fbpx
Suara Peternakan

Perjanjian IA_CEPA, dengan Tarif Nol Persen Dikhawatirkan Bebani Peternak Sapi Lokal

SuaraPeternakan.com – Kerjasama Indonesia-Australia Comprehensive Economic Agreement (IA_CEPA) mengatur bahwa Impor Bea masuk nol persen di Indonesia. Atas dasar tersebut Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menilai, pemerintah perlu meningkatkan produktivitas sektor peternakan sapi untuk mengurangi jarak industri peternakan dengan peternakan rakyat.

Dengan demikian, PPSKI menilah akan menambah beban daya saing ternak lokal. Menurut Ketua PPSKI Teguh Boediyana mengatakan, di Australia mereka punya farm industri sapi yang sudah kuat. ” Sedangakn Indonesia kan masih mengandalkan peternakan rakyat yang sapinya hanya satu dan dua per peternak.,” katanya dikutip dari Republika.co.id, Maret (26/3/2019).

Apabila pemerintah tidak segera memperkecil jarak antara industri dan peternak. Peternak lokal akan mendapat dua tantangan perdagangan berat yaitu Impor kerbau dari india yang memiliki harga murah dan Impor Bea masuk nol persen Sapi dari Australia.

Secara nasional, rata-rata daging sapi dan kerbau mencapai 250 ribu ton per tahun. Daging tersebut dalam bentuk beku dan non beku. Jumlah yang cukup besar sehingga menyulitkan peternak lokal untuk dapat berdaya saing dari sisi harga.

“Peternak lokal tidak bisa menjual murah karena memang biaya produksi ternak mereka cukup mahal, peternak masih beternak dengan sangat tradisional seperti ngarit sehingga belum efisien,” katanya.

Untuk itu pihak PPSKI mendorong pemerintah Indonesia untuk serius membenahi sektor peternakan sapi baik di dalam industri daging, sapi bakalan (penggemukan), maupun sektor produksi susu perah.

Di sektor susu perah misalnya, kata dia Teguh, pemerintah dapat memanfaatkan bea tarif nol persen untuk mendatangkan sapi perah ke dalam negeri untuk diolah secara komprehensif.

Sumber: Republika.co.id

(Visited 25 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *