fbpx
Suara Peternakan

Ketiga Jenis Ayam Ini adalah Penghasil Kokok yang Merdu

SuaraPeternakan.com – Ketiga jenis ayam penghasil kokok yang merdu adalah ayam ketawa, ayam pelung dan ayam berg. Ketiganya menarik untuk dipelihara.

Ayam ketawa merupakan jenis ayam hias asli Indonesia yang berasal dari Kabupaten Sidrap, sekitar 184 kilometer dari Makassar, Sulawesi Selatan. Ayam Pelung atau Ayam Melawung adalah jenis ayam lokal yang berasal dari daerah Cianjur Jawa Barat. Sedangkan Ayam Berg adalah ayam yang berasal dari Jerman.

Ketiganya punya keunikan masing-masing. Ayam Ketawa memiliki bunyi kokokan yang menyerupai bunyi ketawa manusia. Ayam Ketawa juga disebut sebagai Ayam Manugaga. Ayam Berg juga merupakan ayam yang bisa berkokok untuk waktu yang lama. Sedangkan Ayam pelung diseleksi karena suara kokokannya yang panjang dan memiliki lagu, seperti ayam ketawa dan ayam Berg.

Tentu saja hanya ayam jantan yang memiliki sifat ini. Dilansir dari berbagai sumber berikut penjelasan singkatnya,

Ayam Ketawa

Ayam Ketawa
Dok. Wikipedia

Ayam ketawa termasuk dalam kategori unggas yang dilindungi karena keberadaannya yang langka juga hampir punah. Ayam ini digunakan sebagai simbol dan status sosial yang artinya kesuksesan. Selain itu, jenis ayam ini hanya dipelihara dan berkembangbiak pada lingkungan bangsawan di Bugis dan banyak diburu oleh para kolektor jenis ayam hias.

Ayam Ketawa memiliki beberapa jenis berdasarkan suara yang dihasilkannya. Jenis ayam ketawa meliputi ketawa Gretek, Dangdut, Slow dan Mak Lampir.

Adapun interval suaranya dibagi menjadi 3 macam, yaitu suara kokok dengan interval cepat (Garetek/ Gretek), suara kokok dengan interval lambat (Gaga), dan suara dengan interval mendayu-dayu (Dodo).

Berbeda dengan ayam kampung walaupun pada jenis ayam kampung memiliki bulu yang hampir sama dengan ayam jenis ketawa ini, namun ayam kampung sendiri tidak memiliki suara kokokan ayam yang khas serta tidak dapat menirukan suara ketawa manusia.

Ayam Pelung

Ayam Pelung
Dok. Wikipedia

Biasanya Ayam Pelung akan diikutkan kontes ayam. Hal yang menjadi penilaian adalah panjang pendeknya suara, volume suara, bersih atau kotornya suara, dan bobot ayam pelung. Agar tampil prima dalam kontes tersebut, ayam pelung harus berusia tidak kurang dari tujuh bulan dan harus meminum jamu dari campuran bawang putih dan menjalani gurah.

Ayam pelung merupakan salah satu rumpun ayam lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Provinsi Jawa Barat, dan telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2918/Kpts/OT.140/6/2011 tanggal 17 Juni 2011.

Ayam pelung mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh ayam dari bangsa lainnnya dan merupakan sumber daya genetik ternak Indonesia yang perlu dijaga dan dipelihara kelestariannya sehingga dapat memberikan manfaat dalam peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Ciri Spesifik Sifat Kualitatif: Jengger/balung tunggal, bergerigi berwarna merah; ukuran pada ayam jantan lebih besar dari pada ayam betina. Pial: bulat berwarna merah; pada ayam jantan lebih besar dan bergayut dari pada ayam betina. Badan, bentuk penampang samping: oval, silinder atau bulat; ayam jantan lebih besar dan lebih tegap dari ayam betina.

Warna bulu; Betina umumnya kuning tua kecokelatan (warna buah kemiri); kuning muda; hitam blorok dengan bercak putih atau kuning tua dengan bercak putih. Jantan tidak memiliki pola khas; umumnya campuran merah dan hitam kuning dan putih, dan campuran hijau mengkilat. Warna ceker (metatarsus): pada jantan dan betina umumnya hitam, hijau, abu-abu, kuning, atau putih.

Suara: khas pada ayam jantan, merdu dan mengalun panjang tidak terputus-putus.

Jenis irama suara; Suara akhir, terdengar nyambung setelah suara tengah, panjang, bersih dan jelas dan membesar pada ujungnya. Suara awal atau angkatan, terdengar besar, bertenaga, bertekanan, bersih dan mengalun tidak terburu-buru (anca). Suara tengah, terdengar nyambung setelah suara awal, panjang, besar, naik, bersih, halus, jelas licin.

Ciri Spesifik Sifat Kuantitatif:

Suara
Durasi : 5,8-13,9 detik
Frekuensi: 399,85-1.352,3 hz
Volume : 60-63,89 db

Bobot badan dewasa; jantan 3,70-5,85 kg/ekor dan betina 2,70-4,15 kg/ekor
Produksi telur selama 147 hari pengamatan: 23 – 84 butir/ekor
Bobot telur 45,03 – 57,03 gram/butir
Konsumsi ransum ayam dewasa: jantan dan betina, 130 gram/ekor/hari

Ciri Spesifik Sifat Reproduksi:
Umur dewasa kelamin: jantan dan betina, 5-6 bulan.
Umur bertelur pertama: 5,5-7 bulan.

Ayam Berg

Ayam Berg
Dok. Wikipedia

Ayam Berg: Ciri-Ciri
Berbeda dengan kebanyakan biakan ayam yang diseleksi untuk penampilan fisik, ayam jantan juga diseleksi karena suara kokokannya yang panjang dan memiliki lagu, seperti Ayam pelung dan Ayam ketawa. Ayam betina mencapai 120 – 150 telur setiap tahun dengan berat telur 50 gram. Sifat-sifat kualitatif dari ayam betina adalah memiliki warna hitam dengan bintik-bintik emas pada badan, dari ayam jantan adalah emas dan hitam dengan bintik-bintik emas, shank berwarna abu-abu gelap

Ayam Berg: Kontes
Sejak tahun 1923, peternak telah menyelenggarakan kontes menyanyi setiap tahunnya, di mana mereka merekam panjang lagu tersebut. Kokok ayam yang akan diberikan nilai adalah kokok ayam yang butuh waktu lama dan yang suaranya seakan hendak bernyanyi.

Nama lain
Bergischer Kräher (Jerman)
Berg longcrower (Inggris)
Bergkraaier (Belanda)

Beternak ketiga ayam ini tidaklah serumit yang kita bayangkan. Kandangnya bisa dibuat dengan sederhana dengan harga yang cukup terjangkau dan menyiapkan tempat kandang dari bambu maupun kayu atau sejenisnya dapat kita temukan dengan mudah. Luas kandang haruslah disesuaikan dengan jumlah ayam yang tersedia. Didalam kandang harus disediakan tempat untuk bertelur ayam.

Dalam pemberian makanan sama halnya dengan pemberian pakan pada jenis ayam umumnya. Pemberian pakan disesuaikan dengan jenis dan umur ayam. Untuk pakan sebaiknya mudah didapat, harganya terjangkau, mempunyai kandungan gizi yang baik dan antar jenis pakan dapat saling melengkapi. Selain konsentrat, kita bisa memberikan jenis pakan campuran.

Pakan campuran yang terdiri dari jagung, gabah, beras merah, dan voer yang bisa ditemukan di pasar-pasar burung maupun toko pakan terdekat dirumah anda. Selain itu pada anakan ayam akan lebih baik jika diberikan pakan voer dengan campuran sayur-sayuran yang mengandung protein tinggi sehingga dapat membantu pertumbuhan pada anakan ayam tersebut.

Selain itu pakan dapat juga dicampurkan dengan jehe, kunyit dan kencur guna meningkatkan daya tahan tubuh pada ayam tersebut.

(Visited 315 times, 3 visits today)

Related Articles