fbpx
Suara Peternakan

Melalui Wisata Edukasi Terjadi Peningkatan Penjualan Susu di Padang Panjang

SUARAPETERNAKAN.COM – Indonesia dengan kekayaan sumber daya yang dimilikinya harus pandai-pandai dalam mengelolanya, salah satu yang harus kita jaga dan kelola secara terus menerus adalah sumber daya berupa ternak.

Masyarakat Indonesia yang rata-rata penduduknya bermata pencaharian sebagai petani juga sebagai peternak. Hal ini lah yang harus kita selalu jaga agar peternak Indonesia bisa memiliki ternak yang unggul sehingga bisa berpenghasilan yang lebih baik lagi (meningkat).

Padang Panjang merupakan daerah yang terdapat di jalur utama Padang menuju Bukittinggi. Terdapat gunung dan perbukitan. Terdapat usaha peternakan sapi perah di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. luas daerah hanya 23 km persegi.

Usaha sapi perah sudah menjadi salah satu kegiatan andalan dan mata pencarian wagra disana. Kelompok tani Permata Ibu, yang berada di Jalan Syeh Ibrahim Musa, Kelurahan Ganting, Padang Panjang Timur, termasuk kelompok yang sukses menangkap peluang wisata edukasi di sektor peternakan di Padang Panjang.

Berkoperasi Usaha peternakan sapi perah sudah berjalan di Padang Panjang sejak 1981. Setelah bertahun-tahun para peternak bekerja sendiri-sendiri dalam usaha tersebut, pada September 2017, Ridwansyah, berusaha mengorganisasi kelompok peternak dengan membentuk Koperasi Peternak Sapi Perah Merapi Singgalang (KPSP Mersi).

Melalui wisata edukasi terjadi peningkatan penjualan susu sapi tersebut. Lewat wisata edukasi para pengunjung dapat mengenal usaha peternakan sapi perah dan menokmati sebotol susu sapi murni.

Paket wisata dikenakan biaya R20.000 perorang untuk minimal 20 peserta. Wisata edukasi memberikan informasi budidaya sapi perah, mencob langsung pemerahan, pemberian pakan, mengenal proses pengolahan susu dan pengolahan kompos.

Sejat tahun 2006 wisata edukasi ini mulai ada. Semenjak tahun 2017 dengan penataan yang bagus dan sudah memberikan keuntungan lebih bagi para pelaku usaha pengolahan susu sapi.

Untuk para pengunjung yang mampir berbelanja lalu ingin melihat aktivitas di peternakan tetap dipersilakan tanpa dikenakan biaya.

Dalam wadah koperasi itu, para peternak saling berbagi pengalaman usaha dan solusi masalah peternakan sapi perah. Mereka kemudian memproduksi susu yang diberi merek Serambi Milk, dan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan penjualan lewat program makanan tambahan bagi anak TK dan SD.

Sebelumnya Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang Wahidin Beruh mengatakan secara keseluruhan produksi susu sapi di daerah itu mencapai 1.400 sampai 1.800 liter setiap hari.

Wahidin Beruh, menyebut, di 2017 tercatat ada 2.000 lebih pengunjung yang menikmati wisata edukasi di peternakan sapi perah Padang Panjang. Pengunjung menjadikan area usaha kelompok Permata Ibu, unit milik pemerintah daerah setempat, serta kelompok peternak seperti Lembu Alam Serambi, Tunas Baru, Yuza, Serambi Karya Mandiri dan Lembah Makmur Hijau sebagai tujuan wisata.

Para penikmat wisata edukasi itu di antaranya berasal dari Bukittinggi, Padang Pariaman, Solok dan daerah luar Sumatera Barat seperti Jambi, Riau, Jawa Barat hingga Kalimantan Barat.

(Berbagai Sumber)

(Visited 73 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *