fbpx
Suara Peternakan

Larangan Peternakan Bulu di Norwegia 2025 Mendatang

Suara Peternakan.com – Pemerintah Norwegia berencana melarang peternakan Bulu mulai tahun 2025. Rencana tersebut telah diajukan kepada parlemen berupa rancangan undang-undang, pada 10 April 2019 lalu.

Peternakan bulu yang dimaksud adalah peternakan rubah dan mink. Organisasi hak asasi hewan di sana menyebut setidaknya ada 300 peternakan rubah. Dalam setahun, mereka terus memproduksi bulu hewan dari sekitar 700.000 ekor mink dan 110.000 ekor rubah.

Rancangan undang-undang yaitu menjadikan usaha peternakan dengan tujuan membunuh hewan ternak demi diambil bulunya untuk dijual atau tujuan lain, sebagai tindakan ilegal.

Dilansir dari kompas.com, usulan pelarangan peternakan bulu itu sebagai hasil kesepakatan yang dicapai pada Januari 2018 lalu antara pemerintah sayap kanan bersama Partai Liberal, yang mendesak dibuatnya undang-undang tersebut. Sebagian besar pelaku usaha peternakan bulu mengaku setuju dengan rencana pembongkaran secara bertahap untuk industri mereka.

Namun yang menjadi permasalahan kini adalah rencana besaran kompensasi yang ditawarkan pemerintah kepada para peternak. “Mereka menawarkan memberi kami beberapa kroner, yang jauh dari kompensasi untuk rencana pembongkaran pertanian,” ujar Guri Wormdahl, juru bicara organisasi peternak bulu Norges Pelsdyralslag dilansir dari kompas.com pada Rabu, 17 April 2019.

“Cara bagaimana hal itu direncanakan hanya akan membuat para petani langsung bangkrut,” tambahnya, dikutip AFP. Dilansir AFP, pemerintah memperkirakan mereka harus menyiapkan sekitar 500 juta kroner (sekitar Rp 831 miliar) untuk kompensasi kepada para peternak atas pembongkaran atau perubahan bisnis mereka.

Sementara menurut organisasi Norges Pelsdyralslag, industri peternakan bulu di Norwegia mempekerjakan sekitar 500 orang dan memiliki nilai penjualan tahunan mencapai 300 juta kroner (sekitar Rp 498 miliar). Peternakan bulu Norwegia telah menyumbang sekitar satu persen dari produksi bulu hewan dunia, serta dua hingga tiga persen untuk produksi bulu rubah.

Sementara itu, Ketua Animal Society Right Camilla Björkbom mengungkapkan apa yang diputuskan oleh Norwegia adalah sebuah pesan kuat kepada negara lain untuk ikut menghentikan peternakan bulu hewan.

“Ini berita bagus, setidaknya hewan-hewan itu tidak lahir untuk dibunuh dan diambil bulunya disana. Banyak negara di Eropa yang saat ini sudah mulai melarang peternakan bulu hewan, tahun 2017 lalu Jerman dan Ceko juga demikian” Ungkap Camilla dikutip dari tubus.id.

Diketahui, larangan peternakan bulu hewan sudah dilarang di negara Austria, Bosnia & Herzegovina, Kroasia, Denmark, Belanda, Makedonia, Serbia, Slovenia dan Inggris.


Sumber: kompas.com/trubus.id

(Visited 74 times, 1 visits today)

Related Articles