fbpx
Suara Peternakan

Mekanisme Pertumbuhan Bulu dan Molting Pada Unggas

SUARAPETERNAKAN.COM – Bulu terdiri dari putih telur dan merupakan 4% dari berat hidup kosong, tergantung pada kelamin dan umur individu. Untuk pertumbuhan bulu yang normal diperlukan putih telur yang cukup banyak dan berkualitas. Kelembaban yang cukup dan temperatur yang sedang juga turut membangtu pertumbuhan bulu yang baik. Aktivitas kelenjar endokrin mempengaruhi pertumbuhan bulu, misalnya ayam jantan yang dikebiri, maka bulu leg=her, pinggang dan ekor lebih panjang daripada ayam jantan biasa.

Sifat epidermal dari bulu adalah sangat jelas, jika kita perhatikan pertumbuhannya. Indikasi pertama pembentukan bulu ini terlihat pada hari ke-6 setelah telur itu dieramkan. Dermis, bagian kulit yang sensitive dan vascular akan tumbuh ketas, dan membentuk papila.

Kemudian kulit-kulit yang berada langsung disekitar papilia akan masuk kedalam sebagai suatu lekuk. Sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama papilia dibungkus dalam sebuah folikel dari kulit. Epidermis papilia seperti lainnya yang terletak diatas kulit terdiri dari dua lapis yaitu lapis luar yang bertanduk dan lapis dalam yang tumbuh.

Lapis luar yang bertanduk (stratum cernentum). stratum corneatum merupakan selubung untuk bulu yang sedang tumbuh ini dan dibuang setelah bulu terbentuk.

Lapis-lapis dalam yang tumbuh (stratum germisativum). terdiri atas sel-sel yang mula-mula lunak, akan tetapi akhirnya menjadi seperti tanduk.

Bulunya sendiri tumbuh dari startum germinativum, yang terletak dibawahnya, yang membentuk sebuah cylinder sel-sel jika bulu sedang bertumbuh. Mempunyai bentuk cylinder membentuk rigi-rigi, yang kemudian terpisah-pisah untuk membentuk cabang-cabang dari bendera.

Jika bulu telah selesai pertumbuhannya papilla dermis, darimana bulu itu tumbuh dan mendapat makanan akan ditarik dari ruang calamus. Umbilicus inferior akan ditutupi oleh beberapa sisik conis, yang terdapat didalam calamus. Jika waktunya pergantian bulu tiba, folikel bulu menjadi aktif lagi. Bulu baru dibentuk, yang akan mendorong bulu lama keluar seperti halnya dengan pergantian gigi susu menjadi gigi permanen pada mamalia.

Pada umumnya pergantian bulu ini tidak melebihi tiga kali. Biasanya pola bulu yang sama tiap kali diulangi. Warna bulu disebabkan oleh pigmen, struktur physik, atau oleh kombinasi kedua-duanya. Warna karena struktur physik diperlihatkan oleh perubahan-perubahan warna, karena jatuhnya cahaya pada bulu dan posisi mata kita. Pigmen terdapat adalah terutama lopochrom dan melanin.

Cara menetukan jenis kelamin pada ayam dilihat pada bulunya

Bentuk dan warna bulu menolong kita untuk menentukan kelamin atau umur ayam. Misalnya bulu pinggang ayam jantan (bulu sela) panjang dan runcing, sedangkan bulu-bulu bantal pada ayam betina (sesuai dengan bulu sela ayam jantan) adalah pendek dan bulat.

Perbedaan karakterisktik ini dapat membantu membedakan kedua kelamin dari ayam-ayam potong atau untuk tujuan bisnis tertentu. Bulu-bulu sayap dan ekor yang besar mempunyai jumlah tertentu biasanya diganti dan dilepas dalam susunan yang teratur. Kejadian ini dipergunakan untuk (culling) dan seleksi ayam-ayam untuk produksi telur.

Molting pada Ayam

Pelepasan dan pergantian bulu atau molting dapat memberikan petunjuk pada kita akan kemampuan bertelur seekor ayam betina. Waktu dan lamanya penggantian ini harus diperhatikan. Penggantian bulu yang terlalu cepat menunjukkan kemampuan berproduksi yang jelek.

Pergantian yang normal terjadi pada musim panas dan musim gugur dari tiap tahu bertelur. Produsen yang jelek berhenti bertelur dalam bulan juni atau Juli dan mulai melepaskan bulunya. Biasanya ayam mengambil waktu yang lain untuk menyelesaikan penggantiannya dan sebagaimana biasanya, tidak bertelur pada priode ini.

Karena jarang bertelur lagi sebelum Desember atau Janiari. Ayam-ayam yang lambat melepaskan bulunya, setelah beristirahat satu atau dua bulan juga akan mulai bertelur dalam bulan Desember atau Januari.

Waktu yang digunakan utuk penggantian bulu baru berlangsung selama enam minggu baik bagi produsen yang rendah maupun produsen yang tinggi. Akan tetapi yang disebut dengan akhir ini menumbuhkan lebih banyak bulu pada suatu saat, sehingga ‘molting bisa lebih cepat terjadi dibanding dengan produsen rendah. Ayam-ayam yang sangat baik bisa mengalami molting sambil bertelur.

Urutan molting adalah sebagai berikut: kepala, leher, dada, badan, sayap dan ekor. Jika ayam-ayam diseleksi pada permulaan musim gugur, bulu ayam produsen baik akan memperlihatkan kehausan dan robek-robek, dan biasanya bertanah.

Ayam-ayam yang molting cepat-cepat akan mempunyai pertumbuhan bulu baru. Bendera dari bulu baru akan mengkilat dan bersih jika dibanding dengan bulu tua, yang kering dan robek. Calamus bulu lama kecil, keras, kosong dan hampir transparan. Beberapa bulu jarum pada leher bisa menunjukkan periode ‘molting ini meluas ke badan dan sayap. ayam biasanya berhenti bertelur dan molting menjadi sempurna.

Untuk mengira kapan molting sayap mulai menghitung jumlah bulu-bulu sayap. Bulu-bulu primer adalah bulu-bulu terbang yang keras, terlihat pada bagian luar sayap jika dibentangkan. Bulu-bulu primer ini dipisahkan dari bulu-bulu sekunder oleh bulu-bulu yang pendek (bulu axial). Biasanya ada 10 bulu-bulu axal kearah ujung sayap.

Ayam molting lebih dahulu dan lambat dalam pertumbuhan bulu barunya biasanya melepaskan satu atau dua bulu primer pada satu saat. Ayam yang sedang molting yang lama mulainya dan cepat berganti bulu melepaskan tiga atau empat bulu perimer sekaligus.

Oleh karena itu proses pembentukan bulu berlangsung 6 minggu, dan 2/3 dari pertumbuhan berlangsung selama tiga minggu yang pertama, kita bisa mengira-ngirakan waktu ‘molting’ sayap dengan mengobservasi jumlah dan panjangnya dengan calamus yang lunak dan garis luar yang lebar. Bulu-bulu primer lama akan sedikit haus, bertanah dan meruncing.

(berbagai sumber)

(Visited 88 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *