fbpx
Suara Peternakan

Mengenal Tradisi Tarung Kuda di Muna Sulawesi Tenggara

Suarapeternakan.com – Adu kuda atau perkelahian kuda di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan salah satu atraksi budaya warisan para raja-raja muna yang sudah turun-temurun dilakukan oleh masyarakat. Tradisi adu kuda ini hanya satu-satunya di Indonesia, yang dalam bahasa lokal setempat disebut “kapogiraha adhara”.

Dahulu kala, ajang adu kuda hanya diselenggarakan dalam rangka menyambut dan menghormati tamu-tamu Kerajaan Muna. Namun saat ini, budaya itu juga ditampilkan saat menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, serta hajatan besar lainnya.

Anda yang ingin melihat langsung tradisi perkelahian kuda tersebut, bisa langsung berkunjung ke daerah Tanah Lapang Wakantei, Desa Latugho, Kecamatan Lawa, di Kabupaten Muna Barat, Sultra.

Di Kecamatan Lawa ini, tradisi adu kuda rutin dilakukan hampir setiap bulan sebagai bagian dari hiburan rakyat, sekaligus menarik wisatawan lokal dan asing. Untuk menuju lokasi ini, jarak tempuh dari Kota Raha (ibu kota Kabupaten Muna) berkisar 20 kilometer melalui perjalanan darat, baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kuda yang diadu adalah dua ekor kuda jantan dewasa yang memiliki ukuran besar yang sama. Selain itu, kuda aduan juga harus memenuhi beberapa persyaratan tertentu sebelum diikutkan dalam pentas. Satu di antaranya kuda harus dilatih oleh sang pemilik atau pawang,agar kuda tersebut memiliki kemampuan tarung yang cakap.

Adu kuda biasanya dipimpin oleh seorang pawang yang mengendalikan jalannya pertarungan. Pawang bertugas memberi komando kepada para pemegang tali kekang untuk memisahkan kuda yang saling menggigit dengan cara menarik tali kekangnya. Hal ini dimaksud untuk meminimalisir luka pada kuda aduan. Demikian halnya jika kuda sudah tidak lagi berkelahi, maka pawang akan memerintahkan untuk menarik tali kekang masing-masing kuda.

Pertunjukan adu kuda dimulai dengan menampilkan kuda-kuda betina yang dipimpin seekor kuda jantan yang besar dan gagah. Kemudian kuda jantan asing akan berusaha mendekatkan dirinya ke kuda-kuda betina. Hal inilah yang memicu naluri kuda jantan untuk melindungi kelompok betina, sehingga terjadi pertarungan antara dua jantan tersebut.

Aturan yang diberlakukan sangat sederhana. Dalam pertarungan tersebut, kuda aduan hanya boleh saling beradu tendangan di udara. Nah, Adu tendangan inilah yang menjadi salah satu khas ciri dalam atraksi adu kuda.

Adu kuda ini dimulai dengan perebutan betina. Zaman dulu, acara ini merupakan hiburan bagi para Raja di Muna. Saat ini, tradisi ini masih kami jalankan dan menjadi satu-satunya yang ada di Indonesia.

Bagi kuda aduan yang mengalami luka-luka akibat pertarungan akan diobati dengan cara yang unik. Luka tersebut akan diobati dengan menggunakan karbon dari baterai bekas yang dicampurkan dengan minyak tanah. Campuran karbon baterai dan minyak tanah tersebut dioleskan pada bagian luka sehingga mencegah luka mengeluarkan darah. Dalam ajang adu kuda ini, tak jarang penonton yang antusias juga kerap terkena sambaran dari amukan kuda dalam pertarungan tersebut.

Meskipun berpenduduk heterogen, namun masyarakat asli masih memegang teguh kearifan lokal, di antaranya tradisi Pogiraha Adhara atau tarung kuda.

Satu di antara sekian banyak tempat peternakan kuda tarung ada Pemandian alam Wakante yang berada di desa Latugho, Muna Barat. Pemiliknya adalah Laode Idama.

Menurut Laode Idama, proses pertarungan kuda dilakukan dengan cara, kuda yang akan bertarung, dikumpulkan bersama segerombolan kuda betina. Kedua kuda jantan akan bertarung saat berada disekeliling kuda betina

Laode Idama saat itu memiliki 9 kuda petarung dan tradisi ini sudah ada sejak dari kakek sampai orang tuanya.Jika ada warga yang pesta dan memanggil kuda-kuda miliknya untuk berartraksi tarung kuda.

Aturan yang diberlakukan sangat sederhana. Dalam pertarungan tersebut, kuda aduan hanya boleh saling beradu tendangan di udara. Nah, Adu tendangan inilah yang menjadi salah satu khas ciri dalam atraksi adu kuda.

Sumber: ANTVklik / INews.id

(Visited 13 times, 1 visits today)

Related Articles