fbpx
Suara Peternakan

Olah Pakan Ternak dengan Metode Silase Persiapan Kemarau

SuaraPeternakan.com – Memanfaatkan sisa musim hujan ini. Sebab saat musim kemarau akan terjadi kekurangan pakan ternak. Saat musim hujan diperlukan mengolah dan menyimpan pakan ternak, agar saat musim kemarau mendatang, peternak tidak lagi kesusahan mencari pakan untuk peliharaannya.

Mengolah dan menyimpan pakan ternak dapat dilakukan dengan teknologi sistem pengawetan silase. Teknologi ini dengan menambahkan gula yang diteteskan di dalam tong berisi makanan ternak. Pakan ternak yang digunakan seperti rerumputan, kacang-kacangan. Metode ini sangat bermanfaat bagi peternak saat musim kemarau. Jadi lebih mirip seperti fermentasi. Sebagian peternak juga melakukan dengan metode molase.

Molase adalah penyimpanan untuk kebutuhan mineral ternak sapi. Metode ini berfungsi untuk merangsang dan menstabilkan kondisi sapi betina agar produktif. Serta menstabilkan sapi yang bunting.

Cara Membuat Silase Untuk Pakan Ternak

Di daerah seperti di Indonesia yang terdapat dua musim, musim hujan dan musim kemarau, menjadi perhatian penting bagi peternak yang memelihara ternak seperti sapi, kambing, domba dll. Karena terbatasnya rerumputan pada musim kemarau.

Pada musim hujan, hujauan akan melimpah. Ini merupakan kesempatan bagi peternak untuk menyimpan pakan hijauannya untuk musim kemarau. Tapi bagaimana caranya pakan hijauan tersebut yang disimpan tidak kering dan nilai gizi atau protein tidak berkurang, dan pakan hijauan tersebut dapat disimpan selama 1 bulan, 2 bulan atau 6 bulan bahkan 1 tahun. Untuk itu diperkenalkan salah satu lagi teknologi pengewatan pakan hijaun ternak yaitu Silase.

Pakan hijaun yang telah dipotong dari lahan seperti Rumput Gajah, kemudian dikeringkan dengan kandungan air 60% sebelum disimpan dalam kondisi tertutup tanpa udara atau yang biasa disebut anearob.

Kenapa hijauannya perlu dikeringkan? Pengeringan ini dilakukan untuk mengurangi kadar air hijauan, jadi pakan hijauan ini tidak dapat cepat rusak. Pengeringan bisa dilakukan dengan menggunakan mesin pengering, atau mau lebih hemat bisa dijemur bentar dibawah terik matahari.

Silase merupakan pakan hijauan ternak yang diawetkan yang disimpan dalam kantong plastik yang kedap udara atau silo, drum, dan sudah terjadi proses fermentasi dalam keadaan tanpa udara atau anaerob. Proses silase ini melibatkan bakteri-bakteri atau mikroba yang membentuk asam susu, yaitu Lactis Acidi dan streptococcus yang hidup secara anerob dengan derajat keasaman 4 (pH 4).

Oleh karena itu mengapa pada saat proses silase pakan hijauan ternak yang tersimpan dalam kantong plastik atau dalam silo harus ditutup rapat, sehingga proses silase berjalan dengan baik dan pakan hijauan tidak cepat dibusukkan oleh bakteri lain dan jamur.

Tujuan Membuat Silase Untuk Pakan Ternak yaitu Sebagai cadangan dan persediaan pakan ternak pada saaat musim tanpa penghujan (kemarau) yang panjang. Untuk meyimpan dan menampung pakan hijauan yang berlebih pada saat musim hujan, sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu pada saat musim kemarau.

Memanfaatkan pakan hijauan pada saat kondisi dengan nilai nutrisi terbaik seperti protein yang tinggi. Mendayagunakan sumber pakan dari sisa limbah pertanian ataupun hasil agroindustri pertanian dan perkebunan seperti bekatul, dedak, bungkil sawit, ampasa tahu,tumpi jagung, janggel jagung.

Proses Membuat silase:

Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan: Tetes tebu(molasses) = 3% dari bahan silase, Dedak hulus =5% dari bahan silase, Menir =3.5% dari bahan silase, Onggok = 3% dari bahan silase, Rumput Gajah atau hijauan sebagai bahan silase, Silo atau kantong plastic.

Begini cara membuat Silase

Potong rumput hijau tersebut dengan ukuran 5-10 cm dengan menggunakan parang, atau dengan menggunakan mesin chopper. Potongan rumput yang kecil tujuannya agar rumput yang dimasukkan dalam silo dalam keadaan rapat dan padat sehingga tidak ada ruang untuk oksigen dan air yang masuk.

Campurkan bahan pakan tersebut hingga menjadi satu campuran.

Bahan pakan ternak tersebut dimasukkan dalam silo dan sekaligus dipadatkan sehingga tidak ada rongga udara.

Bahan pakan ternak dimasukkan sampai melebihi permukaan silo untuk menjaga kemungkinan terjadinya penyusutan isi dari silo. Dan tidak ada ruang kosong antara tutup silo dan permukaan pakan paling atas.

Setelah pakan hijauan dimasukkan semua, diberikan lembaran plastik, dan ditutup rapat, dan diberi pemberat seperti batu, atau kantong plastik, atau kantong plastic yang diisi dengan Tanah.

Cara pengambilan silase

Sesudah (3) minggu proses ensilase telah selasai, dan silo dapat dibongkar, selanjutnya diambil ensilasenyas. Proses silase yang benar dapat bertahan satu sampai dua (1—2) tahun, bahkan lebih.

Pengambilan silase secukupnya untuk pakan ternak, contonya untuk 3-5 hari.

Silase yang baru dibongkar sebaiknya dijemur atau diangin-anginkan terlebih dahulu.

Jangan sering-sering membuka silo untuk mengabil silase, ambil seperlunya, dan tutup rapat kembali silasesnya, agar silesa tidak mudah rusak

Adapun ciri-ciri silase yang baik; Rasa dan wanginya asam, Warna pakan ternak masih hijau, Teskstur rumput masih jelas, Tidak berjamur, tidak berlendir, dan mengumpal.

Peternak yang ingin maju dan punya inisiatif, biasanya mencoba mencari cara untuk menghadapi masalah kekurangan pakan di musim kemarau dengan menerapkan teknologi pakan yang sudah umum sekarang ini, yang berguna untuk memperpanjang masa simpan pakan ternak sehingga bisa dimanfaatkan untuk jangka waktu yang lebih panjang selama musim kemarau, sebagai persediaan pakan ternak mereka.

Memperpanjang masa simpan silase dan hay

Teknologi pakan yang sudah populer ini diantaranya adalah pembuatan silase pakan dengan menggunakan drum-drum plastik sebagai tempat penyimpanan agar bisa tercapai kondisi penyimpanan anaerob. Pakan hijauan yang bisa disilase adalah hijauan segar (rumput, daun-daunan ) atau bisa juga jerami padi.

Keuntungan Silase. Masa simpan silase bisa cukup lama yaitu sekitar 3-4 minggu (masa fermentasi) hingga 8 minggu tanpa mengalami kerusakan bahan kering dan bahan organik. Kadar bahan kering silase yang relatif lebih tinggi akan memperpanjang masa simpan silase. Beberapa literatur menyatakan silase bisa disimpan hingga 2-3 tahun apabila silase baik dan benar dalam pembuatannya dan silo atau drum plastik tempat penyimpanannya tidak mengalami kebocoran sehingga tetap berada dalam keadaan kedap udara.

Untuk kebutuhan masa simpan pakan yang lebih singkat, bisa dicoba membuat hay atau hijauan kering dari rumput-rumputan atau daun-daunan. Hay bisa bertahan maksimal sampai minggu keenam dalam penyimpanan. Setelah minggu keenam bisa terjadi kerusakan atau perubahan warna dan tekstur pada hay.

Keuntungan Hay

Keuntungan hay ini dibanding silase, terutama adalah karena pembuatannya lebih mudah daripada silase, hijauan tidak harus dipotong kecil-kecil dan hay cukup disimpan secara aerob dan tidak perlu secara anaerob.

Masa simpan

Kondisi ruang penyimpanan juga sangat berpengaruh. Jika disimpan di tempat terbuka tanpa naungan, langsung terkena sinar matahari atau disimpan pada tempat yang lembab dan ventilasi kurang, kerusakan pakan ternak bisa terjadi lebih cepat.

Silase yang baik

  1. Berwarna hijau kekuningan, mendekati warna aslinya saat masih segar. Warna hitam tidak ada, atau sedikit saja. Warna hitam menandakan adanya kebocoran sehingga udara masuk dan menimbulkan pembusukan.
  2. pH antara 3,8-4,2
  3. Tekstur lembut dan bila dikepal tidak keluar air,
  4. Kadar airnya cuma sekitar 60-70% saja
  5. Baunya asam segar.

Pembuatan hay

Pembuatan hay lebih mudah dengan biaya yang lebih murah namun harus dibayar dengan masa simpan yang lebih singkat yaitu sekitar 5 minggu. Metode pembuatan hay ada 2 yaitu metode hamparan dan metode Pod.

  1. Metode hamparan dilakukan dengan cara menghamparkan hijauan yang sudah dipotong di lapangan terbuka dibawah sinar matahari. Setiap hari hamparan dibolak-balik hingga kering. Biasanya butuh waktu sekitar 2-3 hari, pada saat cuaca cerah. Kadar air setelah kering sekitar 20-30% (warna kecoklat-coklatan).
  2. Metode Pod menggunakan semacam rak sebagai tempat menjemur sekaligus menyimpan hijauan yang dijemur selama 1-3 hari. Kadar air setelah kering sekitar 50%. Untuk pembuatan hay, idealnya hijauan rumput dipotong saat menjelang berbunga (pada saat kadar protein rumput tertinggi, serat kasar dan kandungan airnya optimal). Diharapkan dengan demikian hay yang diperoleh tidak berjamur dan tidak menimbulkan warna gosong, yang tentunya akan meningkatkan palatabilitas dan kualitas hay nantinya.

Hay yang baik

  1. Berwarna tetap hijau meskipun ada yang berwarna kekuning-kuningan,
  2. Daun yang rusak tidak banyak, bentuk hijauan masih tetap utuh dan jelas, tidak terlalu kering sebab kalau terlalu kering akan mudah patah.
  3. Kondisinya tidak kotor dan tidak berjamur, sehingga alat pengukur keberhasilan hay yang terbaik adalah ternak yang akan memakannya, jika ternak mau makan berarti sudah cukup baik hasilnya.

Teknologi Silase, Solusi Ketersediaan Pakan Ternak Berkualitas

Secara tradisional, pakan ternak sapi hanya mengandalkan hijauan (rumput). Namun saat musim kemarau, persediaan rumput dan hijauan pakan ternak akan semakin menurun.

Sebaliknya pada musim penghujan, sumber hijauan akan melimpah namun tidak dimanfaatkan secara optimal. Jadi permasalahan utama dari penyediaan pakan ruminansia adalah tidak terpenuhinya jumlah dan kecukupan nilai nutrisi yang disebabkan oleh ketersediaan pakan yang tidak terus menerus (kontinyu) sepanjang tahun.

Pendekatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi problematika tersebut adalah dengan teknologi silase. Silase merupakan awetanbasah segar yang disimpan dalam silo,sebuah tempat yang tertutup rapat dan kedap udara, pada kondisi anaerob (Mugiawati, 2013).

Hijauan yang ideal digunakan sebagai silase adalah segala jenis tumbuhan atau hijauan serta bijian, terutama yang mengandung banyak karbohidrat, seperti : rumput, sorghum, jagung,biji-bijian kecil, tanaman tebu, tongkol gandum, tongkol jagung, pucuk tebu, batang nanas dan jerami padi.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa pakan atau makanan ternak merupakan kendala utama dalam pengembangan ternak di Propinsi NTT dan jaminan terhadap ketersediaan pakan ternak berkualitas merupakan tanggung jawab semua pihak tidak terkecuali Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang.

Ciri-ciri Silase yang Baik
Apabila pembuatan silase dilakukan dengan baik dan benar maka silase dapat bertahan 2-3 tahun selama tetap berada dalam keadaan kedap udara. Adapun ciri-ciri silase yang baik adalah sebagai berikut : aromanya wangi seperti buah-buahan dan sedikit asam, rasanya manis atau seperti yogurt, berwarna hijau kekuning-kuningan, kering, apabila dipegang terasa lembut dan empuk, pH berkisar antara 4 – 4,5 dan suuhu tidak panas (kurang dari 30oC).

Penyiapan Silo
Silo adalah sebuah wadah yang bisa ditutup dan kedap udara, artinya udara tidak bisa masuk maupun keluar dari dan ke dalam wadah tersebut. Wadah tersebut juga harus kedap rembesan cairan. Untuk memenuhi kriteria ini maka bahan plastik merupakan jawaban yang terbaik dan termurah serta sangat fleksibel penggunaannya.

Ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan, mulai kantong kresek plastik ukuran 1 kg, sampai silo silindris dengan garis tengah 100 m dan ketinggian 30 m.Gentong plastik (biasanya berwarna biru) dengan tutup yang bisa dikunci rapat merupakan salah satu pilihan yang terbaik.

Jika ingin membuat dalam jumlah yang banyak, maka cara yang termurah adalah dengan menggali tanah. Ukuran disesuaikan dengan kebutuhan. Kemudian menggunakan kantong plastik sehingga penutupannya bisa dilakukan agak rapat (Yusriani, 2015).

Penggunaan dan Penyimpanan Silase
Silase bisa digunakan sebagai salah satu atau satu satunya pakan kasar dalam ransum sapi potong. Pemberian pada sapi perah sebaiknya dibatasi tidak lebih 2/3 dari jumlah pakan kasar.

Silase juga merupakan pakan yang bagus bagi domba tetapi tidak bagus untuk kuda maupun babi. Apabila ternak belum terbiasa mengkonsumsi silase, maka pemberiannya sedikit demi sedikit dicampur dengan hijauan yang biasa dimakan.

Cara Pemberian pada Ternak
Pemberian silase pada ternak harus dilakukan dengan memperhatikan respon ternak. Silase mempunyai aroma dan rasa yang khas, maka tidak semua ternak langsung mempunyai respon yang baik. Berikut adalah cara pemberian silase pada ternak menurut Yusriani (2015) :

  1. Pengambilan silase harus dilakukan secara hati-hati, silo harus cepat-cepat ditutup agar udara tidak masuk. Silase paling baik disimpan dalam silo yang berukuran sesuai dengan kebutuhan, sekali ambil isi silo habis. Misalnya setiap hari dibutuhkan 100 kg silase, maka kapasitas silo juga 100 kg.
  2. Sebelum diberikan pada ternak silase diangin-anginkan terlebih dahulu, jangan diberikan langsung pada ternak.
  3. Untuk ternak yang belum terbiasa makan silase, pemberian dilakukan sedikit-sedikit dicampur dengan hijauan segar yang dikurangi secara bertahap. Jika sudah terbiasa silase dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan ternak setiap hari.

Apabila semua peternak mau mengaplikasikan teknologi ini maka kelak saat musim kemarau, peternak tidak perlu khawatir kekurangan pakan sebab punya lumbung pakan dari pakan hasil fermentasi tersebut. (*)

(Visited 147 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *