fbpx
Suara Peternakan

Mengenal Kuda Poni (Kuda Mini dan Kuat)

SUARAPETERNAKAN.COM – Kuda poni adalah jenis kuda berukuran kecil atau mini. Tinggi sekitar 14 jengkal tangan dari tanah (142 cm). Meski kecil, kuda ini memiliki fisik yang kuat. Banyak orang menggunakan kuda ini sebagai alat transportasi dan dapat juga meringankan pekerjaan manusia.

Foto: ternakdanburung.blogspot.com

Ditempat rekreasi, banyak ditemukan kuda poni untuk kuda tunggang.  Kuda poni jenis hewan pemakan rumput atau daunan berupa daun tunas muda. Penglihatan dan pendengaran yang cukup tajam. Termasuk dalam mamalia berkuku ganjil.

Semua kuda memiliki bulu surai tegak, garis gelap memanjang di punggung. Kuda poni terlihat berbeda dan cenderung kuat dan mandiri. Kuda poni terkecil di Inggris adalah jenis Shetland memiliki ukuran sekitar 7 jengkal tangan dari tanah. Kuda poni exmoor mirip dengan kuda biasanya, digunakan oleh penduduk Inggris sebelum zaman Romawi.

Bukan hanya dikalangan orang kaya, kuda poni didambakan juga oleh masyarakat biasa. Kuda tunggang yang cukup terkenal di Inggris yaitu kuda jenis New Forest dan Welsh. Namun kuda ini memiliki rasa sensitif tinggi.

Kuda poni membutuhkan biaya dan perhatian besar saat memeliharanya. Kuda poni harus ditempatkan di tempat aman agar dapat bertahan hidup  walau hanya sedikit makanan. Karena perawatan yang mahal, kuda memiliki juga harga yang cukup bervariasi dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah per ekornya dan bahkan mencapai angka milyar.

Mengenal kuda poni minahasa yang memiliki kaitan dengan kuda dan menjadi cabang olahraga andalan. Di minahasa kuda ini digunakan untuk membantu masyarakat dalam melakukan pekerjaan seperti menarik gerobak.

Provinsi Nusa Tenggara Timur kuda asli lokal sering disebut kuda sumba, Minahasa juga memiliki kuda asli lohal disebut kuda poni minahasa. Kuda ini ada sejak kehidupan masyarakat minahasa dimulai.

Ukuran kuda poni minahasa adalah 1,18 meter. Kuda minahasa tidak pernah digunakan untuk mengikuti pacuan, tapi digunakan untuk membantu kegiatan masyarakat.

pada sekitar tahun 1930-an, disaat Belanda masih menjajah Indonesia, seorang penguasa Minahasa yang setara bupati saat ini membawa dua ekor kuda pejantan “Belgi” yang ternyata adalah kuda asli Belgia. Kedua kuda tersebut memiliki postur tubuh yang lebih besar dibanding kuda poni Minahasa yang tergolong kecil.

Persilangan tersebut telah menghasilkan keturunan yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil dari kuda Belgi, tapi lebih besar dari kuda poni Minahasa. Kedua kuda Belgi milik Belanda saat itu di pelihara pada sebuah kandang di Kecamatan Tompaso. Selanjutnya, sekitar tahun 1947, Bupati Minahasa, Lourens Saerang memasukkan satu ekor kuda pejantan dari jawa bernama Boy Bintang yang ternyata adalah keturunan Torobret Australia dengan kuda lokal Jawa.

Sumber: http://www.caywoodcolors.com/mengenal-lebih-dalam-tentang-kuda-poni/

(Visited 215 times, 1 visits today)

Related Articles