan thoroughbred di Kanada dan beberapa bagian Eropa.

Awalnya pacuan kuda sering menggunakan kereta-kereta. Dan ini biasanya dilakukan pada zaman kekaisaran Romawi. Pacuan kuda ini juga terdapat dalam berbagai mitologi di wilayah Eropa. Selain pacuan kuda berkaitan dengan judi, pacian kuda juga disebut dengan  Olahraga Raja.

Bentuk Pacuan Kuda

Pacuan kuda di dunia dibagi menjadi 2. Toroughbred Race dan Harness Race. Toroughbred adalah pacuan kuda biasa dimana dibagi menjadi 2 bagian lagi yakni Flat Race (pacuan bisa) dan Jumping Race (pacuan dengan menggunakan rintangan, seperti lari gawang). Toroughbred Race merupakan pacuan yang paling populer di seluruh dunia. Adapun Harness Race adalah pacuan kuda dengan menggunakan kereta. Tetntunya keretanya memiliki ukuran lebih kecil dari kereta zaman Romawi. Harness lebih terkenal di daerah Canada dan beberapa daerah Eropa.

Pacuan kuda memiliki tingkat sendiri ditiap lombanya. Dan untuk berlaga ditingkat selanjutnya, kuda harus masuk posisi 5 besar pada tingkat sebelumnya. Tingkatannya adalah sebagai berikut :

  • Maiden Race (balapan untuk kuda pemula)
  • Class D (berada 1 tingkat diatas Maiden Race)
  • Class C (berada 1 tingkat diatas Class D)
  • Class B
  • Class A
  • Grade III
  • Grade II
  • Grade I (merupakan tingkatan tertinggi dalam pacuan. Grade I Race pesertanya minimal telah masuk Grade III. Dan Grade I dibagi menjadi 2 yakni untuk kuda lokal dan untuk internasional.)

Tiap Negara memiliki kegiatan pacuan kuda yang berbeda, berikut jenis pacuan kuda dibelahan dunia.

Pacuan kuda di Eropa

Sejarah pacuan kuda di Irlandia, setiap tahun banyak para penggemar pacuan kuda Irlandia yang mengunjungi tempat penting dalam kelender perburuan nasional, yaitu Festival  Cheltenham. Kuda-kuda yang dimiliki Irlandia yang dikembangkan disana telah mendominasi pertandingan ini.

Irlandia dengan industri pembiakan thoughbred yang maju, didorong oleh sistem pajak yang menguntungkan.

Adapun pejantan thoroughbred terbesar di dunia, Coolmore Stud. Adaoin pelatih Irlandia terkenal yaitu Demot Weld, John Oxx, dan Aidan O’Brien. Selain itu joki-joki penting antara lain adalah Kieren Fallon, Michael Kinane, Johnny Murtagh, Ruby Walsh dan Paul Carberry.

Pemenang pertama kali Piala emas, Best Mate juga berasal dari Irlandia, Rem Rum adalah sangat hebat dibiaakkan di negara ini hingga pindah menyebrangi Laut Irlandia untuk dilatih.

Pacuan Kuda di Asia

Beberapa pusat pacuan kuda yang penting adalah di Hong Kong, Makau, dan Malaysia. Jakarta pada tahun 1970-an dibuka gelanggang pacuan kuda di daerah Pulo Mas, Jakarta Timur, namin pada tahun 1980 an ditutup seiring dengan dilarangnya kegiatan perjudian di Indonesia.

Pacuan Kuda di Indonesia

Pacuan kuda merupakan ssalah satu cabang olahraga yang diselenggarakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Dibeberapa daerah seperti di Bima (NTB) pacuan kuda masih cukup populer, bahkan disana kebanyakan anak-anak yang menajdi jokinya.

Pacuan Kuda di Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Garut

Pacuan kuda memiliki sejarah yang panjang di Jawa Barat. Kegiatannya mulai digelar di Bandung selama dua hari pada 13-14 Mei 1853. Pacuan kuda pertama dibentuk di Priangan, yakni Preanger Wedloop Societeit. Setelah itu, klub kuda pacu dibuat di Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Garut berikut perlombaannya. Seiring perkembangan zaman, minat terhadap pacuan kuda pun menyusut.

Pacuan kuda yang diselenggarakan PWS mendorong lahirnya klub-klub lainnya di Jawa Barat, bahkan di Priangan sendiri PWS berdiri klub-klub lain. Di Bogor berdiri Buitenzorgsche Wedloop Societeit pada 1873.

Wahana pacuan kudanya di dekat Air Mancur (Stadion Pajajaran). Klub ini bahkan mengisi kevakuman yang dialami oleh PWS pada 1870-an. Untuk penggemar balap kuda di wilayah Sukabumi dan sekitarnya ada West Preanger Wedloop Societeit (WPWS) yang didirikan pada 1892.

Lapangan pacunya di Soenia Wenang (Parungkuda) dan Cibolang, Cisaat. Sementara di Priangan sebelah timur berdiri Oost Preanger en Galoeh Wedloop Societeit dan Soekapoerasche Wedloop Societeit, kemudian Oost Preanger Wedloop Societeit. Semuanya mulai diselenggarakan pada awal abad ke-20.

Pacuan Tradisional Gayo di Aceh

Pacuan Tradisional Gayo didelenggarakan 2 (dua) kali setiap tahunnya di Kabupaten Aceh Tengah yaitu bulan Februari memperingati HUT Kota Takengon dan bulan September memperingati HUT RI. Beberapa tahun belakangan ini di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam sudah ada pemekaran kabupaten yaitu Pemkab.

Lomba Pacuan Kuda Tradisional Gayo diselenggarakan  1 (satu) tahun sekali dan kuda-kuda dari 3 (tiga) kabupaten inilah yang selalu ikut dalam acara ini. Pacuan kuda di Takengon, sudah sejak jaman kolonial belanda diselenggarakan tapi setelah panen hasil pertanian menurut sejarahnya dan anehnya joki nya disebut joki cilik umumnya masi duduk dibangku SMP dan saat menunggang kuda tersebut tanpa dikenakan pelana. Kuda-kuda ini adalah hasil persilangan kuda Australia dan kuda gayo yang kecil-kecil yaitu bantuan dari pemerintah setempat, sekarang kuda-kuda gayo tersebut sudah mulai tinggi-tinggi.

Pacuan Kuda Tradisional di Jeneponto, Sulawesi Selatan

Kabupaten Jeneponto yang terletak di Sulawesi Selatan (Sulsel) dikenal sebagai kota kuda. Secara historis, warga Kabupaten Jeneponto telah akrab dengan kuda sejak jaman kerajaan Gowa. Kabupaten seluas 749,79 kilometer persegi itu dijuluki sebagai kota kuda, karena  sudah menjadi bagian keseharian masyarakatnya, melebur bersama kearifan lokalnya. Selain untuk keperluan pertanian dan alat transportasi, kuda juga dijadikan sebagai hewan peliharaan untuk diadu di arena pacuan kuda.

Pacuan kuda sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Jeneponto. Ajang pacuan kuda rutin diselenggarakan setiap akhir pekan. Pesertanya adalah ratusan kuda dari dalam dan luar daerah Sulsel.

Selain pacuan kuda yang digelar atas inisiatif warga, pemerintah Jeneponto juga menyelenggarakan lomba pacuan kuda rutin setiap tahunnya. Pacuan kuda di Jeneponto tidak hanya untuk menguji masing-masing kemampuan kuda untuk menuju kejuaraan pacuan kuda nasional.  Ajang ini juga menjadi ajang silaturahmi karena mempertemukan para joki dari berbagai daerah.

Salah satu daerah yang rutin mengadakan pacuan kuda adalah Desa Kalimporo. Pacuan kuda tradisional yang berada di desa ini terbilang unik. Itu karena jokinya bukan hanya orang dewasa tapi juga diikuti joki anak-anak atau joki cilik. Mereka menggunakan peralatan seadanya seperti helm standar untuk kendaraan bermotor dan tidak sedikit hanya menggunakan sandal.

Meski dengan kondisi seadanya, mereka tetap memacu kudanya dengan sangat terampil dan. Lintasan pacuan sederhana dengan panjang lintasan kurang lebih 600 meter yang dibangun oleh warga diterabas dengan semangat menggebu-gebu.

Warga Jeneponto juga sangat antusias untuk menyaksikan pacuan kuda yang rutin diadakan setiap akhir pekan. Pacuan kuda dimanfaatkan warga sebagai wahana rekreasi.

Sebelumnya pacuan kuda hanya dilakukan saat warga memanen hasil pertaniannya. Seiring berjalannya waktu lomba pacuan kuda menjadi tradisi dan ajang silaturahmi, serta dimanfaatkan sebagai promosi wisata Kabupaten Jeneponto.

(Visited 101 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *