fbpx
Suara Peternakan

Kisah Reza Abdul Jabbar Pengusaha Asal RI yang Sukses Beternak di Selandia Baru

SuaraPeternakan.com – Selandia baru adalah sebuah negara kepulauan di barat daya Samudera Pasifik; kira-kira 1.500 kilometer di tenggara Australia, di seberang Laut Tasman; dan kira-kira 1.000 kilometer di selatan negara-negara kepulauan Pasifik, yakni Kaledonia Baru, Fiji, dan Tonga.

Dr. Reza Abdul Jabbar menjadi salah satu orang yang sukses beternak sapi perah di Selandia Baru.

Dikutip dari laman tribun.news, Pada usia 7 tahun, ia memberitahukan ayahnya bahwa dirinya ingin menjadi seorang petani, mendengar hal itu, sang ayah pun turut membantunya. Hingga mereka bersama-sama mengatur formulasi rencana untik mengejar mimpi Reza itu.

Reputasi pertanian global di Selandia Baru memang sangat menarik kala itu. Ketika kelas dua SMA, Reza memutuskan merantau ke Selandia Baru untuk menimba ilmu disana. Ia tidak punya keluarga dan juga kenalan disana, Reza benar-benar ‘sebatang kara’ disana. Hingga akhirnya, ia bertemu dengan orang baik di tempat ia tinggal. Sang ayah merupakan kontraktor ternama di Kalimantan Barat. Ayahnya itu hanya sesekali menengoknya ke Selandia Baru.

Reza yang lahir dan besar di Pontianak, Kalimantan Barat ini, setelah lulus SMA, kemudian melanjutkan sekolah di Massey University hingga berhasil meraih gelar S2. Reza juga sempat bekerja di peternakan sapi potong, rusa, kambing, dan domba.

Dikutip dari jpnn.com pada 21 April 2019, Reza beranggapan bahwa Selandia Baru merupakan tempatnya peternakan terbaik di dunia sehingga cocok untuk mendukung cita-citanya yang ingin menjadi peternak. “Di New Zealand peternakannya terbaik di dunia. Karena itu, saya harus belajar di sana,” ungkap Reza.

Usahanya untuk bekerja diperusahaan peternakan ditempat hingga akhirnya, membuahkan hasil. Ia pun sukses menjalani karirnya sebagai peternak selama empat tahun dan menjabat sebagai manajer di peternakan tersebut.

Reza juga sempat pindah kerja di sebuah peternakan sapi perah terbesar di Selandia Baru.

Belajar beternak dengan mencoba berkarir di beberapa tempat. Akhirnya memberanikan diri membuka usaha peternakan sendiri dengan modal 20 ekor sapi yang per ekor sapi tersebut dibanderol seharga Rp 9,6 juta. Berawal dari 20 ekor sapi, kini Reza berhasil memiliki 20 ribu ekor sapi.

Menjadi seorang perantau diusia muda, Reza yang memiliki mental baja, bisa bertahan hingga sukses menjadi peternak besar di kemudian hari. Hal ini terjadi lantaran sejak kecil ia telah terbiasa dilatih kedua orang tuanya untuk mandiri dan bekerja keras dalam meraih apa yang dicita-citakan.

Setelah lulus SMA, Reza melanjutkan pendidikannya di ke fakultas pertanian dan peternakan di Massey University hingga berhasil meraih titel S-2.

Dirikan bisnis ternak sendiri dan suskes menjadi produsen susu terbesar di Selandia Baru. Lahan pertanian yang dimiliki pun telah mencapai luas sebesar 926 hektare.

Hanya mempekerjakan pegawai sebanyak enam orang untuk mengurus semua kegiatan di peternakan miliknya, lantaran semua telah dikerjakan secara otomatis menggunakan mesin. Reza sendiri mulai bekerja pukul 03.30 dan baru selesai pukul 20.00. Bisa dibilang, disiplinnya inilah yang membuatnya sukses sebagai peternak.

Selain itu, Reza juga menjalin kerjasama dengan peternak lainnya dan kemudian membangun koperasi pengolahan susu bernama Fonterra di Edendale yang menaungi 6.789 peternakan, di mana gabungan ini mampu mengolah 15 juta liter susu per hari. Untuk mendukung kegiatannya, Fonterra memiliki 487 truk tangki berkapasitas 28.000 liter, 4 laboratorium, dan 86 pabrik pengolahan. Fonterra pun meraih tahun 2012 mencapai USD 7 miliar. Pasaran pabrik susu menjangkau seluruh dunia, terutama Asia Pasifik. Reza juga sukses memiliki aset sebanyak NZD 20 juta (Rp191,266 miliar).

Kerja keras dan fokus dalam meraih cita-cita, menjadi salah satu poin penting yang bisa kita ambil dari kisah sukses Reza di atas. Berani merantau ke luar negeri dengan disertai niat untuk belajar dan menambah pengalaman, berhasil mengantarkannya menjadi peternak yang sukses di negeri orang.

Saat itu, ia pun bertemu dengan Silvia, seorang wanita yang bekerja di bidang perbankan dan keuangan untuk Westpac di Wellington, yang kemudian pindah ke Hamilton dan bekerja di bank nasional, sebelum akhirnya bertugas di Kementerian Pembangunan Sosial dan menikah dengan Reza. Keduanya pun dikaruniai lima orang anak.

Reza dan istrinya juga bertindak sebagai penerjemah untuk kepolisian setempat dan menjadi konsulat jenderal untuk RI di wilayah itu.

Dilansir dari Autobiografi.id, Reza menempuh pendidikan dasar dan menengah di POntianak. Menamatkan pendidikan di SDN 29 Jalan Putri Chandramidi, lalu masuk SMPN 3 Pontianak.

Ditengah kesibukannya sebagai seorang peternak sukses, pria borneo tersebut masih sempat mengajar di sekolah dan organisasi lainnya.

“Kami sibuk, semua orang sibuk, tapi anda harus memberikan sesuatu (terhadap orang lain), (peternakan) ini memang bagus untuk bisnis dan menghasilkan uang, namun tidak ada yang lebih berharga daripada melayani orang lain,” jelas Reza dikutip dari tribunnews.com.

Satu pesannya yang selalu ia sampaikan, orang yang dipercaya adalah mereka yang memberikan pengaruh positif terhadap orang-orang disekitarnya.

Editor: Hardianti

(Visited 93 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *