fbpx
Suara Peternakan

Rumput Brachiaria, Hijauan Pakan Ternak Kambing dan Domba

SuaraPeternakan.com – Rumput Brachiaria atau sering disebut rumput bede sangat disukai oleh ternak kambing dan domba. Rumput ini kaya akan nutrisi dan tahan hingga 3 tahun. Juga bisa dijadikan sebagai rumput potong dan rumput gembala.

Pertumbuhannya yang cepat, dengan berat segar rata-rata 120 ton/ha/th. Rumput ini juga tahan kemarau sedang, pada umur 2-3 minggu kadar air relatif tinggi.

Rumput yang berasal dari daerah Uganda, Afrika. Di Indonesia rumput bede banyak dijumpai di pinggir jalan, pinggir selokan, lapangan, pematangan sawah dan tempat-tempat lainnya yang berbatu. Perkembangan rumput bede di Indonesia sudah tersebar luas, namun pengembangan secara budidaya dan secara ekonomis masih sangat terbatas.

Rumput ini juga cepat tumbuh dan berkembang sehingga mudah menutup tanah, tetapi tidak tahan terhadap genangan air. Rumput ini merupakan bahan hay yang balk, karena batangnya kecil mudah menjadi kering. Rumput bede dapat tumbuh baik pada ketinggian 0-1200 m (dataran rendah sampai dataran tinggi) dengan curah hujan 762-1500 mm/tahun, kemasaman tanah (pH) 6-7 (Kismono dan Susetyo, 1977).

Menurut Siregar (1987) rumput bede perlu dikembangkan dan dikelola dengan balk karena sebagai salah satu sumber penyediaan pakan ternak yang dapat menanggulangi kekurangan pakan ternak pada musim kemarau yang merupakan masalah bagi petani peternak. Karena mempunyai perakaran yang sangat kuat dan cepat menutup tanah sehingga dapat mengurangi erosi.

jenis rumput ini dapat ditanam di lahan yang terlantar yang umumnya daerahnya kering dan sering memiliki kemiringan yang terjal, sehingga erosi tanah merupakan masalah utama. Rumput ini juga memiliki nilai palatabilitas yang cukup bagi ternak ruminansia (L’t Mannne tje dan Jones, 1992).

Metode Penanaman Rumput Bede

Pengolahan Tanah
Tanah dicangkul 1-2 kali tergantung keadaan tanah dengan kedalaman 20-30 cm, lalu diratakan.Apabila tanahnya luas dan lahan olahannya datar dapat dilakukan secara mekanis yaitu dengan cara menggunakan traktor tangan, kemudian tanah dibersihkan dari sisa tanaman yang tidak berguna (gulma).

Pemilihan bibit
Rumput bede dapat diperbanyak dan dikembangbiakan dengan pots (anakan) atau biji . Penggunaan pots (anakan) lebih baik karena disamping cepat tumbuh, juga cepat menyebar dan resiko kematian di lapangan lebih kecil .

Pada penanaman rumput dengan pots dipilih tanaman yang sehat, mempunyai banyak akar dan calon anakan baru (bagian tepi). Selain itu bagian ujung vegetatifnya harus dipotong. Hal ini dimaksudkan agar tanaman baru tersebut tidak tertampau banyak penguapan atau menghindari pelayuan.

Waktu dan cara tanam
Waktu tanam yang baik adalah awal musim hujan atau pertengahan musim hujan, karena pertumbuhan awal tanaman rumput bede membutuhkan air lebih banyak.

Pada penanaman dengan pots sebelum bibit ditanam dilapangan, bagian atas pots harus dipotong terlebih dahulu dan disisakan kirakira 15-20 cm .

Akar pots yang terlalu panjang dapat dipotong untuk memudahkan penanaman. Buat lubang tanam sedalam 10-15 cm, lalu dimasukan bibit bede (2-3 batang setiap lubang) dengan posisi tegak lurus, kemudian ditutup dengan tanah bekas membuat lubang tanam (tanah lapisan atas berada di bawah dan sebaliknya) hal ini dilakukan karena lapisan atas Iebih subur, gembur dan banyak mengandung kompos yang penting bagi hara tanaman.

Cara tanam atau sistem tanam pada rumput bede dapat dilakukan dengan cara tunggal (rumput bede seluruhnya), campuran (rumput bede dengan legum herba dan sistem Iorong/alley cropping (rumput bede dengan legume pohon). Hasil penelitian yang dilakukan penulis di Desa Pasir Salam, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi (tahun 1995-1996), pada cara atau sistem tanam campuran rumput bede dan kaliandra, rumput bede dan glirisidia serta rumput bede dan flemingia (alley cropping).

Jarak tanam dan sistem tanam
Jarak tanam yang sering digunakan untuk penaman rumput bede adalah : 30×30 cm atau 40x4Ocm (AKK, 1983). Kebutuhan benih dan bibit tiap hektarnya adalah (1) Menggunakan bibit pols, tergantung jarak tanam yang dipergunakan mencapai + 40.000 – 60.000 pols. (2) Menggunakan biji/benih kira-kira 2-4 kg/ha . Per kilogram berat biji bede cv.

Basilisk mengandung lebih kurang 450000 butir/kg . Rumput bede dapat ditanam tunggal atau campuran dengan leguminosa herba. Jenis legum yang cocok (kompatibel) adalah Stylosanthes, Centrosema, Pueraria dan Desmodium heterophyllum (Skerman, 1990).

Pemupukan
Tujuan pemupukan adalah memberikan zat hara makanan dalam tanah yang digunakan tanaman, untuk memperbaiki struktur 4anah, sehingga diharapkan akan meningkatkan produksi rumput baik kuantitas maupun kualitasnya .

Tanaman rumput bede sangat responsif terhadap pemupukan nitrogen,
karena itu rumput bede membutuhkan pupuk yang mengandung unsur nitrogen banyak, baik dari pupuk organik (pupuk kandang, kompos dan pupuk hijau) maupun pupuk inorganik/pupuk buatan (Urea, Zwavelziur Amoniak/ZA) .

Pemupukan dasar untuk rumput bede dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah . Dosis pemupukan disesuaikan dengan kesuburan tanah, karena penggunaan pupuk buatan yang terlalu tinggi akan meracuni tanah dan tanaman.

Dosis pemupukan untuk rumput bede yang sering digunakan adalah (1) Pupuk kandang sebanyak 20-30 ton/ha/th, diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah. (2) Pupuk Triple Super Posfat/TSP, KCL atau ZK (Zwalvelziur Kali) sebanyak 150-200 kg/ha/th, diberikan sebelum atau bersamaan tanam sebagai pupuk dasar. (3) Pemupukan dengan Urea sebanyak 250-300 kg/ha/th, diberikan setelah rumput berumur 2 minggu setelah tanam di lapangan. (4) Pemupukan lanjutan diberikan setiap selesai potong/defoliasi dengan pupuk urea sebanyak 50 kg/ha/potong dengan cara disebar atau dibenam dalam tanah.

Defoliasi atau Panenan
Untuk menjamin pertumbuhan rumput bede yang optimal dengan kandungan gizi tinggi maka defoliasi atau panenan harus dilakukan pada periode yang tepat. Panenan pada rumput bede bisa dilakukan dengan pemotongan atau penggembalaan ternak.

Pemotongan atau penggembalaan pertama dapat dilakukan setelah tanaman rumput bede berumur 2 bulan bila keadaan memungkinkan (cukup hujan) dengan tujuan untuk meratakan dan merangsang pertumbuhan akar tanaman .

Pemotongan/penggembalaan berikutnya dilakukan setiap 5-6 minggu (40 hari) pada musim hujan, sedangkan musim kemarau diperpanjang sampai 8 minggu (60 hari) .

Tinggi potong rumput bede biasanya 5-15 cm dari permukaan tanah pada musim hujan, sedangkan pada musim kemarau biasanya lebih dari 15 cm dari permukaan tanah.

Sumber: balitnak.litbang.pertanian.go.id

(Visited 155 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *