fbpx
Suara Peternakan

Melihat Peternakan Sapi Bali di Gelanggang Batee Kab. Aceh Barat Daya

SUARAPETERNAKAN.COM – Sejak tahun 2005 Desa Gampong Gelanggang Batee mendapatkan program peternakan sapi estapet.

Terletak di Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berada di dekat perbatasan dengan Kabupaten Aceh Selatan.

Berawal dari 20 ekor bibit sapi yang diberikan oleh Dinas Pertanian kepada kelompok masyarakat untuk diternakkan.
“Alhamdulillah sekarang jumlahnya sudah mencapai 120 ekor,” ungkap Geuchik Gampong Gelanggang Batee, Ismail, kepada aceHTrend, Sabtu (2/3/2019).

Mekanisme peternakannya adalah sapi-sapi tersebut awalnya dikelola oleh kelompok Pelita Jaya. Kemudian, setelah sapi-sapi itu bertambah jumlahnya, baru kemudian kelompok Pelita Jaya menyerahkan bibit sapi yang dihasilkan oleh 20 ekor sapi pertama kepada masyarakat setempat untuk dikembangkan.

“Penggiliran sapi estapet ini harus melalui proposal yang ditujukan kepada ketua kelompok yang disetujui oleh geuchik, serta membuat surat pernyataan kesanggupan untuk memelihara bibit sapi tersebut. Dan jika sapi itu hilang karena kelalaian yang bersangkutan, maka sapi itu wajib diganti,” ujarnya.

Menurut Ismail, hampir semua KK di Gampong Gelanggang Batee memiliki sapi-sapi tersebut. Untuk pengembangannya, satu tahun setengah sapi-sapi estapet itu mampu digilir kepada masyarakat mulai dari 10 hingga 11 ekor.

“Sementara masalah kesehatan dan keluhan penyakit sapi, kita melakukan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Abdya. Alhamdulillah selama ini mereka selalu siap membantu kelompok masyarakat untuk memfasilitasi segala bentuk terkait kesehatan sapi,” jelasnya.

Ismail menyebutkan, untuk ke depan pihak gampong akan menganggarkan Dana Desa untuk penambahan induk sapi unggul guna untuk meningkatkan kualitas bibit sapi di gampong Gelanggang Batee.

“Alhamdulillah Pak Bupati Akmal Ibrahim menyambut baik keberadaan ternak tersebut, beliau bahkan menyarankan kami perangkat desa agar mencari induk unggul demi meningkatkan kualitas sapi di Gelanggang Batee,” jelasnya.

Untuk saat ini lanjut Ismail, masyarakat gampong setempat sudah merasakan buah manis dari ternak-ternak tersebut. Buktinya, masyarakat sudah banyak yang menjual hasil ternak mereka kepada pedagang dengan harga yang tergolong fantastis.

“Kalau sapinya berumur 6 sampai 7 bulan, mereka jual dengan harga Rp8 juta per ekor. Kalau umurnya lebih dari itu harganya akan naik lagi, biasanya dijual disaat adanya acara kurban, itu harganya sampai Rp14 juta per ekornya. Artinya sapi-sapi itu bisa mendongkrak ekonomi masyarakat, meskipun bertenak sapi itu pekerjaan sampingan bagi masyarakat Gelanggang Batee,” jelas Ismail.

Sumber: https://www.acehtrend.com/2019/03/03/melihat-peternakan-sapi-estapet-di-gelanggang-batee-abdya/

(Visited 86 times, 1 visits today)

Related Articles