fbpx
Suara Peternakan

Mewabahnya Penyakit Jembarana Pada Sapi di Indonesia

SUARAPETERNAKAN.COM – Penyakit jembrana tergolong baru di Indonesia yang hanya menyerang Sapi Bali. Awalnya terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali sekitar tahun 1964. Saat ini telah menyebar di Indonesia seperti Jawa Timur, Kalimantan dan Bali.

Foto: Istimewa

Seperti Kasus di Pekanbaru, masyarakatnya tergiur dengan adanya harga sapi murah dari luar Pekanbaru di Riau. Mereka tidak tahu sapi-sapi tersebut dijual murah karena terinveksi penyakit Jembrana.

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kota Pekanbaru mengeluarkan surat edaran agar tidak membeli sapi dari luar Pekanbaru. Surat tersebut kemudian dikirim kepada kelompok peternak di Pekanbaru.

Penyakit Jembrana menyerang sejumlah sapi dibeberapa kepulauan Riau. Penyakit yang disebabkan oleh virus retroviridea mewabah pada Januari hingga Maret lalu tahun 2017 Lalu, ratusan sapi milik kelompok tani di Pekanbaru mendadak mati.

Sumber utama penyebaran virus tersebut secara mekanis disebabkan oleh gigitan lalat penghisap darah seperti Tabanus sp.

Dikutip dari okezone.com, El Syabrina selaku Kadistanak Pekanbaru, Ia menyampaikan bahwa jemrana tidak ada dampaknya terhadap manusia hanya mematikan sapi. “Pihaknya terus melakukan penyuluhan, sosialisasi dan vaksinasi ‎terhadap sapi milik kelompok tani maupun pribadi. Guna mencegah penyebaran penyakit tersebut”. Ujarnya.

Penyakit jembrana selama November hingga Desember 2017, Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mencatat sebanyak 46 sapi milik masyarakat setempat mati. Kejadian ini merupakan kejadian luar biasa karena belum pernah terjadi kasus sapi mati yang mencapai puluhan ekor selama dua bulan berturut-turut.

Penyakit tersebut diketahui muncul sejak 10 tahun lalu di Bengkulu. Melaporkan masalah tersebut kepada Dinas terkait agar memberikan bantuan vaksin penyebab penyakit jembrana.

Penyakit jembrana sifatnya akut dan dapat menyebabkan kematian (mortalitas) yang sangat tinggi sekitar 17% dan morbiditas juga tinggi.

Untuk pengobatan penyakit jembrana ini sebaiknya dilakukan oleh dokter hewan agar mendapatkan obat yang tepat dengan dosis yang sesuai dengan tingkat keparahan penyakit dan usia sapi

Pencegahan penyebaran penyakit jembrana perlu dilakukan, maka perlu diberikan antibiotik dan juga vitamin padasapi yang sehat agar tidak mudah terserang penyakit

Agar tidak semkin menyebar penyakit jembrana ini, maka sebaiknya untuk memusnahkan virus penyebab penyakit, maka ternak sapi yang mati segera dikubur saja. Sisa pakan dan sisa kotoran sapi yang mati juga dibakar atau dimusnahkan agar membunuh benih penyakit yang ada didalamnya.

*diolah dari berbagai sumber

(Visited 44 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *