fbpx
Suara Peternakan

Masa Depan Swasembada Daging Indonesia Melalui Produksi Sapi Belgian Blue

SUARAPETERNAKAN.COM – Belgian Blue lagi ramai jadi bahan pembicaraan publik. Sapi ini memiliki ciri dengan badan yang berotot dan berat bisa menjapai satu ton. Belgian blue sudah lama dikembangkan menjadi sapi pedaging dan dipotong setiap harinya di Rumah Potong Hewan (RPH).
Sapi Belgian Blue (Dok. Kementan)
Sapi ini berasal dari persilangan sapi lokal dengan sapi shorthon dari Inggris. Tanpa menggunakan obat-obatan kimia, Namun bisa sebesar itu. Pakannya berupa jerami dan konsentrat dari biji-bijian dan kedelai. Sapi belgian blue tidak terlalu banyak makan rumput.
Menarik untuk diketahui, sapi ini menghasilkan lebih banyak daging dan sedikit lemak. Jadi tidak heran ketika harga dagingnya mahal jika di ekspor ke luar negeri. Namun di Indonesia kami bisa menikmati daging sapi kualitas super dengan harga standar.

Sapi Belgian Blue Dikembangkan di Balai Emrio Ternak (BET)

Bertempat di Bogor, sapi belgian blue yang dikembangkan Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang. Sapi ini dinilai mampu membawa Indonesia menuju swasembada daging tahun mendatang. Sampai Desember 2018, lebih dari 100 ekor kelahiran sapi Belgian Blue hasil inseminasi buatan dan transfer embrio.  

Pengembangan sapi belgian blue merupakan intruksi langsung dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai upaya pemenuhan kebutuhan daging dan bibit sapi unggul secara nasional. Pengembangannya masih dilakukan di 11 UPT dan belum menyebar menyeluruh di Indonesia. Masih banyak kajian yang pelu dilakukan oleh para peneliti seperti Badan Litbang Pertanian serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Perguruan Tinggi.

Pejantan belgian blue sudah siap diproduksi spermanya apabila mampu mencapai produksi ingga tahun 2019. Nantinya sapi ini akan dikembangkan hingga keseluruh pelosok Indonesia jika sudah mendapat rekomendasi dari komisi bibit.

Sejak dikembangkan tahun 2016 di Indonesia, belgian blue berkembang baik hingga saat ini. pertambahan bobot badan Belgian Blue tinggi sekali, per hari bisa mencapai 1 – 1,5 kg.

Kepala seksi pelayanan teknis pemeliharaan ternak BET Cipelang Yanyan Setiawan menjelaskan, setelah program ini dicanangkan, Kementan menargetkan 1.000 pedet belgian blue pada 2019. Pengembangan sapi Belgian Blue masih bersifat tertutup di 11 UPT lingkup Kementan dengan beberapa kajian yang dilakukan oleh peneliti dan tim pakar pendukung.

‚ÄúProgram ini dilaksanakan melalui kerja sama antara Ditjen PKH, Badan Litbang Pertanian, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan perguruan tinggi. Sapi belgian blue terus dikembangkan  dengan melakukan kawin suntik lagi dengan semen beku Belgian Blue untuk menghasilkan pedet komposisi darah Belgian Blue 87,5 persen, demikian seterusnya,” kata Yanyan.

Tahap Pengembangan  2019

Pengembangannya ke seluruh Indonesia, bibit Belgian Blue ini akan disebar kepada masyarakat peternak setelah mendapat rekomendasi dari komisi bibit. “Sapi jantan hasil transfer embrio akan digunakan sebagai pejantan untuk diambil semennya, sedangkan sapi betina akan digunakan sebagai sapi donor [pemberi embrio] untuk diproduksi embrionya,” kata Ilyas.

Embrio dihasilkan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) embrio, dan mengacu pada standar International Embryo Transfer Society (IETS). Sementara untuk embrio dengan komposisi darah 75% akan dicoba transfer pada sapi resipien (penerima embrio) untuk memastikan kelahiran anaknya.

Uji coba produksi embrio dengan semen beku Belgian Blue dilakukan pada sapi donor Simmental, Limosin, Angus, Madura, Bali, PO, dan Aceh. Pencapaian ini diklaim sebagai keberhasilan sekaligus menunjukkan pengembangan sapi Belgian Blue di Indonesia memberi hasil positif. Ilyas menyampaikan BET Cipelang, sudah bisa memproduksi sperma sapi jenis Belgian Blue dan siap disebar kepada masyarakat dalam waktu dekat.

“Saat ini pejantan Belgian Blue sudah siap diproduksi spermanya, untuk sapi murni kita punya Gatot Kaca, kalau untuk silangan ada lima ekor sapi pejantan,” kata Ilyas.

Menurut Ilyas, saat ini pejantan murni sapi Belgian Blue yakni Gatot Kaca sudah dikirim ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari untuk disiapkan menjadi sapi Bulls atau pejantan penghasil semen beku. Sedangkan untuk pengembangbiakan sapi Belgian Blue di tingkat masyarakat lebih disarankan menggunakan Inseminasi Buatan (IB) dengan mengawinkan pejantan Belgian Blue dengan sapi lokal Indonesia.

Tahun 2019 sapi belgian Blue sudah bisa diproduksi. Ditargetkan pada 2021 akhir sudah siap produksi semen beku dan di 2022 sudah disebar kepada masyarakat. Untuk bisa disebar, perlu menunggu rekomendasi dari Komisi Bibit dan Dirjen Peternakan sebagai otoritas yang berwenang memberikan izin, dalam hal Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak, Kementan.

Menurut Sugiono selaku Direktur Perbibitan, Ditjen PKH, sperma Belgian Blue baru bisa disebar pada tahun 2021 setelah melalui tahapan kajian yang berjenjang dari lingkup UPT, dan uji coba di peternakan dengan manajemen pengelolaan yang bagus, dan baru ke masyarakat. Hal-hal yang akan dikaji sebelum disebar yakni terlihat pertambahan bobot badan, pertumbuhannya, aspek kesehatan, dan aspek lingkungan.

Harapan kita semua, tentunya Sapi Belgian Blue terus dikembangkan sebagai salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi daging sapi dalam negeri yang kebutuhannya cukup tinggi.

Sumber : Gatra, jpnn.com, trbunnews.com


(Visited 82 times, 1 visits today)

Related Articles