fbpx
Suara Peternakan

Pemerintah Kembali Mengimpor Jagung untuk Kebutuhan Pakan Ternak

Pemerintah kembali mengimpor jagung. Kebutuhan jagung yang semakin tinggi dikalangan peternak. Utamanya peternak ayam kesulitan mendapatkan jagung sebagai pakan ternak.

Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk kembali melakukan impor. Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, impor yang sebelumnya sudah dilakukan tidak memenuhi permintaan peternak ayam.

Pemerintah belum memutuskan berapa banyak tambahan impor jagung. Sebelumnya Perum Bulog akan mengecek kebutuhan, serta kemungkinan panen jagung yang akan datang.

Dilansir dari metrotvnews.com, “Begitu 100 ribunya (impor jagung) selesai masuk, permintaannya masih banyak. Peternak-peternak kecil baik (ayam) petelur maupun pedaging,” kata Darmin di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa, 29 Januari 2019.

“Gubernur juga saya minta turun ke lapangan. Ada di Jawa Barat panen tuh, belum ada (total panennya). Datanya memang bilang belum ada. Karena belum ada, dan paling-paling panennya itu Maret pertengahan. Jawa Timur malah April,” jelas dia.

Dirinya menambahkan, pemerintah mensyaratkan impor jagung harus masuk sebelum panen raya. Langkah ini diharapkan bisa menurunkan harga jagung yang masih tinggi, tetapi kebutuhan para peternak untuk pakan juga tetap terpenuhi.

“Anda boleh impor, tapi enggak boleh masuk lebih dari pertengahan Maret. Supaya jangan nanti ada jagung impor ada, jagung produksi dalam negeri ada. Kalau hanya bisa diimpor 100 ribu ya 100 ribu. Kalau kurang dari situ ya kurang dari situ. Pokoknya batasnya pertengahan Maret,” pungkasnya.

Sumber: metrotvnews.com

(Visited 21 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *