fbpx
Suara Peternakan

Qin Yinglin Salah Satu Orang Terkaya di China dengan Beternak Babi

Suarapeternakan.com – Qin Yinglin dan istri Qian Ying adalah peternak yang terbilang paling sukses di dunia. Profesi sebagai beternak babi membawa mereka jadi salah satu orang terkaya di China.

Melansir dari detik.com yang mengutip dari Forbes, Rabu 16 Oktober 2019, Qin Yinglin dan Qian Ying mulai beternak babi sejak 1992. Saat itu mereka mulai beternak 22 ekor babi. Berawal dari memelihara 22 ekor babi, Qin Yinglin kini telah menjadi salah satu orang paling kaya di China.

Berdasarkan laporan dari Hurun Institude, mereka jadi orang terkaya di China peringkat ke 15 karena sudah menjual sebanyak 5,8 juta ekor babi. Kekayaan Qin dan Qian mencapai US$ 14 miliar atau sekitar Rp 196 triliun (Rp 14.000/US$). Kekayaan tersebut didapatkan setelah mereka menjual 5,8 juta ekor babi saat harga hewan ternak tersebut sedang tinggi-tingginya.

Perusahaannya, Muyuan Foodstuff menjadi perusahaan peternakan babi terbesar di China. Negeri Tirai Bambu juga dikenal sebagai konsumen babi terbesar di dunia.

Hartanya mencapai Rp 169 triliun. Tradisi dan budaya jadi faktor tingginya permintaan daging babi di China.

Keahliannya beternak tak terlepas dari latar belakang pendidikan Qin. Pria yang lahir di Neixiang, Henan ini adalah lulusan Universitas Henan jurusan Peternakan.

Semenjak terjadinya wabah flu babi Afrika menyerang negara China, membuat pasokan daging babi di China menjadi berkurang. Sehingga membutuhkan banyak pasokan impor daging babi dari luar.

Permintaan tinggi dan pasokan yang minim, bikin harga babi di negeri tirai bambu itu naik hingga 46.7%.

Indonesia memang salah satu negara pengekspor babi ternak. Berdasarkan hasil Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengalami peningkatan ekspor babi ternak yang tadinya 13.194,5 ton, sekarang mencapai 14.893,3 ton ke Singapura pada Semester I-2019.

Sedangkan dari catatan Kementerian Pertanian (Kementan) tentang ekspor babi ternak di Indonesia pada 2017, telah mencapai 28 ribu ton atau senilai US$ 59,9 juta.

Sayangnya, peluang ini tak banyak ditangkap oleh Indonesia. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian hanya akan mengekspor buah-buahan hingga sarang burung walet, bukan komoditas babi.

Bisnis makan memang sedang mengalami tren positif di China. Selain Qin dan Qian, ada juga Zhang Yong dan Pang Kang yang juga masuk ke dalam fatar orang terkaya China dari industri makanan. Zhang Yong punya bisnis restoran hotpot Haidilao dan Pang Kang disebut sebagai ‘raja saus kedelai’.

Sejarah Beternak Babi Diminati Di China

Babi merupakan komoditas ternak yang paling diminati di China. Sebab dijadikan sebagai simbol kemakmuran dan kesehatan bagi masyarakat negeri tirai bamboo ini. Tidak hanya itu, babi telah menjadi pusat pertanian dan budaya Tiongkok selama ribuan tahun.

Orang-orang di China mulai memelihara babi dari jenis babi hutan sekitar 8.000 hingga 9.000 tahun yang lalu, meskipun pengelolaan manusia terhadap populasi babi hutan mungkin dimulai lebih awal.

Pada Zaman Perunggu (sekitar 4.000 tahun yang lalu) babi adalah salah satu hewan peliharaan paling umum di China dan memainkan peran penting dalam subsisten, ritual penguburan, dan ritual leluhur.

Pada Kekaisaran Han sebagian masyarakat bertani, orang tidak bisa membiarkan babi mencari makan secara bebas dan mulai mengurung mereka dalam kandang. Sebagian besar keluarga hanya memiliki beberapa babi, yang mereka makan hanya pada acara-acara khusus. Namun manfaat terbesar dari hewan ini adalah pupuk kandang yang mereka hasilkan. Ketika mayoritas masyarakat bercocok tanam, pupuk kandang ini menjadi penting guna memelihara tanaman pangan.

Selang waktu berlalu, pemeliharaan babi secara tradisional lambat laun mulai ditinggalkan. Selama era sosialis (1949-1976), industrialisasi peternakan babi pun dimulai. China mulai mengadopsi dan berinovasi model industri produksi daging yang dikembangkan di AS dan Eropa pada tahun 1970-an dan semakin intensif sepanjang 1990-an.

Saat ini, Tiongkok memiliki sektor agribisnis domestik yang kuat dengan beberapa industri peternakan babi terbesar di dunia. Operasi komersial dapat meningkatkan ratusan ribu atau bahkan jutaan babi setiap tahun. Tidak heran bila saat ini China merupakan rumah bagi setengah dari 1,3 miliar populasi babi di dunia. Orang-orang China memakan setengah dari semua babi di planet ini. Kini negeri tirai bambu merupakan pengelola daging babi terbesar di dunia. Salah satunya seperti Muyuan Foods milik Qin Yinglin dan Qian Ying.

(Visited 36 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *