fbpx
Suara Peternakan

Program Bekerja 2019, Kementan Kucurkan Modal Ternak untuk Ribuan RTM

SuaraPeternakan.com – Satu tahun sudah program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) dilaksanakan Kementrian Pertanian (Kementan). Program ini memberikan manfaat bagi ratusan ribu Rumah Tangga Miskin (RTM). Bantuan ternak ayam yang tersalur sudah menghasilkan telur yang dapat dijual untuk menambah penghasilan keluarga.

Program Bekerja berbasis pertanian yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian melalui Peraturan Menteri Pertanian No. 20/PERMENTAN/RC.120/5/2018 yang selanjutnya dirubah melalui Peraturan Menteri Pertanian No. 27/PERMENTAN/ RC.120/5/2018 adalah upaya untuk pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat miskin guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan melalui kegiatan pertanian yang terintegrasi.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia khususnya yang berada di wilayah pedesaan. Program ini merupakan satu dari delapan kegiatan unggulan di lingkup Kementan yang berbasis usaha sektor pertanian khususnya peternakan.

Tentang Program Bekerja

Bantuan Pemerintah yang dilaksanakan dalam kaitan dengan Program Bekerja oleh Badan Litbang Pertanian adalah dalam rangka pemasyarakatan inovasi hasil penelitian pertanian.

Badan Litbang Pertanian memberikan bantuan 3 juta ekor bibit unggas lokal hasil penelitian pemuliaan yang mempunyai produktivitas telur lebih tinggi, yaitu, ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dan Itik Master. Pengembangan bibit ternak unggul diharapkan dapat lebih meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga miskin penerima bantuan sehingga pengentasan kemiskinan dapat lebih cepat tercapai.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 480/Kpts/OT.050/7/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 316/Kpts/OT.050/5 /2018 tentang Pembentukan Tim Pelaksana Program Bekerja, Kementerian Pertanian tanggal 3 Juli 2018, Badan Litbang Pertanian ditugaskan menjadi penanggungjawab supervisi di Provinsi Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. Pendampingan pelaksanaan secara intensif Program Bekerja dilakukan secara sinergis oleh penyuluh, peneliti, dan teknisi dari UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian untuk komoditas hortikultura, perkebunan dan peternakan.

Program Bekerja 2019

“Dalam jangka pendek melalui penyaluran bantuan untuk kegiatan usaha budidaya ayam dan hortikultura, kami berharap terjadi peningkatan produksi komoditas pertanian sehingga masyarakat desa pada akhirnya bisa keluar dari kemiskinan,” kata Ketua Program Bekerja Kementerian Pertanian, Nasrullah.

Ia menjelaskan, pada tahun 2018 program Bekerja dilaksanakan di 776 desa yang ada di 10 provinsi, yakni Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Total sebanyak 200.000 RTM telah merasakan langsung manfaat dari kegiatan program ini.

Di tahun 2019 sesuai yang diamanatkan dalam Permentan nomor 14 Tahun 2019 tentang Pedoman Program Bekerja Berbasis Pertanian Tahun Anggaran 2019, cakupan wilayahnya diperluas hingga menjadi 23 provinsi.

Agar tepat sasaran, penetapan RTM sebagai penerima manfaat program tetap harus dilakukan dengan sangat selektif. Data RTM yang didapat diverifikasi lagi di lapangan oleh petugas untuk memastikan apakah memang benar-benar layak ditetapkan sebagai penerima bantuan Program Bekerja.

“Dalam pelaksanaannya kami juga menjalin kerja sama dengan banyak institusi terkait antara lain kami sudah menandatangani MoU dengan pihak Kementerian Desa PDTT karena diharapkan nantinya bumdes-bumdes bisa ikut berperan dalam pemasaran telur yang dihasilkan masyarakat,” ujar Nasrullah yang saat ini juga menjabat Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan.

Melalui program Bekerja, menurut Nasrullah, setiap RTM mendapatkan paket bantuan modal ternak yang terdiri dari biaya pembuatan kandang ayam, 50 ekor bibit ayam/bebek, pakan berkualitas tinggi serta bantuan bibit tanaman hortikultura dan bibit tanaman perkebunan.

Kementan Libatkan UPT

Nasrullah juga menekankan, khusus menyangkut penyaluran bantuan ternak yang merupakan tanggung jawab dari Ditjen PKH, sejauh ini pelaksanaannya berjalan lancar. Di tahun 2018 bibit ayam (DOC) lokal yang dibutuhkan cukup tersedia dan seluruhnya sudah tersalurkan. Untuk tahun 2019 masih dalam proses untuk disalurkan ke RTM terpilih.

Sebagaimana tahun 2018, pelaksanaan program Bekerja di tahun 2019 terkait dengan usaha peternakan masih tetap melibatkan partisipasi aktif Unit-unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Ditjen PKH untuk melaksanakan kegiatan pendampingan RTM penerima bantuan di daerah. UPT melakukan pendampingan dan pembinaan mulai dari pembangunan kandang, pemeliharaan ayam sampai aktivitas pemanenan hasil.

BBIB Singosari dan Pusvetma adalah dua UPT yang diberi tanggung jawab sebagai satuan kerja (satker) pelaksana untuk provinsi Jawa Timur, untuk Jawa Tengah ditunjuk BBPTU-HPT Baturraden dan BBVet Wates.

UPT lain yang dilibatkan yakni BVet Subang bertanggung jawab untuk wilayah Banten, BBVet Denpasar (Gorontalo), BBVet Maros dan BIB Lembang untuk Provinsi Sulawesi Selatan, BVet Banjarbaru (Sulawesi Barat), BPTU-HPT Sapi Bali (Sulawesi Tenggara), BPTU-HPT Padang Mengatas (Bengkulu dan Sumatera Barat), BVet Bukittinggi (Kep. Riau dan Sumatera Selatan), BVet Medan (Sumatera Utara) serta BPTU-HPT Pelaihari ditetapkan sebagai Satker pelaksana untuk Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara itu Kepala Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Soeharsono menyebutkan program Bekerja kini sudah berada pada tahap pengembangan di berbagai daerah. “Kita tengah mempersiapkan pengganti indukan (di masyarakat) yang diikuti dengan kegiatan pembibitan kembali di tingkat rumah tangga miskin (RTM),” ujarnya.

Dalam tahap pengembangan tersebut, pihaknya bekerjasama dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Dengan demikian, program Bekerja masuk dalam program kerja BUMDes, sehingga kegiatan tersebut bisa di-cover desa.

BUMDes nantinya memanfaatkan telur tetas dari RTM kemudian didistribusikan kembali untuk program desa. Selain menetaskan dan membibitkan, kemandirian pakan juga didorong agar bisa memberdayakan pakan lokal sebagai bahan baku pakan ayam KUB.

“Balitbang Pertanian membuat model untuk menghidupkan kembali program bantuan pengolahan untuk memproduksi pakan berbasis bahan lokal. Tahun 2019 ini dalam tahap implementasi,” tuturnya.

(Visited 160 times, 1 visits today)

Related Articles