fbpx
Suara Peternakan

Pemeliharaan Ayam Broiler dengan Benar Menjadi Kesuksesan dalam Usaha Mandiri

Membuka usaha mandiri dibidang ternak unggas khususnya ayam broiler sangat menjanjikan, namun diperlukan keseriusan dalam mengawal usaha tersebut. Peternak tidak hanya punya modal yang besar. Tapi juga harus menyiapkan mental. Modal besar berarti siap menanggung resiko kerugian yang besar pula.

Masa panen yang cepat sehingga banyak yang tertarik dengan usaha ayam broiler. Pada umur 28 hari sudah bisa dipanen untuk dijadikan menu lalapan ayam. Umur 30 hingga 35 hari berat badan bisa mencapai 1,8 kg hingga 2 kg.

Meski memiliki masa panen yang cepat, beternak ayam broiler tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak kendala yang dihadapi dalam beternak ayam broiler, memungkinkan peternak bisa mengalami kerugian yang cukup besar. Misanya penanggulangan penyakit, kematian ayam dan jenis lainnya.

Sebelum menggeluti bisnis dibidang ini, pastikan bahwa anda sudah memiliki ilmu dan wawasan yang cukup. Lebih baik lagi ketika sudah memiliki pengalaman dalam budidaya ayam broiler. Yang paling utama diperhatikan adalah persiapan kandang. Jika Anda ingin ternak ayam broiler secara mandiri, simak cara pemeliharaan berikut ini:

Perkandangan

Foto: Istimewa/ Dr. Syahrir Akil

Sebisa mungkin kandang harus steril dan perlu melakukan biosecurity kandang sebelum memasukkan anak ayam atau DOC. Dalam perkandangan, jangan lupa memperhatikan ventilasi kandang. Meski sudah menggunakan kandang yang ideal tapi jika tidak memperhatikan ventilasi dengan baik maka ternak ayam menjadi tidak maksimal.

Sebaiknya setiap pagi ayam mendapatkan udara segar dan sinar matahari yang cukup sehingga ayam menjadi sehat. Pada saat-saat tertentu ayam juga membutuhkan udara yang segar. Dengan kondisi kandang tertutup sehingga menjadi pengap didalam kandang. Oleh sebab itu peternak harus tahu kapan waktu yang tepat untuk menutup atau membuka tirai tersebut.

Adapun hal yang dilakukan dalam persiapan kandang sebelum chik in DOC yakni:

  1. Kandang dicuci terlebih dahulu atau sanitasi kandang yang sudah dipakai pada periode sebelumnya. Dengan membersihkan kotoran yang ada dibawah kandang kemudian memasukkan di karung.
  2. Menyapu lantai, memastikan kotoran atau sekam benar-benar bersih. Setelah memastikan kandang bersih, kemudian mencuci peralatan yaitu tempat pakan dan minum dengan menggunakan sabun lalu dikeringkan.
  3. Menyiapkan semua peralatan seperti sekam, kotak indukan, tempat pakan, tempat minum lampu penerang dan lain-lain. Alat tersebut nantinya akan digunakan saat DOC masuk kandang.  Jangan lupa lantai kandang diberi kapur secara merata.
  4.  Kemudian disemprotkan dengan menggunakan desinfektan pada bagian lantai, dinding, atap dan luar kandang pada bagian dindingnya.

Persiapan DOC dalam Pemeliharaan

Foto: Istimewa/ Dr Syahrir Akil

Setiap orang berpotensi membawa jutaan penyakit yang tidak kelihatan. Maka peternak atau pegawai perlu menyiapkan kotak indukan misalnya triplek penutup, lampu, alas sekam, koran pelapis, kerikil untuk ditaruk ditempat air minum pada hari pertama. Tempat minum dan tempat pakan, antibiotoc, vitamin dan vaksin ND B1

Sebelum DOC masuk ke kandang juga dilakukan penyetelan brooder 2-3 jam sebelum DOC dimasukkan. Brooder yang sudah siap digunakan diharapkan mampu mengkondisikan suhu dan kelembaban yang terdapat di dalam ruangan sehingga DOC dapat nyaman dan tidak mudah stres.

DOC ini adalah kunci keberhasilan ternak ayam, dengan demikian DOC harus dipelihara dengan baik. Banyak peternak hanya mengembangkan ilmu tentang periode tertentu saja namun jarang ada yang mempelajari bagaimana merawat DOC dengan baik dan benar. Oleh sebab itulah perawatan DOC menjadi tidak maksimal sehingga rentan mengalami kematian.

Perawat DOC dengan meletakkannya di tempat yang aman dan nyaman terutama jika jarak tempuhnya jauh. Saat sudah sampai di peternakan, biarkanlah DOC beristirahat terlebih dahulu. Tujuannya agar DOC tidak menjadi stres ketika dipindahkan ke kandangnya.


Berikut ini ciri-ciri kualitas DOC yang baik yakni:

1 Bebas dari penyakit terutama penyakit pullorum, jamur dan omphalitis.
2. Berasal dari induk yang baik.
3. Day Old Chick (DOC) terlihat aktif, lincah dan mata cerah.
4. DOC memiliki kekebalan dari induk yang tinggi.
5. kaki DOC besar dan basah.
6. memiliki bulu cerah, penuh dan tidak kusam.
7. kloakannya bersih, tidak ada kotoran yang menempel.
8. keadaan tubuh DOC normal.
9. berat badannya sesuai dengan standar strain, biasanya di atas 37 gram (Fadilah, 2000).

Penggunaan Pakan yang Tepat

Foto: istimewa

Penting sekali mengetahui komposisi pakan dan nutrisi ayam yang tepat. Selain itu tempat makanan dan minuman ayam ini pun perbandingannya harus sesuai tujuannya agar ayam bisa mendapatkan porsinya masing-masing. Jika perbandingan tidak sesuai yang sering terjadi adalah kompetisi ayam tinggi sehingga pertengkaran antar ayam bisa terjadi. Dampak lainnya adalah porsi makanan tidak merata, sehingga berat badan ayam tidak merata ada yang kecil dan besar.

Pada pemberian pakan yaitu fase starter dan fase grower. Pada fase starter umur 1 hingga 21 hari pemberian pakan dengan butiran. Sedangkan pada fase finisher umur 22 hingga panen yaitu umur 35 hari menggunakan pakan dalam bentuk mash atau tepung. Pakan tersebut bisa didapatkan pada perusahaan atau pada pedagang kecil. Ada juga peternak yang menyusun pakan sendiri. Dalam hal ini bisa mengetahui sendiri kandungan dalam pakan, misalnya kadar protein dan lainnya.

Pemberian Vaksin Pada Ayam Broiler

Pemberian vaksin merupakan hal yang sangat penting dalam pemeliharaan ayam broiler. Sistem imun jenis broiler tergolong rendah. Dibutuhkan vaksin untuk membuat sistem imunnya menjadi stabil sehingga berbagai macam penyakit bisa dihindari. Ada beberapa penyakit yang bisa menyerang ayam broiler, sehingga dengan pemberian vaksin yang lengkap akan membuat ayam terlindungi dari penyakit tersebut. Vaksin dapat diberikan memalui tetes mata, air minum dan suntik.

Memelihara ayam broiler membutuhkan ketelatenan karena perawatannya berbeda dengan ayam kampung. Pemeliharaan ayam broiler lebih rumit dibandingkan dengan ayam kampung. Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, lakukanlah prosedur beternak dengan benar.

*Diolah dari berbagai sumber

(Visited 79 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *