fbpx
Suara Peternakan

Melirik Star Up Kandang.in untuk Investasi di Bidang Peternakan

SUARAPETERNAKAN.COM – Kandang.in bekerja sama dengan mitra- mitra peternak untuk menjamin kesuksesan investasi yang ditanamkan. Totalstart up tersebut telah memiliki kelompok peternak dalam platform kendang.in sekitar 25 kelompok peternak.

Sementara jumlah mitra peternak yang terbantu lewat platform ini sekitar 100 mitra. Ingin melakukan investasi di bidang peternakan bisa melalui aplikasi yang dibuat oleh start up kandang.in. Nominal investasi mulai dari Rp 500.000.

Platform investasi peternakan yang didukung oleh teknologi menjadi pengalaman baru. Sistem invetasi peternakan ini bisa dimanfaatkan oleh investor dengan modal kecil dan ingin memiliki investasi di sektor peternakan.

Perusahaan rintisan ini telah mengelola investasi sebesar kurang lebih Rp 5 miliar dengan membantu 100 peternak di seluruh daerah di Indonesia. Untuk menjawab keinginan invetasi di bidang peternakan bisa melirik star up kandang.in.

Gilang Kurniaji, Chief Executive Officer Kandang.in, mengatakan, pihaknya telah membantu mendanai peternak-peternak di berbagai sektor peternakan. Pendanaan bagi peternak itu seperti penggemukan sapi, domba kurban, ayam kampung super, ayam petelur, budidaya gurami, ikan koi, serta ayam broiler.

Lewat aplikasi yang juga tersedia untuk Android, akan muncul proyek-proyek pendanaan.

Gilang mengatakan, seringkali banyak calon investor yang tidak mendapatkan slot pemesanan investasi. “Tidak mendapatkan slot karena proyek yang dibuka sudah terdanai penuh dalam hitungan jam,” katanya.

Bicara soal revenue atau pendapatannya, kandang.in menggunakan akad sesuai syariah dengan menggunakan akad mudharabah atau bagi hasil. Persentase bagi hasil ini disesuaikan dengan jenis peternakan yang didanai. Variasinya mulai dari 50:50, 70:30, atau 60:40.

Adapun biaya ujrah penggantian survei, evaluasi dan survei onboarding peternak yang dikenakan sekitar 1 perseb dari nilai investasi yang dibayarkan diawal kepada manajemen kendang.in. Layanan kandang.in ternyata bisa diakses di seluruh Indonesia karena merupakan platform investasi peternakan berbasis online.

Hanya saja mitra-mitra peternak tersebar di Jawa Barat, Lombok, Madura, Blitar, Tulungagung, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Gilang mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih berjalan dengan sistem bootstrapping dari dana pribadi.

Adapun bantuan dana dari angel investor namun masih dalam bentuk pinjaman lunak yang digunakan sebagai pengembangan usaha dan operasional. “Sampai sekarang kami belum melakukan fundraising, Insya Allah jika ada investor yang tertarik untuk bergabung sangat terbuka untuk bekerjasama,” tuturnya.

Proyek yang masuk ke dalam pendanaan merupakan proyek yang sudah dikurasi dan dievaluasi dengan berbagai tahapan.

Calon investor dapat memilih proyek yang akan didanai melalui website atau aplikasi. Melalui aplikasi itu akan muncul profil peternak, analisa bagi hasil dan prospektus investasinya.

Untuk nilai minimal nominal investasi cukup menyiapkan dana mulai dari Rp 500.000. Setelah selesai memesan dan melakukan pembayaran terdapat laporan periodik yang bisa diakses serta laporan keuangan dan bagi hasil.

Gilang mengaku sejak pertama kali didirikan platform tersebut perkembangannya cukup baik. “Saat ini permintaan untuk investasi syariah peternakan di platform kami cukup tinggi,” kata Gilang.

Sumber: Kontan.co.id/Tribunnews.com

(Visited 44 times, 1 visits today)

Related Articles