fbpx
Suara Peternakan

Pembibitan Merpati: Ciri-ciri Bibit yang Berkualitas

Suarapeternakan.com – Dalam suatu usaha peternakan, pemilihan bibit unggul merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan karena bibit merupakan salah satu kunci keberhasilan dari usaha peternakan. Bibit yng baik didukung pakan yang baik dan tatalaksana yang baik akan mendapatkan produksi yang optimal

Ternak yang dipilih untuk digunakan sebagai bibit harus didasarkan pada sifat-sifat produksi tinggi guna memperoleh produksi yang maksimal.

Untuk menjamin mutu produksi yang sesuai dengan permintaan konsumen diperlukan bibit ternak yng bermutu, oleh karena itu diperlukan pengaturan mengenai standar mutu atau kualitas bibit ternak dan produksinya. 

Membedakan jenis kelompok merpati yang belum dewasa hampir tak mungkin dilakukan, meskipun biasanya dalam satu cluthc (sepasang telur/sepasang anak yang dihasilkan oleh induk dan pejantan) selalu terdiri dari jantan dan betina,

Biasanya merpati jantan lebih besar dan kasar, lehernya lebih tebal, serta jika akan  kawin membuat badan melingkar, memekarkan bulu ekor dan merebahkan bulu sayapnya. Dalam proses cooing dan biling, betina selalu menempaykan paruhnya pada paruh jantan.

Catatan produksi merpati perlu diperhatikan dalam pembibitan, disamping semua kharakteristiknya. Jika masih muda (2-3 tahun), sepasang merpati mampu menghasilkan 16-18 anak pertahun.

Bila pasangan sudah tua (5-6 tahun), hanya mampu menghasilkan sekurang-kurangnya 12 ekor anak/tahun).

Induk dan pejantan yang dipilih semestinya memiliki kriteria yang baik. Pemilihan bibit merpati hias mutlak diperlukan guna mendapatkan anak-anak hasil ternakan yang benar-benar berkualitas. Usahakan mencari bibit yang benar-benar ras original dan tidak ada silangan dengan merpati dari ras lain. Hasil ternakan yang berkualitas itu nantinya akan memudahkan kami untuk memasarkan ke konsumen.

Melansir dari berbagai sumber berikut Ciri-ciri bibit yang berkualitas :

Merpati harus ,mempunyai semangat kawin yang sangat tinggi. Pejantan ikut membuat sarang, mengerami telur, dan membesarkan anaknya yang baru menetas. Umur kawin pertama terjadi pada 5-8 bulan. Produksi telur puncak terjadi pada umur 2-3 tahun. Bila selama setahun tidak menghasilkan 12 anak, sudah tidak dapat disebut produk komersial.

Selain itu, harus asli/ori artinya bibit merpati tidak boleh silangan dengan merpati dari jenis ras yang berbeda, harus dari ras tertentu yang benar-benar sama dan asli. Tidak ada cacat fisik, sehingga memudahkan untuk proses perkawinan dan enak dipandang mata Dipilih bibit yang bagus marking warnanya dan badan yang tegap dan besar, sehingga terlihat keindahan dan keunikannya.

Diusahakan beli bibit dari peternak yang benar-benar menguasai seluk beluk merpati dan komitmen terhadap keorsinilan ras merpati.

(Visited 111 times, 3 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *