fbpx
Suara Peternakan

Menciptakan Peternakan Sapi Perah Modern di Desa Susu

SUARAPETERNAKAN.COM – Program Desa Susu mendorong peningkatan kesejahteraan peternak sapi perah. Pembangunan Desa Susu melalui program kemitraan, kerjasama antara  FFI, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII, Koperasi Sapi Bandung (KPSBU) di Lembang Jawa Barat serta Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda yang berlokasi di PTPN VII Subang, Jawa Barat.
Sumber: ditjenpkh.pertanian.go.id

Berharap dapat merubah mindset para peternak, yaitu dengan beternak tradisional ke arah peternakan peternakan yang modern dan ekonomis. Konsep yang dibangun sekiranya dapat diduplikasi oleh peternak, sehingga mampu mendorong dan membangun persusuan dalam negeri.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat tahun 2016, terdapat lebih dari 123.000 ekor sapi perah di wilayah Jawa Barat. Jumlah peternak sapi perah yang terdaftar sebagai anggota koperasi lebih dari 20.000 orang. Kondisi alam yang ada di Jawa Barat, potensi pertumbuhan industri peternakan sapi perah masih sangat tinggi.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan susu Indonesia di tahun 2017 adalah 4.448,67 ribu ton, dengan konsumsi susu 16,99 kg/kap/thn, sementara itu produksi susu Nasional adalah 922,97 ribu ton atau memasok 20,74% dari konsumsi nasional. Maka 3.525,70 ribu ton (79,26%) masih harus dipenuhi melalui impor. Data tersebut menunjukkan adanya potensi yang besar dalam menumbuhkan industri pengolahan susu serta mengembangkan usaha peternakan sapi perah di Indonesia.

Hadir dalam acara peresmian Desa Susu kali ini yaitu: perwakilan Gubernur Jawa Barat, Bupati Bandung Barat, Plt. Bupati Subang, perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kementerian BUMN, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda serta perwakilan Ditjen PKH Kementerian Pertanian dan Ketua Koperasi Peternak Susu Bandung Utara.

Desa Susu ini menjadi proyek percontohan tata kelola dan tata laksana peternakan yang baik atau Good Dairy Farming Practice (GDFP) di Indonesia.

Hal itu diucapkan Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia FFI Andrew F. Saputro, bahwa pada bulan yang sama pihaknya dan enam koperasi susu dan kelompok peternak sapi perah di Jawa Barat meneken MoU.

“Kami bahkan sedang menyiapkan sebuah desa susu atau dairy village dengan harapannya, desa susu ini bisa menjadi proyek percontohan GDFP bagi peternak di Indonesia,” ujar Andrew.

Itulah mengapa kemitraan menjadi penting. Hingga kini ada beberapa program kemitraan. Yakni Famers2Farmer atau program berbagi ilmu antara peternak sapi perah Belanda dan peternak sapi perah lokal. “Mereka tinggal di sini selama beberapa hari. Mereka mengharuskan kami menyayangi sapi. Mereka suka marah kalau ada yang galak-galak sama sapi,” ucapnya. Kemudian program Young Farmer Academy hingga Milk Collection Point (MCP), penyediaan tempat penampungan susu yang dilengkapi sistem otomasi

Kemudian program Young Farmer Academy hingga Milk Collection Point (MCP), penyediaan tempat penampungan susu yang dilengkapi sistem otomasi. “Young Farmer Academy itu penjaringan dan pendampingan generasi muda untuk menjadi peternak sapi perah dan membangun organisasi peternak muda,”tutupnya.

Dengan kondisi alam yang ada di Jawa Barat, potensi pertumbuhan industri peternakan sapi perah masih sangat tinggi. “Kami ingin kemitraan ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak lagi peternak sapi perah di Indonesia,” kata Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) sekaligus Ketua KPSBU Lembang, Dedi Setiadi.

Setelah pembinaan di Jawa Barat pada September 2018, FFI juga akan melaksanakan penandatanganan MoU serupa di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sumber: Kompas.com, Ditjen PKH, Pikiran Rakyat.com

(Visited 38 times, 1 visits today)

Related Articles