fbpx
Suara Peternakan

Realisasi KUR Sektor Peternakan Hingga Juni 2019 Capai Rp3,42 Triliun

SuaraPeternakan.com – Berdasarkan data Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, secara kumulatif total akad untuk kredit usaha rakyat (KUR) di subsektor peternakan tercatat sebesar Rp 3,42 triliun pada periode Januari hingga Juni 2019. Penyaluran KUR sebesar itu menyasar 146.395 debitur, dengan porsi penyaluran terbesar untuk usaha peternakan sapi (49,88%), diikuti usaha peternakan integrasi dengan pertanian lainnya (19,41%), usaha peternakan unggas (15,57%), usaha peternakan domba/kambing (8,65%), dan usaha peternakan babi (6,48%).

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Produk Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Fini Murfiani memaparkan, realisasi akad KUR subsektor peternakan tercatat sebesar Rp 13,80 triliun, yakni untuk usaha produktif pembibitan dan budidaya sapi, ternak perah, kambing/domba, unggas, dan kombinasi pertanian/perkebunan dengan peternakan. Angka itu berdasarkan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk periode 2015 hingga 30 Juni 2019. “Pada 2019 sampai Juni, realisasi akad kredit KUR subsektor peternakan sebesar Rp 3,42 triliun untuk 146.395 debitur,” kata dia.

“Pada tahun 2019 sampai dengan bulan Juni, realisasi akad kredit KUR Sub Sektor Peternakan sebesar Rp. 3,42 triliun untuk 146.395 debitur, dengan porsi penyaluran terbesar untuk usaha peternakan sapi (49,88%) diikuti peternakan integrasi dengan pertanian lainnya (19,41%), usaha peternakan unggas (15,57%), usaha peternakan domba/kambing (8,65%), dan usaha peternakan babi (6,48%),” jelas Fini.

Dia menuturkan, penyaluran KUR pada usaha peternakan sapi masih mendominasi sejak 2016 sampai dengan 2019. Hal itu menunjukkan meningkatnya kepercayaan perbankan terhadap pengelolaan risiko usaha oleh peternak. “Selain itu, tentu saja perbaikan penerapan tata cara budidaya yang baik. Karena asuransi usaha ternak sapi/kerbau juga penting dalam pengelolaan resiko usaha dan penjaminan keberlanjutan usaha,” ujar dia.

Untuk itu, Fini meminta dukungan dinas provinsi/kabupaten/kota yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan dalam penyaluran KUR subsektor peternakan, terutama melakukan sosialisasi KUR dan pendampingan pengelolaan dan pemanfaatan dana KUR. Hal itu untuk peningkatan produktivitas usaha usaha peternakan dan memberikan keuntungan bagi peternak. “Sinergi antara dinas provinsi/kabupaten/kota dengan perbankan merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk mendongkrak kinerja KUR sub sektor peternakan di daerah,” kata Fini. Kementan sendiri sejak 2016 telah memfasilitasi bantuan premi asuransi untuk sapi betina produktif yang dimiliki peternak mikro dan kecil dengan mengalokasikan bantuan premi untuk 120 ribu ekor setiap tahun.

Dirjen PKH Kementan I Ketut Diarmita mengatakan, pihaknya terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan bank pelaksana KUR untuk meningkatkan realisasi KUR pada subsektor peternakan, baik dengan bank negara (BRI, BRI Agro dan Mandiri) maupun bank pelaksana lainnya, seperti PT Bank BTN dan PT Bank Sinar Mas. “Kami mencoba meningkatkan sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan avalis serta offtaker, guna meningkatkan kepercayaan perbankan merealisasikan KUR. Ini karena penjaminan pasar sangat penting untuk memberikan jaminan pendapatan bagi pelaku usaha dan kelancaran pengembalian kredit,” kata Diarmita.

Pemerintah terus menunjukkan keberpihakan terhadap pemerataan akses pembiayaan usaha kepada usaha kecil, mikro, dan menengah. Berdasarkan data dari Kemenko Perekonomian, secara kumulatif total akad untuk KUR dari Agustus 2015 sampai dengan 31 Mei 2019 sebesar Rp 399,30 triliun dengan nonperforming loan (NPL) sebesar 1,36%. Pada 2019, Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM telah menetapkan minimal sebesar 60% dari target penyaluran KUR 2019 sebesar Rp 140 triliun diperuntukkan bagi sektor produksi. Capaian penyaluran KUR sektor produksi tahun ini sampai 31 Mei 2019 tercatat 43% dan sektor nonproduksi tercatat 57%, dengan realisasi KUR mencapai Rp 65,90 triliun (47,10% dari target 2019) yang diberikan kepada 2.373.027 debitur, terdiri atas KUR mikro (65%), KUR kecil (34,64%), dan KUR TKI (0,35%).

Dukungan pemerintah terhadap usaha peternakan skala UMKM sangat besar untuk dapat mengakses KUR, khususnya peternakan sapi dengan adanya KUR Khusus yang memungkinkan peternak mengakses pembiayaan. “Hal itu untuk peningkatan skala usaha yang layak secara bersama dalam kelompok dan dapat bermitra dengan perusahaan peternakan atau bidang lainnya sebagai penjamin pasar (offtaker) dan atau penjamin kredit (avalis),” kata Diarmita.

Dukungan Pemerintah terhadap usaha peternakan skala UMKM sangat besar untuk dapat mengakses KUR, khususnya untuk peternakan sapi dengan adanya KUR Khusus yang memungkinkan peternak mengakses pembiayaan untuk pengingkatan skala usaha yang layak secara bersama dalam kelompok, dan dapat bermitra dengan perusahaan peternakan atau bidang lainnya sebagai penjamin pasar (off taker) dan atau penjamin kredit (avalis).

“Pada tahun 2018 setidaknya sudah dua kali Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melaksanakan launching KUR Khusus Peternakan Rakyat, yaitu di Wonogiri, Jawa Tengah dan Malang, Jawa Timur,” ungkap Ketut.

(Visited 24 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *