fbpx
Suara Peternakan

Peternakan Lebah di Lembang Bandung, Madu Maribaya Sari Alam

SuaraPeternakan.com – Terdapat Petani lebah, budidaya madu di Jalan Maribaya, Desa Langensari, Kecamatan Lembang. Kabupaten Bandung Barat. Ada empat jenis madu yang dihasilkan budidaya lebah madu Maribaya Sari Alam Legend Bee yang telah berdiri sejak tahun 1997 yaitu: Malivera, Cerana, Dorsata dan Trigona. Mampu menghasilkan 20 kilogram hingga 1 kuintal madu yang dibanderol dengan harga 250 ribu rupiah hingga 750 ribu rupiah.

Madu tersebut dipasarkan ke seluruh Indonesia seperti Palembang, Bengkulu dan Aceh, juga macanegara seperti Singapura, Malaysia, Arab Saudi bahkan Jepang.

Beternak lebah madu sangatlah mudah karena hanya cukup menyediakan lahan yang cocok seperti di hutan. Beternak lebah madu pun hasilnya cukup menggiurkan karena harga satu kilogram madu bisa dijual dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu.

Bisnis madu sangat menjanjikan, tapi masih jarang orang yang mau menekuninya. Paling potensial itu warga desa hutan karena tidak perlu repot cari pakan, karena di hutan itu kan tumbuh berbagai jenis tanaman yang bisa jadi makanan lebah.

Dikutip dari jabar.pojoksatu.id, Salah satu peternak madu Sari Alam Maribaya yang berada di jalan Maribaya, Deda Langensari, Kecamatan Lembang yaitu Koswara.

Untuk tempat penangkaran lebah milik koswara, ada 300 koloni atau sarang lebah yang dipanen tiga kali dalam setahun. Penangkaran lebah cocok dimana pun tempatnya asalkan yang penting pakannya harus cukup, sumber airnya ada, dan tidak ada polusi udara dan suara karena lebah itu suka di tempat yang tenang. Tapi yang paling cocok di hutan karena tumbuh berbagai jenis tumbuhan, lebah bebas memakan apa saja yang tersedia di hutan.

Adapun Kendala beternak lebah di kota, ialah banyaknya polusi udara dan pestisida yang dapat mengganggu pakan serta menyebabkan lebah mati meski lebah mempunyai sensor yang bisa membedakan mana pakan yang tercemar polusi atau tidak.

Madu yang dihasilkan peternak di kota kualitasnya jauh berbeda dengan yang di hutan karena pengaruh polusi tadi. Karena semakin banyak jenis pakan yang dimakan maka kualitas madu juga semakin bagus. Peternakan lebah milik koswara ada 400 jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan jadi pakan, paling dominasi tanaman kaliandra.

Saat musim hujan di peternakan koswara biasanya lebah lebih malas mencari pakan dan hanya mau diam di sarangnya. Hal ini jelas akan dapat mengganggu kualitas hasil panen karena lebah akhirnya memakan madu di sarang.

Masyatakat masih banyak yang tertipu, cara gampang untuk mengetahui apakah madu yang dikonsumsi asli atau tidak biasanya dengan melihat apakah madu tersebut dikerubuti semut atau tidak, umumnya masyarakat tahunya madu palsu akan dikerubuti semut. Tapi semua semut juga pasti suka madu, bahkan yang asli juga karena ada unsur gula, tapi ga semua jenis semut suka madu.

Agar tidak mudah tertipu, Koswara menyarakan pembeli sebaiknya mendatangi langsung peternak lebah, “biasanya pedagang madu palsu lebih aktif, dalam artian mereka menjelaskan bahwa madu yang dibawanya itu benar-benar asli agar orang mau membelinya, sedangkan yang asli biasanya ga mau menjual madu dibawah harga standar,” ucapnya.

Contoh lain, biasanya madu asli tidak akan kering saat ditempelkan di telapak tangan. Serta bila diteteskan ke gelas berisi air bening yang masih panas, madunya akan mengendap ke bawah sedangkan airnya tetap jernih.

“Karena tergiur harga yang tinggi tadi, kini banyak pedagang madu palsu. Dengan cara apa pun mereka cari celah supaya masyarakat mau membelinya meski harga yang ditawarkan cukup murah dibanding madu asli,” pungkasnya.

Sumber: jabar.pojoksatu.id

(Visited 331 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *