fbpx
Suara Peternakan

Sejarah Burung Merpati yang Mendunia

Suarapeternakan.com – Nama ilmiah Columbidae dan termasuk dalam orde Columbiformes. Burung merpati juga sering disebut dengan burung dara. Burung sebagai simbol damai dan keromantisan ini memang sering dikaitkan dengan hal percintaan. Seperti mitos pada zaman dahulu bahwa burung merpati sering digunakan sebagai pengantar pesan berupa surat cinta kepada kekasih misalnya.

Di Indonesia, kita menyebutnya burung dara, sedang di Perancis dijuluki Pigeon Biset, dan orang Spanyol memanggilnya Paloma Bravia.

Dibelahan dunia, terutama di negara Indonesia burung merpati ternyata telah lama digunakan untuk bahan aduan atau adu balap. Dengan bentuk fisik berbadan gempal dan bertubuh pendek serta paruh yang ramping membuat burung ini juga dapat terbang dengan gesit sehingga mulailah sampai sekarang digunakan sebagai ajang untuk adu balap spesies burung.

Menurut sejarah, perkembangan burung merpati di Indonesia ada di Pulau Madura sekitar 100 tahun yang lalu. Meski banyak sumber yang mengatakan, jenis merpati ini sering dimanfaatkan oleh masyarakat terdahulu sebagai tukang pos. Fakta lain juga menyebutkan bahwa burung merpati bukan merupakan burung endemik yang hidup dan asli berasal dari Indonesia. Sehingga ada banyak kemungkinan yang dapat diduga-duga cara merpati masuk ke wilayah Indonesia.

Kelompok merpati ini pun beragam. Ada yang hanya dijumpai di pegunungan, hutan nan lebat, atau juga perkotaan. Warna bulunya juga bervariasi. Dari yang kombinasi hitam-putih, hijau, coklat, hingga metalik. Namun begitu, secara keseluruhan panggilannya tetaplah merpati.

Klasifikasi merpati memiliki berbagai jenis kelompok antara lain performance pigeon, fancy pigeon, dan utility pigeon.  Fancy pigeon sering digunakan untuk hiasan.  Performance pigeon adalah jenis merpati yang sering digunakan untuk memberi manfaat dari tingkah lakunya.  Utility pigeon adalah jenis burung merpati yang dimanfaatkan dagingnya untuk konsumsi.

Performance pigeon terbagi atas  jenis tumbler, roller, racing dan lainlain. Burung jenis ini memiliki ciri-ciri yang beragam. Seperti ciri fisik yaitu paruh yang tidak terlalu panjang atau pendek lebih bagus, lurus, dan kuat. Biji matanya jernih sehingga dapat memberikan tanda bahwa penglihatan yang dimilikinya bagus. Leher yang proposrsional agar tidak mengganggu keseimbangan saat terbang. Serta bentuk dan ukuran kepala yang pas dan sesuai, karena ukuran kepala menunjukkan tingkat volume otak yang juga mengandung fiosofi kecerdasan. Pundak yang dimiliki tegap. Otot yang terkesan kuat sehingga memiliki daya terbang yang luas karena sayap dapat bergerak dan dikepakkan lebih kuat dan cepat. Tulang dada yang dimiliki biasanya harus yang sedikit melengkung, karena merpati yang berfungsi untuk aduan atau balap harus menerjang angin sehingga diusahakan dada yang dimiliki dapat menangkis hambatan atau arus angin yang besar.

Di Indonesia burung merpati yang sering menjuarai berbagai kontes sehingga namanya melegenda sampai saat ini.

Legenda pertama yaitu diberi nama mama chelsie. Burung ini merupakan kepunyaan dari pak Japar. Melanglang buana sampai Bandung dari daerah asalnya yaiu Situbondo. Burung ini pernah menjuarai kontes balap pada tahun 1990. Burung ini juga memiliki ciri-ciri sepert: kaki terdapat bulu, memiliki warna bulu coklat yang agak kemerahan, dan proporsi tubuhnya yang kecil sehingga dapat terbang dengan kecepatan kilat.

Rencong merupakan burung legenda dari tahun 1998. Rencong ini sendiri merupakan peranakan dari Isabela.

Burung ketiga yang kini menjadi legenda dunia merpati balap Indonesia adalah Sang-sang kepunyaan pak Hasan dari Cirebon. Burung merpati dengan nama Sang-sang ini menjadi terkenal dari tahun 1998. Peranakan atau keturunan dari sang-sang ini ternyata mewarisi skill kecepatan terbang seperti indukannya, sehingga tidak heran jika pernah dan sering menjuarai berbagai kontes balap.

Mendunia

Menurut Gmelin (1789), nama genus Columba merupakan nama latin yang berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu kolombos yang berarti penyelam. Kata kolombos sendiri berasal dari kolumbao yang bermakna ”terjun ke bawah.” Sedangkan Aristophanes (Birds, 304) menggunakan kata kolumbis yang bermakna penyelam, sebagai nama burung, dikarenakan gaya terbangnya di udara seperti penyelam.

Secara geografis, merpati batu merupakan jenis yang berada di kawasan Palearktik. Kawasan zoobiogeografi terluas yang mencakup Eropa, bagian utara Gurun Sahara di Afrika dan Asia di bagian utara. Tebing dan batu cadas merupakan tempat bersarangnya yang sekaligus berfungsi sebagai tempat berkembang biak di alam liar. Faktor introduksi, menyebabkan burung ini menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia.

Fosil merpati batu yang ditemukan di Asia bagian selatan dan Israel menjelaskan pada kita bahwa keberadaannya diperkirakan sudah berlangsung sejak tiga ratus ribu tahun lalu. Tulisan Mesopotamia kuno dan hieroglif Mesir juga memperkirakan bahwa merpati batu telah dipelihara lebih dari lima ribu tahun lalu. Sedangkan keberadaan merpati di Amerika Utara, disebut berasal dari Eropa sekitar tahun 1600-an. Adalah orang-orang Perancis yang kala itu berada di Port Royal, Acadia yang sekarang dikenal dengan nama Nova Scotia, Kanada yang membawanya.

Populasi burung bertubuh padat gemuk dengan paruh pendek nan kuat di seluruh dunia ini diperkirakan mencapai 260 juta individu dewasa. Persebarannya terbentang sejauh 17.400.000 kilometer persegi.

(Visited 146 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *