fbpx
Suara Peternakan

Lemak adalah Zat Nutrisi Menarik Ditambahkan ke Dalam Pakan Ternak Unggas

SuaraPeternakan.com – Lemak mengandung karbon, hidrogen dan oksigen. Sebagian besar pakan ternak mengandung 4-5% lemak. Pada unggas lemak terdapat dalam jaringan lemak yang mengandung fosfolipida, kholestrol, dan gliserol.

Simpanan lemak dalam bahan makanan untuk kemudian dicerna kedalam tubuh unggas mengandung lemak netral (trigiserida) artinya estergliserol dengan tiga asam lemak.

Lemak tergolong menjadi lemak sederhana (asam lemak, lemak netral, lilin), lemak senyawa (fosfolipid, glikolipid, lipoprotein), lipida yang diperoleh (alkohol, termasuk sterol dan hidrokarbon.

Lilin merupakan ester lemak dengan alkohol tingkat tinggi. Lilin terdiri dari ester-ester sterol yaitu ester kholestrol dengan asam lemak serta ester nonsterol yaitu ester vitamin A dan sebagainya.

Asam fosfatidik terdiri dari fosfogliserida, lestin, sefalin dan sebagainya, sedangkan glikolipid mengandung katbohidrat.

Lipida atau lemak terdiri dari asam lemak dan alkohol. Asam lemak tidak hanya terdapat dalam lemak. Namun lemak juga merupakan lanjutan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.

Asam lemak dikelompokkan sebagai asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Asam lemak terdapat dalam lemak tumbuh-tumbuhan.

Asam lemak jenuh terdiri dari butiran, kaproat, kaprilat, kaprat, laurat, misistat, palmitat dan stearat. Asam lemak tidak jenuh terdiri dari palmitoleat, oleat, linoleat, linolenat, dan arakhidonat.

Asam lemak tidak jenuh mengandung dua atau lebih molekul hidrogen yang hilang. Molekul hidrogen yang hilang tersebut diisi melalui proses “hidrogenisasi”. Proses tersebut terjadi bila minyak nabati dipadatkan selama proses pembuatan margarin.

Lemak sapi terdiri dari asam lemak jenuh. Minyak kelapa mengandung asam lemak tidak jenuh dalam jumlah tinggi.

Asam lemak tidka jenuh seperti linoleat, linolenat, dan arakhidonat diperlukan untuk nutrisi yang baik.

Asam lemak esensial dibutuhkan untuk pemeliharaan normal kulit. Lemak membantu dalam penyerapan vitamin yang larut lemak.

Unggas juga membutuhkan satu atau lebih asam lemak tidak jenuh. Asam lemak tidak jenuh ganda-linoleat, linoleat, dan arakhidonat-sering dinamakan asam lemak esensial.

Asam lemak esensial ditandai oleh pertumbuhan tidak sempurna, hati berlemak, besar telur berkurang dan daya tetas telur menurun. Sumber utama asam lemak tidak jenuh adalah minyak jagung dan minyak kacang kedelai.

Lemak memerlukan vitamin E dalam jumlah tinggi dan memerlukan antioksidan. Bila pakan terdiri dari kombinasi jagung dan havermout atau jewawut, kalkun, dan ayam broiler memperlihatkan penimbunan lemak merata dibawah kulit dan jeroan.

Pemberian jagung saja mengarah pada ke peningkatan lemak jeroan. Apabila ayam jago atau ayam bangkok diberi implantasi stilbestrol dan hanya jagung yg diberikan sebagai butiran, maka akan terjadi penimbunan lemak dinbawah kulit dan sekeliling jeroan, akan terjadi juga penimbunan minyak di dalam rongga perut.

Lemak pertama kali digunakan untuk penambahan kedalam pakan saat jangung dan bungkil kedelai berkembang.

Sumber: nutrisi aneka ternak unggas (H.R. Anggorodi, 1995)

(Visited 86 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *