fbpx
Suara Peternakan

NTP Khususnya Sub Sektor Peternakan Mengalami Kenaikan Mei 2019

SuaraPeternakan.com – Kebutuhan masyarakat meningkat tajam saat Ramdan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) sub sektor peternakan pada Bulan Mei 2019 mengalami kenaikan 0.83% yaitu sebesar 107,73 dibandingkan bulan April sebesar 106,84.

BPS juga mencatat terjadi penurunan pada harga gabah kering panen di tingkat petani dan harga beras medium di penggilingan, masing-masing turun 0,02 persen pada Mei 2019. Kendati demikian, Mei 2019 pun NTP dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) menunjukkan daya beli petani semakin meningkat.

Tercatat NTP Mei sebesar 102,61 atau naik 0,38 persen dari NTP April yang hanya 102,23. Kemudian NTUP Mei sebesar 111,94, naik sebesar 0,73 persen dibanding April sebesar 111,13.

Sementara terkait dengan harga gabah, penurunan harga menjadi bukti bahwa ketersediaan cenderung stabil saat bulan Ramadan.

Kenaikan NTP bulan Mei 2019 ini banyak ditopang oleh kenaikan NTP subsektor hortikultura sebesar 102,41, naik 1,42 persen, NTP peternakan 107,71, naik 0,83 persen dan NTP tanaman perkebunan rakyat 96,02, naik 0,43 persen dari bulan sebelumnya.

Prestasi kenaikan NTUP pun pada periode tersebut banyak ditopang dari naiknya NTP subsektor hortikultura 114,11, naik 1,72 persen, NTP peternakan 117,37, naik 1,03 persen dan NTP tanaman perkebunan rakyat 106,01, naik sebesar 0,99 persen dari bulan sebelumnya.

dikutip dari news.okezone, Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, dari 2.007 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama Mei 2019, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 72,50 persen, gabah kering giling (GKG) 11,26 persen, dan gabah kualitas rendah 16,24 persen.

Selama Mei 2019, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp 4.356,00 per Kg atau turun 0,02 persen dan di tingkat penggilingan Rp 4.445,00 per Kg atau turun 0,01 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya.

Peningkatan NPT sub sektor peternakan menunjukkan daya saing komoditas peternakan terhadap produk dan jasa dikonsumsi oleh petani.

Menurut Fini Mufiani, daya saing yang dimaksud adalah posisi produk peternakan dari hasil usaha tani peternak, memiliki daya tukar lebih tinggi atas barang input produksi dan barang konsumsi.

Menjelang ramadan dan lebaran peternak menjual ayam dengan harga menguntungkan.

Menurutnya, kenaikan NTP bisa disebabkan berkembangnya efisiensi usaha, perkembangan usaha yang terintegrasi dari hulu-hilir, kemajuan teknologi peternakan sehingga produktivitas meningkat dan dukungan dari sektor lain misal Infrastruktur transportasi, dan lainnya.

Demikian dikutip dari gatra.com

Sumber: gatra / okezone.news

(Visited 32 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *