fbpx
Suara Peternakan

Pengaruh Asam Lemak (Palmitat, Stearat,Oleat, Dan Linoleat) Pada Unggas

Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk melihat pengaruh komposisi asam lemak dan kombinasinya serta minyak dalam pakan unggas. Lemak memiliki daya cerna terhadap pengaruh kombinasi lemak dan komposisi dalam hasil akhirnya.

Foto: Dok.Fakultas Peternakan Unhas / Sema

Susunan lemak pada bahan makanan ternak dan lemak tubuh adalah asam palmitat, stearat,oleat, dan linoleat. Keempatnya meliputi lebih 90% lemak dari bahan makanan dan lemak karkas. Palmitat dan stearat adalah asam lemak jenuh sedangkan oleat dan linoleat merupakan asam lemak tidak jenuh. Asam lemak tidak jenuh mengandung lebih dari satu senyawa rangkap disebut juga asam lemak tidak jenuh ganda.

Asam linoleat merupakan asam lemak tidak jenuh ganda utama yang mengandung dua senyawa rangkap. Asam lemak tidak jenuh ganda adalah linolenat memiliki tiga senaywa rangkap, arakhidonat memiliki empat senyawa rangkap. Palmitat, stearat, oleat dan linoleat) semuanya dapat disintesis unggas kecuali linoleat sehingga harus disediakan dalam pakan.

Kekurangan asam linoleat menimbulkan penyakit defisiensi dengan gejala-gejala pertumbuhan tergannggu, hati berlemak dan daya tahan tubuh menurun terhadap infeksi pernafasan. Produksi terlu mulai menurun pada unggas yang sedang bertelur, selain itu daya tetas dan telurnya kecil.

Linoleat, linolenat dan arakhidonat adalah asam lemak esensial, disediakan dalam pakan dengan piridoksin (vitamin B6), arakhidonat dapat disintesis dari linolenat. Asam lemak esensial terdapat pada jagung, minyak kacang kedelai, minyak kacang tanah, dan lemak beberapa bahan makanan. Namun, jika penggunaan lemak esensial terlalu banyak akan menimbulkan kerugian nutrisi.

Asam lemak esensial mudah mengalami oksidasi dan mempertinggi kebutuhan vitamin E sebagai antioksidan dalam tubuh. Sebanyak 1,5 sampai 2% asam linoleat yang dibutuhkan unggas yang sedang bertelur. Untuk pakan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan mengandung sekitar 4-5% ekstrak ether (lemak) dan setengah dari jumlah tersebut adalah asam lonoleat yang bersumber dari jagung.

Sebab asam linoleat tidak dapat disintesis unggas. Jadi kandungan asam lemak tidak jenuh ganda daging dan telur dapat dipengaruhi oleh pakan yang diberikan. Minyak jagung dan minyak kacang kedelai mengandung sekitar 50% asam linoleat.  Bungkil kacang kedelai yang diproses (ekspeller) merupakan sumber asam linoleat paling sempurna.

Kandungan asam linoleat telur bervariasi mulai dari 0% hingga 40% asam lemak telur tergantung dari pakan yang diberikan. Meningginya asam linoleat lemak telur berpengaruh menurunkan asam oleat. Asam palmitat dan stearat dapat dimanfaatkan lebih baik bila digabungkan dalam lemak utuh daripada diberikan sebagai asam lemak bebas.

Sebagian besar lemak diserap tanpa hidrolisis dalam bentuk emulasi yang sangat halus atau sebagai garam-garam empedu. Lemak dengan titik cair sama mempunyai daya cerna yang sama.

 Diolah dari buku nutrisi aneka ternak unggas, Anggorodi

(Visited 128 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *