fbpx
Suara Peternakan

Padang Mengatas, Peternakan Sapi New Zealand Versi Indonesia

SuaraPeternakan.com – Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak Padang Mengatas terdapat padang rumput yang menyimpan keindahan pemandangan yang spektakuler. Peternakan Padang Mengatas yang terletak di Kecamatan Luwak, Kabupaten limapuluh Kota, Sumatera Barat. Potensi alam yang disediakan Padang Mengatas dioptimalkan dalam peternakan sapi.

Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak Padang Mengatas menjadi peternakan terbesar di Indonesia. Memiliki padang rumput yang luas sangat berpotensi dan cocok untuk digunakan sebagai peternakan. Terletak di perbukitan, lokasi Padang Mengatas sering dijuluki sebagai Selandia Baru, New Zealand versi Indonesia. Luas dan hijau.

Padang Mengatas memiliki potensi ternak lokal yang cukup potensial. Area peternakan seluas 280 Hektare dengan hamparan luas berbalut rumput hijau. Di atasnya, terdapat ratusan bahkan ribuan ekor sapi berwarna coklat belang putih yang jumlahnya sekitar 1.250 ekor dengan tiga jenis, yakni simental, limosin dan sapi pesisir (sapi lokal).

Menurut sejarahnya, fasilitas peternakan di Padang Mengatas merupakan warisan pendudukan Belanda di Indonesia yang sempat menjadi area peternakan terbesar se-Asia Tenggara. Fasilitas ini pertama kali didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1916.

Saat itu hewan yang diternakkan adalah kuda. Baru pada tahun 1935 didatangkan sapi Zebu dari Benggala, India untuk dikembang biakan. Perjalanan peternakan ini tidak begitu mulus, bakan berkali-kali hancur, dan berkali-kali pula nyaris ‘mati’. Sehingga berfokus pada peternakan sapi saja.

Dulunya milik pemerintahan Belanda, dan saat ini dimiliki pemerintah Indonesia.

Sapi Limosin dan Simental di Padang Mengatas yang berbadan montok ini bernilai jual tinggi. Sapi-sapi di sini merupakan langganan impor. Peternak menggiring sapi hasil inseminasi buatan ini dari kandang ke lahan dengan cara membunyikan klakson.

Untuk membedakan kedua sapi ini cukup mudah. Sapi Limosin bercorak dominan cokelat, sementara Sapi Simental bercorak dominan putih.

Kementerian Pertanian telah menargetkan mengembangkan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) sebanyak 210 sentra. Pemerintah menargetkan program pembentukan 1.000 SPR sebagai upaya untuk memenuhi swasembada daging sapi hingga hasil produknya.

Hal Pertama yang dilakukan yaitu pemeliharaan daerah sentra sapi yang dilaksanakan secara intensif di Jawa, Bali, dan Lampung dengan populasi betina sebanyak 3,3 juta. Kedua, daerah sentra peternakan dengan sistem pemeliharaan semi intensif di Sulawesi Selatan, Sumatera, dan Kalimantan dengan potensi populasi betina sebanyak 1,9 juta ekor.

Ketiga, daerah pemeliharaan ekstensif dengan total populasi betina sebanyak 700.000 ekor yang tersebar di provinsi NTT, NTB, Papua, Maluku, Sulawesi, NAD dan Kaltara.

(Visited 94 times, 1 visits today)

Related Articles