fbpx
Suara Peternakan

Metabolisme Lemak, Mineral, Karbohidrat dan Protein Pada Unggas

SUARAPETERNAKAN.COM – Metabolisme adalah suatu istilah menunjukkan perubahan-perubahan kimiawi dalam komponen bahan makanan yang terjadi setelah pencernaan dan penyerapan. Berbagai zat nutrisi (protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral) selama proses pencernaan telah diubah kedalam struktur sederhana sehingga dapat diserap tubuh unggas.

Zat-zat nutrisi tersebut harus diubah kembali ke dalam bentuk kompleks sebelum zat-zat nutrisi tersebut bermanfaat bagi si unggas. Agar jaringan tubuh unggas sanggup menggunakan senyawa sederhana yang dibawah alian darah, maka perlu terjadi reaksi kimiawi lebih lanjut.

Pada proses metaboliesme  tersebut timbul energi, panas dilepaskan, dan banyak produk akhir yang tidak berguna dikeluarkan melalui ginjal.

Tubuh membutuhkan zat-zat nutrisi tertentu untuk melaksanakan proses-proses fisiologinya. Zat-zat nutrisi tersebut melakukan fungsi umum sebagai:
1. pertumbuhan
2. produksi bulu dan produksi telur
3. penyimpanan lemak
4. pemeliharaan kehidupan.
Untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut, zat-zat nutrisi perlu mengalami metabo

Proses Metabolisme lemak dan Mineral pada Unggas

Metabolisme Lemak
Metabolisme lemak merupakan proses asam-asam lemak yang diubah dan digunakan untuk energi, produksi telur, atau disimpan sebagai lemak tubuh.

Lemak yang disimpan adalah spesifik-spesifik, yaitu konsistensinya yang dinyatakan oleh tekstur, titik cair dan lain-lainnya, bervariasi menurut si Unggas atau hewan. Hubungan antara lemak yang dikonsumsi dan lemak yang disimpan dalam tubuh unggas dapat diubah hanya bila sejumlah besar lemak dikonsumsi.

Tidak seperti beberapa zat nutrisi lainnya, lemak tidak diekskresi dalam bentuk asli atau sebagai hasilikut-ikutan. Berlebihan lemak hanya bisa disimpan di dalam sel-sellemak. Apabila karbohidrat atau lemak yang dikonsumsi lebih besar daripada yang diperlukan unggas, penyimpanan lemak berlanjut, nampaknya tidak terdapat batas.

Apabila bagian energi ransum diturunkan dibawah jumlah yang diperlukan untuk proses-proses tubuh, lemak yang disimpan akan dimanfaatkan untuk mengatasi perbedaan tersebut dan simpanan lemak berkurang.

Metabolisme Mineral

Banyak mineral yang diperlukan untuk kesehatan fisiologis individu. Misalnya kalsium diperlukan dalam jumlah relatif besar dalam pembentuka tulang dan dalam penyimpanan kulit telur sedangkan fosfor adalah terutama diperlukan untuk produksi tulang.

Zat-zat mineral lainnya msuk dalam penggolongan mikro mineral; karena kebutuhannya ralatif kecil, hanya sedikit yang digunakan. Dalam golongan tersebut termasuk selium, kuptum, zinkum, ferrum, mangan dan sebagainya. Golongan lain terdiri dari natrium dan kalium, mempunyai hubungan berbeda, akan tetapi kebutuhannya untuk zat-zat mineral tersebut dalam golongan ini juga rendah.


Zat-zat mineral tidak mengalami metabolisme dalam pengertian tepat; zat-zat mineral tersebut cukup dimasukkan sebagai bagian protein tertentu atau molekul-molekul enzim. Dalam banyak hal, reaksi-reaksi kimiawi yang mengasilkan molekul-moleku tersebut tidak dapat ambil bagian tanpa mineralnya.

Karenanya banyak mineral merupakan bagian penting proses-proses metabolik meskipun kadang kala secara tidak langsung. Dalam beberapa hal sejumlah kecil mineral mikro adalah sepenuhnya esensial, akan tetapi terlalu banyak akan menimbulkan masalah seperti halnya dengan selenium.

Proses Metabolisme Karbohidrat pada Unggas

Sebagian glukosa yang masuk ke peredaran darah digunakan untuk menghasilkan energi. Selama proses berlangsung, timbul panas tubuh. Prosedur tersebut relatif cepat; ada hubungan erat antara konsumsi ransum dan energi yang dihasilkan.

Bagian terbesar glukosa dan sedikit gula-gula sederhana lainnya, mula-mula diubah menjadi glikogen hati. Glikogen mempunyai nama umum pati hewan. Dalam bentik glikogen inilah kelebihan gula-gula sederhana disimpan dalamhati dan kadang kala dalam bagian tubuh lainnya (seperti otot).

Akan tetapi kapasitas penyimpanan dalam bentuk tersebut tidaklah besar jumlahnya. Apabila terdapat permintaan untuk tambahan glukosa, glikogen yang disimpan diubah menjadi glukosa, dalam bentuk mana gula dilepas ke dalam aliran darah.

Unggas mempunyai mekanisme pengontrolan menjaga tingkatan glukosa dalam aliran darah hampir konstan sedemikian rupa sehingga persediaannya seragam.

Apabila kapasitas penyimpanan unggas untuk glikogen mencapai maksimum, tambahan glukosa dalam aliran darah secara cepat diubah menjadi lemak untuk menjaga darah tingkatan toleransinya; lemak disimpan di dalam sel-sel lemak pada berbagai lokasi dalamtubuh unggas.

Metabolisme Protein pada Unggas

Sekali asam-asam amino memasuki pendarahan darah, zat-zat tersebut dibawa keberbagai jaringan tubuh. Di jaringan tubuh tersebut sel-sel menggunakan asam amino untuk berbagai kebutuhan, misalnya untuk perbaikan struktur jaringan, jaringan baru, produksi telur, serta untuk membangun kembali berbagai struktur protein kompleks.

Akan tetapi semua asam amino yang masuk ke dalam aliran darah tidak harus diperlukan untuk membentuk jenis protein bagi unggas tertentu pada waktu tertentu.

Kelebihan asam amino dapat digunakan untuk energi melalui proses deaminasi, yang memisahkan nitrogen dari molekulnya, setelah itu nitrogendikeluarkan oleh ginjal umumnya dalam bentuk asam urat. Asam urat terdapat dalam jumlah kecil dalam urine sebagian besar hewan mamalia, akan tetapi terdapat dalam jumlah besar dalam feses unggas

Protein adalah esensial bagi kehidupan; kebutuhan sebenarnya bagi unggas adalah hasil permintaannya untuk asam-asam amino. Beberapa asam amino dapat dibentuk dalam tubuh, akan tetapi bila produksinya rendah atau zat-zat tersebut tidak dibuat sama sekali, asam-asam amino tersebut digolongkan asam amino esensial. Kekurangannya harus ditambah melalui makanan.

Apabila produksi asam amino dalam tubuh mencukupi untuk proses-proses fisiologi normal, asam amino tersebut dimasukkan kedalam golongan asam amino non esensial. Dari jumlah 22 asama amino, elbih kurang 12 golongan esensial dan harus dimasukkan ke dalam ransum, baik terpisah atau sebagai komponen bahan makanan.

(berbagai sumber)

(Visited 423 times, 1 visits today)

Related Articles