fbpx
Suara Peternakan

Kulit adalah Bagian Penutup Tubuh (exoskeleton) Pada Unggas

SUARAPETERNAKAN.COM – Penutup tubuh terdiri atas kulit dan turunan-turunanya yaitu jengger, pial, gelambir telinga, bulu, paru, kuku, dan sisik.

Kulit merupakan proteksi penutup tubuh, tersusun atas lapisan luar (epididimis) dan lapisan dalam (dermis). Bulu, paruh, kuku dan sisik berkembang dari lapisan epidemis, sementara jengger, pial dan gelambir telinga berkembang dari lapisan dermis.

Kulit ayam sangat tipis dan tidak mengandung kelenjar-kelenjar, kecuali kelenjar uropygial atau kelenjar minyak yang terletak pada basis ekor. Kelenjar ini terdiri dari daun gelambir dan pada ayam kira-kira sebesar kacang.

Pada kelenjar uropygial lebih besar ukurannya. Sekresinya yang berbentuk minyak dipergunakan oleh ayam untuk membersihkan bulu-bulunya dan membuatnya anti air, dibuat oleh sejumlah tubuli, yang mengalir segresinya kedalam suatu ruang bersama, dari mana segresi ini mencapai permukaan melalui lubang pada puncak suatu penjuluran kulit, yang menyerupai puting susu.

Struktur kelenjar ini bisa kita samakan dengan suatu kelenjar. Sekresinya dibentuk oleh disintegasi sel-sel, dan oleh karena ini, kelenjar uropygial adalah dari tipe holocin.

Kelenjarnya dikelilingi dari luar oleh suatu capsula yang terdiri dari tenunan fibrosa, dari tenunan mana tersebar sejaca jari-jari sepeda septula yang sangat tipis yang memisahkan alveoli yang tersusun rapat.

Satu alveolus dilapisi oleh beberapa lapis sel-sel. Lapis sel-sel yang superficial adalah besar dan polyhedral dan cytoplasmanya penuh dengan gelembung-gelembung lemak.

Beberapa dari sel-sel superficial ini mengalami destruksi yang sempurna. Sel-sel pada membran basal adalah gepeng dan cytoplasmanya berbutir-butir, yang memberikan kepada pinggir alveoli suatu kesan yang gelap. Dianggap bahwa sel-sel ini menggantikan sel-sel superficial.

Saluran-saluran profundal oleh epitel gepeng atau kuboid. Epididimis tipis, kering dan jarang menutupi bagian-bagian kulit, dimana tumbuh bulu, sedangkan bagian-bagian yang telanjang dari kaki ditutupi oleh sisik-sisik. Jari-jari kakinya mempunyai kuku dan suatu selubung tanduk menutupi paruh.

Kulit ayam sangat peka (sensitif) sehubungan dwngan terdapatnya banyak ujung-ujung saraf yang berhubungan dengan kulit dan terutama dengan akar-akar bulu. Berkas-berkas serabut otot disusun sedemikian rupa sehingga jika mereka berkontraksi akan mengangkat bulu.

Sebagian besar dari corium atau dermos dari kulit tidak mengandung buluh-buluh arah, akan tetapi jengger dan pial merupakan pengecualian. Kulit ayam sangat peka pada saat ‘molting'(pelepasan bulu)

Warna kulit, paruh dan kaki ditentukan oleh terdapatnya pigmen kulit. Misalnya kaki yang kuning disebabkan oleh pigmen lipochrom di dalam epidermis, sedangkan pigmen melanin tidak terdapat. Hitam dan variasi-variasinya tergantung dari banyaknya pigmen melanin ini.

Jika seekor ayam (misalnya White Leghorn) sedang bertelur (berproduksi). Maka warna kuning dari kulit, cincin mata, gelambir kuping, paruh dan kaki akan hilang. Kepentingan dalam praktek dari pigmentasi ini dipergunakan orang untuk mengukur kemampuan bertelur ayam betina yang mempunyai kulit dan kaki yang kuning.

Pada masa produksi pigmen xanthophyl yang kuning, yang terdapat di dalam makanannya, dipergunakan untuk mewarnai kuning telur, dan badan sedikit demi sedikit akan kehilangan cadangan pigmen kuningnya.

Urutan menghilangnya pigmen dari badan ini dan periode beetelur yang diperkirakan yang dibutuhkan untuk memutihkan struktur-struktur badan adalah sebagai berikut:

Anus 1-2 minggu, Cincin mata dan gelambir kuping 2-4 minggu , Paruh 6-8 minggu, Kaki 12-20 minggu.

Struktur dengan sirkulasi darah yang paling intensif akan ditinggalkan lebih dulu oleh pigmen ini. Pada paruh penghilangan akan dimulai pada basis dari paru, dan pada kaki dimulai dari bagian dorsal, kemudian kebahagian plantar. Jika produksi berhenti, pigmen akan kembali dalam urutan yang sama, akan dua kali lebih cepat.

Besarnya produksi dan macam pakan yang diberikan dapat merubah-rubah kecapan penghilangan pigmen dari badan ini. Ayam-ayam yang berproduksi tinggi akan kehilangan pigmen lebih cepat dari pada ayam yang berproduksi tinggi akan kehilangan pigmen lebih cepat dari pada ayam yang berproduksi rendah.

Demikian pula dengan ayam-ayam yang dikandangkan atau yg diberi makan sedikit jagung kuning atau alfalfa akan kehilangan pigmen lebih cepat daripada ayam-ayam yang menerima pigmen xanthophyl yang banyak di dalam hijau-hijauan, jagung kuning atau alfalfa.

Kulit seekor ayam yang sedang tumbuh atau sedang berproduksi lagi atau dalam keadaan kesehatan yang jelek, kulit akan keras dan kering.

(Berbagai Sumber)

(Visited 166 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *