fbpx
Suara Peternakan

Pemkab Kotawaringin Barat Dorong Pengembangan Peternakan Ayam Petelur

SuaraPeternakan.com – Mengingat kebutuhan telur di wilayah Kobar khususnya di Pangkalan Bun sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah seperti Blitar, Tulung Agung, Malang dan sekitarnya. Melihat hal tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) terus mendorong optimalisasi usaha peternakan ayam petelur.

Dalam memenuhi kebutuhan telur salah satu upaya yang di lakukan Pemkab Kobar adalah mendorong pelaku usaha peternakan untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan cara penambahan populasi layer (ayam petelur) di kandang.

Upaya strategis lainnya yaitu telah dilakukan oleh Dinas PKH adalah dengan membentuk Asosiasi Peternak Ayam Petelur selain juga dilakukan pendampingan penerapan Good Farming Practices (GFP) ayam petelur dengan tujuan efisiensi dan produktifitas usaha.

“Saat ini dinas PKH juga sedang mendorong upaya fasilitasi promosi pemasaran satu pintu khususnya memanfaatkan Marketplace. Upaya lain yang sedang dikerjakan ialah meningkatkan akses peternak terhadap permodalan dari perbankan’ ujar Nurhidayah dikutip dari kumparan.com pada 20 April 2019.

beternak ayam petelur dinilai dapat memberikan peranan besar dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani dan berbagai keperluan industri. Hal ini diungkapkan Bupati Kobar Nurhidayah, saat mengunjungi peternakan dan bersilaturahmi dengan peternak ayam petelur di wilayah Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Jumat (19/4) pagi.

Kunjungan Nurhdiayah ingin melihat lebih dekat usaha peternakan ayam petelur. Nurhidayah mengungkapkan jika masyarakat Indonesia dan Kotawaringin Barat khususnya sangat gemar mengkonsumsi telur ayam, terutama ayam ras karena rasanya yang enak serta manfaatnya bagi kesehatan.

Data yang dimiliki Dinas PKH Kobar, konsumsi telur secara umum (tingkat konsumsi telur ayam, itik, puyuh) di Kotawaringin Barat sebagian besar dipenuhi dari telur ayam ras (91,82 persen). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Telur ayam adalah bahan pangan yang mengandung protein hewani yang cukup tinggi yaitu sebesar 13-14 persen.

“Populasi ayam petelur saat ini berada di wilayah Pangkalan Bun yang berasal dari 22 peternak, baik itu usaha peternakan perseorangan/mandiri maupun pelaku usaha komanditer termasuk BUMDes,” tandas Nurhdiayah.

Saat ini, populasi penduduk Kobar cukup padat, apabila diasumsikan setiap warga mengkonsumsi 1 butir telur perhari, maka produksi telur belum sebanding dengan jumlah kebutuhannya.

Melihat kondisi ini, Nurhidayah mengaku akan terus mendorong peningkatan produksi telur di Kobar. “mengingat kebutuhan telur yang tinggi bagi masyarakat, telur tentu saja bisa menjadi salah satu komoditas penting yang layak untuk dikembangkan,” katanya.

Nurhidayah sangan mengapresiasi upaya masyarakat Kobar khususnya Asosiasi Peternak Ayam Petelur yang terus meningkatkan produksi telur. Dengan mengajak masyarakat untuk bisa mengambil peluang ini, mengembangkan peternakan ayam petelur, mengingat besarnya potensi di dalam usaha ini

‚ÄúSelain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kobar, komoditas telur di Kobar juga diharapkan mampu memenuhi kabupaten di sekitar Kobar, seperti Sukamara, Lamandau, Seruyan dan Kalimantan Barat wilayah selatan (Kecamatan Manismata, Air Upas, dan Ketapang),” pungkasnya.

Sumber: Kumparan.com

(Visited 44 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *