fbpx
Suara Peternakan

Perbaikan Manajemen Kesehatan Sapi Bali Unggul di Sentra Pembibitan Rakyat Desa Patondon Salu

Suara Peternakan – Makassar.  Desa Patondon Salu merupakan salah satu desa di Kabupaten Enrenkang yang memiliki potensi peternakan yang cukup besar. Selain populasi ternak sapi Bali yang cukup besar, potensi lainnya yakni luasnya areal padang penggembalaan yang belum termanfaatkan secara optimal.

Berdasarkan hasil observasi, penggunaan padang penggembalaan tidak disertai dengan manajemen pemeliharaan yang baik. Dampak yang terjadi adalah kondisi kesehatan ternak tidak terkontrol dan menyebabkan banyaknya kematian khususnya pada anakan sapi. Sebagian besar penduduk berkecimpung dilahan pertanian dan peternakan sebagai sumber penghasilan utamanya. Di sektor peternakan, kelembagaan peternak telah banyak terbentuk sehingga mempermudah terjadinya inovasi dan adopsi teknologi. Seperti kita ketahui bahwa peningkatan dan penggunaan teknologi menentukan kemajuan dalam upaya peningkatan ekonomi kerakyatan.

Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin melalui Program Pengembangan Desa Mitra melakukan pendampingan dan pelatihan terkait manajemen kesehatan sapi Bali. Desa Patondon Salu juga telah dicanangkan sebagai Desa Sentra Pembibitan Sapi Rakyat, dengan masyarakat peternak menjadi pengelola dan dibantu oleh para penelitian/ perekayasa dari Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Kegiatan pendampingan dan pelatihan dilaksanakan dalam rangka menerapkan teknologi dalam pencegahan dan pengobatan penyakit ternak.

Jenis penyakit yang paling banyak di temukan yakni penyakit cacingan, yang disebabkan dari manajemen pemeliharaan dengan sistem penggembalaan dan tidak adanya pencegahan dan pengobatan secara berkala. Pengobatan dan pencegahan penyakit yang banyak dilakukan yakni pemberian obat cacing dan vitamin B kompleks. Infeksi cacing memberikan dampak yang buruk pada peternakan rakyat, hingga memberikan kerugian ekonomi. Infeksi cacing pada saluran pencernaan sapi mengakibatkan gangguan pencernaan dan menyebabkan terjadinya kompetisi dalam penyerapan nutrisi makanan.

Kegiatan pencegahan penyakit dilakukan langsung oleh Prof. drh. Ratmawati Malaka yang memiliki keahlian di bidang kesehatan hewan. Prof. Sudirman Baco sebagai ketua pelaksanaan PPDM mengkoordinir manajemen pemeliharaan ternak sesuai Good Breeding Practice yang diterjemahkan pada sistem pemeliharaan ternak tradisional. Target pelaksanaan PPDM yakni membangun sistem pembibitan yang dilakukan oleh masyarakat dan bersinergi dengan pihak akademisi dan Pemerintah Daerah. Tujuan akhir kegiatan PPDM yakni menghasilkan bibit unggul yang akan meningkatkan populasi sapi Bali unggul dan ikut dalam upoaya mensejahterakan rakyat.

(Visited 17 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *