fbpx
Suara Peternakan

Peluang Ekspor Kambing dan Domba Menjanjikan dan Paling Diminati oleh Negara Tetangga

Suarapeternakan.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut kambing dan domba saat ini merupakan komoditas ternak yang mempunyai potensi dan peluang ekspor yang sangat menjanjikan.

Pada tahun 2018 Indonesia telah mulai melakukan ekspor ternak domba ekor tipis ke Malaysia, dengan permintaan sebanyak 5.000 ekor per bulan. Selain itu, Desember 2018, juga dilakukan ekspor domba Garut ke Uni Emirat Arab (UEA), dengan permintaan sebanyak 3.600 ekor per tahun.

Selain kedua negara tersebut, wilayah Asia, Afrika, dan Pasifik juga merupakan pasar ekspor yang sangat menjanjikan untuk komoditas ternak domba dan kambing. Dengan mempertimbangkan aspek teknis, pemenuhan lokal dan perkembangan isu perdagangan global.

Untuk menggenjot ekspor perlu ada jaminan ketersediaan ternak secara kontinyu dan berkelanjutan. Untuk itu, Kementan mendorong dilakukannya kemitraan antara pelaku usaha (eksportir) dengan peternak domba/kambing yang melibatkan lembaga keuangan (perbankan maupun non perbankan) dalam penyediaan permodalan.

Penyediaan permodalan bagi peternak dapat melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun dengan pemanfaatan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Adapun program kemitraan yang ditawarkan Ditjen PKH Kementan telah menawarkan pemanfaatan pinjaman berbunga rendah dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kepada Ketua Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI).

Realisasi KUR untuk bidang usaha pembibitan dan budidaya domba dan kambing telah mencapai Rp387 miliar atau meningkat 104,7% dibandingkan tahun 2017 yang hanya sebesar Rp189 miliar. Jumlah debiturnya, pada tahun 2018 sebanyak 23.979 debitur atau meningkat 67,4% dibandingkan tahun 2017 yang hanya 15.515 debitur.

Hal ini dapat menunjukkan bahwa peternak kambing domba saat ini sudah berorientasi bisnis dan bankable.

Selain banyak diminati pasar lokal juga sangat potensial untuk diekspor ke sejumlah negara. Setidaknya ada tiga negara Asean yakni Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam yang berminat terhadap domba Indonesia. Bahkan, untuk pasar Negeri Jiran, Malaysia, permintaan ekspornya cukup tinggi.

Agus adalah peternak domba yang sukses beternak di Jember mengatakan, sesuai rencana akan ekspor domba ke Malaysia pada Februari atau Maret 2020  mendatang sebanyak 1.500 ekor.  Domba yang akan diekspor  usianya rata-rata 1 tahun dengan bobot 25 kg/ekor. Sesuai ketentuan, domba yang diekspor beratnya minimal 25 kg/ekor.

Agustus 2018 lalu, Agus  mengekspor domba ke Malaysia sebanyak 3.000 ekor. Ekspor domba tersebut nilainya sekitar 400 ribu dollar ASatau setara dengan Rp 4-5 miliar.

Sejumlah negara lain seperti Brunei dan Singapura juga meminati domba asal Indonesia. Sehingga, peluang ekspor domba ini kian terbuka.

 “Tahun 2019 ini belum mengekspor domba, karena harga domba lokal saat ini sedang tinggi mencapai Rp 55 ribu-60 ribu/kg berat hidup. Sebelumnya  harga domba di tingkat petani Rp 38 ribu-40 ribu/kg.  “Kalau untuk ekspor harganya bisa mencapai Rp 80 ribu/kg,” ujarnya dikutip dari tabloid sinartani.com.

Menurut Agus, idealnya harga domba di tingkat petani Rp 40-42 ribu/kg.  Artinya, kalau harganya rata-rata Rp 40 ribu/kg, peternak bisa untung dan semakin bersemangat untuk memelihara domba. “Peternak  tak perlu memelihara domba hingga umur 8-12 bulan dan bisa menjual pada usia 3-4 bulan ke pedagang,” katanya.

Pemerintah perlu campur tangan untuk menjaga keberlangsungan pasokan berupa bibit di tingkat peternak supaya mereka lebih bersemangat. Sebab ternak domba ke depan bisa menjadi peluang usaha petani atau masyarakat

Untuk pengembangan inti plasmana, Asosiasi Peternak Domba Ekspor Jember juga mengandeng Bank BTN. Melalui dana CSR, Bank BTN  banyak memberi kemudahan ke peternak domba di Jember. Salah satunya dengan memberi bantuan domba ke peternak sebanyak 25-30 ekor per kepala keluarga.

(Visited 91 times, 1 visits today)

Related Articles