fbpx
Suara Peternakan

Mengenal 4 Nilai Energi pada Pakan Unggas

Suarapeternakan.com – Energi bukanlah suatu zat makanan, melainkan energi adalah proses metabolisme karbohidrat, protein, lemak di dalam tubuh dengan satuan pengatur kalori. Energi diperlukan dalam semua kegiatan fisiologis dan produksi ayam. Produksi yang dimaksud yaitu aktivitas pernafasan, sirkulasi darah, pencernaan makanan dan lain sebagainya.

Kebutuhan energi ditentukan untuk ukuran dan bangsa ayam. Ayam yang lebih berat memerlukan energi yang lebih tinggi daripada ayam yang ringan, meski kebutuha per unit lebih rendah.

Berikut 4 nilai energi pada makanan unggas:

  1. Energi bruto (Kotor)
  2. Energi dapat dicerna
  3. Energi metabolisme
  4. Energi netto (bersih)

Energi yang terdapat didalam makanan tidak seluruhnya dapat dipergunakan untuk tubuh.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut skema proses energi pada pakan unggas:

Nilai energi metabolisme dari bahan-bahan makanan adalah penggunaan yang paling banyak dan aplikasi yang praktis dalam ilmu makanan ternak unggas, sebab pengukurannya tersedia untuk semua tujuan termasuk hidup pokok diantaranya penggemukan, pertumbuhan dan produksi telur.

Nilai energi metabolisme suatu bahan makanan tergantung pada jumlah karbohidrat, protein dan lemak. Nilai energi metabolisme hidrat arang dan protein rata-rata 4 kcal/kg, sedangkan lemak rata-rata 9,4 kcal/kg.

Untuk mengusahakan keseimbangan ini, kecuali kandungan kedua unsur tersebut, untuk pakan yang berbentuk mash atau tepung maka sebaiknya bahan makanan tersebut berupa jagung yang mengandung energi tinggi, butiran jagung itu cenderung dimakan terlebih dahulu.

Maka pada saat ayam merasa kenyang, makanan lain yang bentuknya lebih halus dwnhan kandungan protein tinggi justru tersisa dan tidak termakan.

Menyusun pakan ayam pedaging ada dua hal:

  1. Jenis pakan yang akan dibuat yaitu starter atau finisher dan kebutuhan gizinya (protein dan energinya harus seimbang)
  2. Bahan makanan penyusun pakan yang tersedia dari kandungan gizi yang yerdapat pada makanan tersebut.

Kebutuhan energi metabolisme:

  1. Fase starter: 2700-3000 kcal/kg
  2. Fase grower: 2600-2800 kcal/kg
  3. Fase layer: 2700-2800kcal/kg

*Berbagai sumber

(Visited 82 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *