fbpx
Suara Peternakan

Seekor Sapi Simental Melahirkan 3 Anak Kembar di Sleman

SUARAPETERNAKAN.COM – Sapi simental milik Nanang Teguh Sudarwanto (48) melahirkan pedet (anak sapi) kembar 3 ekor. Anakan sapi kembar itu adalah Kliyem, Klinem dan Klinah. Bertempat di Sleman Dusun Nglengis Kulon, Desa Banyurejo, Kecamatan Tempel.

Seekor Sapi Simental Melahirkan 3 Anak Kembar di Sleman

Sumber: republika.co.id

Dilansir dari detiknews.com, “Diberi nama oleh anak saya, Kliyem, Klinem, dan Klinah. Karena lahirnya pas pasaran Kliwon, Senin Kliwon 11 Desember 2017,” kata Nanang, saat ditemui di kandang sapinya, Jumat (20/4/2018).

Bahkan ada yang berminat membeli ketiga pedet tersebut. Namun, meskipun dengan harga 15 juta per ekornya, Nanang masih ingin memelihara seluruh pedetnya hingga besar dan berkembang biak.

Tahun 2017 induk Kliyem, Klinem dan Klinan, saat hamil perutnya terlihat membesar sapi hamil pada umumnya. Induknya bernama Glembo.  Setiap pagi, Kliyem, Klinem, dan Klinah juga mendapatkan perlakuan khusus. Yaitu selalu diajak Nanang jalan-jalan pagi keliling kandang. Kandang sapi Nanang berada di tengah kampung bersebelahan dengan areal persawahan.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Sugiono di sela-sela meninjau Kelompok Ternak Sedyo Manunggal, mengatakan, Baru pertama di DIY, 3 pedet kembar ini tidak ada perlakuan khusus dalam Upsus Siwab. Mungkin karena genetiknya, dan keuletan peternak memeliharanya karena 3 pedet bisa lahir dan tumbuh sehat.

Dilansir dari repuplika, Program Upsus Siwab berjalan secara nasional sejak tahun 2017 bertujuan meningkatkan populasi ternak di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi Inseminasi Buatan (IB).

Hasil Upsus Siwab di DIY tahun 2018 sebanyak 47.644 ekor IB, 19.681 ekor kebuntingan, dan 9.054 ekor kelahiran. Khusus di Sleman, dilaporkan sebanyak 8.559 ekor IB, 3.333 Kebuntingan, dan 1.477 ekor kalahiran.

Sugiono mengatakan, tentu hal ini akan mendukung ketersediaan sapi di Indonesia. “Jika jumlah sapi yang melahirkan kembar tiga dapat ditingkatkan, maka otomatis populasi sapi di Indonesia pun dapat meningkat dengan cepat,” kata dia.

Pelaksanaan Upsus Siwab tahun 2017 telah dilalui dengan capaian yang dinilai cukup berhasil. Realisasi IB yang mencapai 99,41 persen dari target 4 juta akseptor menunjukkan bahwa kinerja pelayanan IB sesuai harapan.

Penerapan teknologi IB menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan jumlah ternak baik ditingkat kelompok maupun skala nasional.

Realisasi kebuntingan juga dinilai cukup berhasil meskipun tidak sebesar capaian IB. Tingkat kebuntingan yang mencapai 63,08 persen yang setidaknya telah melebihi beberapa perkiraan sebagian pakar yang sebelumnya menilai tingkat kebuntingan hanya sekitar 40 hingga 45 persen.

Sumber: Kompas.com, Republika.co.id

(Visited 101 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *