fbpx
Suara Peternakan

Potensi Kulit Nanas sebagai Sumber Pakan Ternak

SUARAPETERNAKAN.COM,-Nanas, nenas, atau ananas (Ananas comosus (L.) Merr.) adalah sejenis tumbuhan tropis yang berasal dari Brasil, Bolivia, dan Paraguay. Tumbuhan ini termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae). Perawakan (habitus) tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal.

Buahnya dalam bahasa Inggris disebut sebagai pineapple karena bentuknya yang seperti pohon pinus. Nama ‘nanas’ berasal dari sebutan orang Tupi untuk buah ini: anana, yang bermakna “buah yang sangat baik”. Burung penghisap madu (hummingbird) merupakan penyerbuk alamiah dari buah ini, meskipun berbagai serangga juga memiliki peran yang sama.

Usaha tani nanas saat ini menjanjikan karena kebutuhan buah nanas baik untuk industri maupun kebutuhan perkapita semakin meningkat. Bahkan diperkirakan Indonesia akan mengalami defisit nana di tahun 2017-2019 bahkan mencapai 58.079 ton pertahun. Dengan rasio R/C 1,67 berarti usaha tani nanas masih menguntungkan.

Great Giant Pineapple – Perusahaan Agrobisnis Nanas Terbesar di Indonesia. Inilah perusahaan yang menjadikan Lampung penghasil nanas terbesar di Indonesia. Lampung saat ini menjadi produsen nanas Cayenne.

PT Great Giant Pineapple merupakan sebuah perusahaan Agro Industri yang bergerak dalam Bidang Perkebunan dan Pengalengan Nanas, perusahan tersebut berlokasi di Lampung tepatnya Lampung Tengah. Perusahaan ini salah satu dari group perusahaan agro industri terbesar di Indonesia yang bernama Gunung Sewu Group.

Kandungan tertinggi buah nanas adalah karbohidrat (13,0 gram). Kadar vitamin C (20,00 mg) nanas juga cukup tinggi, Nanas juga mengandung kalsium (19,0 mg) dan posfor (9,0 mg). Sudah tentu tidak diragukan lagi bahwa nanas merupakan buah yang sangat baik untuk kesehatan.

Manfaat Kulit Nanas Untuk Pakan Ternak

Secara umum pakan yang digunakan pada ternak ruminansia berupa hijauan, seperti jerami dan bongkol jagung yang ditambah konsentrat. Ketersediaan pakan hijauan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan bahan baku dan musim. Tak jarang untuk mendapatkan bahan baku jerami maupun bongkol jagung terkadang harus mencari pada usaha pertanian.

Buah nanas hadir dengan peran sebagai hasil dari sektor pertanian yang mampu menghasilkan limbah yang bermanfaat dalam pengembangan peternakan sebagai pakan ternak yang efisien dan juga bahan pakan alternatif yaitu menghasilkan kulit dan serat hasil perasan buah bagai bahan pakan untuk perkembangan ternak ruminansia. Penggunaan limbah nanas menjadi salah satu pilihan alternatif yang cukup tepat karena selain kandungan nutrisinya yang cukup, ketersediaan bahannya pun cukup melimpah ruah.

Limbah nanas yang merupakan sisa olahan produk yang biasa terbuang bisa diubah menjadi bernilai ekonomi. Produksi pakan ternak yang selama ini hanya tergantung pada bahan dasar jagung yang sebagian masih impor sehingga harga pakan ternak semakin mahal. Dengan bahan lokal yang berasal dari limbah akan mengurangi biaya pakan karena secara otomatis pakan ternak dari limbah nanas harganya lebih murah.

Bahan baku alternative limbah kulit nanas bisa menjadi solusi dalam pakan ternak. Dengan pemanfaatan limbah kulit nanas diharapkan usaha peternakan bisa menekan biaya produksi terutama biaya pakan.

Produksi buah nanas pada tahun 2013 sebesar 1.558.196 ton (BPS.2014), limbah nanas yang dihasilkan dari industri pengolahan buah nanas mencapai 27% dari total produksi buah nanas.

Terdapat sekira 596 ribu ton setahun limbah kulit nanas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak alternatif. Kulit nanas mengandung nutrien yang cukup tinggi yaitu bahan kering 14,22%, bahan organik 81,90%, abu 8,1%, protein kasar 3,50%, serat kasar 19,69%, lemak kasar 3,49% dan neutral digestible fiber (NDF) 57,27 % dan merupakan sumber energi dengan kandungan energi bruto 4.481 kkal.

Kulit nanas memiliki bahan kering 88,9503%, abu 3,8257%, serat kasar 27,0911%, protein kasar 8,7809% dan lemak kasar 1,1544%.

Pengolahan limbah menjadi silase dapat menghindari proses penggilingan maupun pengeringan, karena silase limbah dapat langsung digunakan sebagai pakan dasar. Hal ini dengan sendirinya berpotensi untuk mengurangi biaya pengolahan secara signifikan, walaupun untuk mengolah limbah kedalam bentuk silase juga membutuhkan biaya, antara lain untuk pembuatan silo dan bahan aditif.

Dengan demikian, pakan ternak yang berasal dari limbah nanas dapat dikatakan sebagai bahan yang mudah untuk dijangkau dan didapati  apabila terjadi musim-musim tertentu yang sulit untuk mendapatkan pakan ternak yang biasa digunakan seperti hijaun sebagai bahan baku pakan, sehingga limbah nanas sebagai penggantinya.

Sumber: nanas-buah.blogspot.com

(Visited 118 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *