fbpx
Suara Peternakan

Sapi Pemakan Sampah di TPA Antang Makassar, Apakah Layak Konsumsi?

SuaraPeternakan.com – Diketahui bahwa pada November 2018, ikan paus ditemukan mati karena 5,9 kilogram sampah plastik ditemukan di dalam perutnya. Beberapa waktu lalu, Maret 2019 di Filipina, kembali ditemukan Paus mati dengan 40 kilogram plastik di perutnya.

Apakah hal tersebut juga berdampak pada sapi-sapi pemakan sampah? DI kota besar, khususnya di Makassar terdapat Tempat pembuangan Akhir (TPA) Antang. Data per Maret 2019 dari Presiden Bank Sampah Indonesia, paling tidak ada lebih 1.300 sapi yang suka mencari makan di tempat sampah Antang. Sapi-sapi ini masuk pukul 05.00 Wita dan keluar dari TPA tanpa komando sekitar pukul 14.00 Wita.

Jumlahnya ada ribuan sapi yang masuk dari segala penjuru mencari makan di TPA Tamangapa. Menjadi masalah adalah apakah sapi memakan sampah di TPA layak dikonsumsi?

Namun para akademisi belum mendapatkan laporan terkait adanya kelainan pada sapi-sapi yang berada di lokasi TPA tersebut. Selain itu belum ada laporan secara khusus dan penelitian khusus terkait kualitas daging sapi yang ada di TPA.

Sehingga diasumsikan bahwa, sapi yang memakan sampah di TPA Tamangapa tersebut dirasa cukup aman dikonsumsi. Sebab, belum ada penelitian yang menemukan penyakit di dalam tubuh sapi itu.

Dilansir dari berbagai sumber menyebutkan bahwa, sebelum pemotongan sapi-sapi tersebut akan dikarantina, dan kesehatan daging sapi tersebut nanti diperiksa ketika sudah dipotong dan dibuka dagingnya. Akan tetapi sampai sekarang belum ada sapi yang memakan sampah seperti di TPA Antang menimbulkan penyakit.

Apabila sapi pemakan sampah itu dinilai cukup sehat dari segi fisik dan terlihat sehat serta tidak memberikan penyakit berbahaya. Untuk itu aman apabila dikonsumsi.

Konsumen juga harus tahu ciri-ciri sapi yang sehat, yaitu sapi tersebut jalannya lancar, nafasnya baik, tidak cacat, dan denyut nadinya baik. Pokoknya semua fisiknya terlihat normal maka sapi tersebut layak dikonsumsi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, ternak yang digembalakan untuk makan sampah tidak layak dikomsumsi karena sampah yang dimakan sapi mengandung logam berat seperti plumbum (Pb). sapi yang suka makan sampah sangat berbahaya bila dikonsumsi.

Beberapa penyakit yang bakal muncul disebabkan oleh keracunan logam berat, antara lain anemia, gangguan pada berbagai organ tubuh dan penurunan kecerdasan. Sebab, anak-anak merupakan golongan yang berisiko tinggi keracunan logam berat.

Aman atau tidaknya ketika mengonsumsi sapi pemakan sampah, sebaiknya hewan ternak harus dipelihara sesuai habitatnya. Salah satu cara beternak sapi, yakni dengan mengandangkannya untuk menjaga kualitas produk daging sapi. Tujuannya agar sapi tidak makan sampah lagi. Selain itu, juga demi kesehatan masyarakat sebagai konsumen yang berhak mendapat perlindungan kesehatan.

(Visited 113 times, 1 visits today)

Related Articles